Minggu, 28 Februari 2010

little malang

berapa kali telah kulewati jalan ini
tetap saja tak bisa hapuskan kenanganku disini
daun kecil berguguran lewati musim panca roba
aroma tanah basah bekas hujan semalam
seolah membawaku bertahun tahun lalu
ketika jejak pencarian diri dimulai
ketika kaki terlalu penat untuk diajak berlari
ketika kerikil kecil melukai

Malang,
kota yang ku benci sekaligus ku rindui
pernah menghempaskanku dalam satu kali hembusan nafas
hingga aku berjanji tak akan menginjak kota ini lagi
namun ingatan masa lalu tak sanggup untuk tak datang kembali
terlalu banyak kepahitan disana
hingga tak rela sebelum engkau melihatku tersenyum
seperti rayakan kemenangan yang sia-sia

jalan bromo, ijen, lawu, lewati semeru
dengan pohon besar yang lapuk dan makin menua
pernah aku susuri itu dulu
jalan yang sempat melukai hatiku
masih saja kepedihannya ada disana
seperti menampakkan ketakutan
sebab disana pula aku tahu makna kehilangan
teramat menyakitkan

hari ini, entah apa yang membawa diriku kesini
merunut jalan itu setelah sekian lama ku hindari
menapak tilasi kepedihan masa lalu?
atau sekedar mengingatkan tentang sebuah ke-absurdan
namun dengan mata yang beda, dengan kini yang ada
sebuah intro yang terlalu dipaksakan mungkin
karena esensinya toh sama saja
kepedihannya tetap saja terasa

hari ini, ah,,, saat menyusuri jalan itu
ada bayangan ketakutan, kepedihan
apakah kehilanganmu akan terulang kembali
seperti de javu
seperti kenangan masa lalu
aku berharap sang waktu mau menunggu
sampai kapan
entahlah
aku tak tahu








Tidak ada komentar:

Posting Komentar