Senin, 22 Februari 2010

Sby-Stb (memori yang tercecer)

setiap kebahagiaan yang dicari di luar dan dibeli
ia bersifat sama: datang dan pergi
setiap kebahagiaan yang berakar keluar
ia mudah diterbangkan angin kehidupan
(kesedihan,kebahagiaan,keheningan;Gede Prama)


menyusuri lewati jalan-jalan itu
seperti mengurai lepas benang masa lalu
terlempar dalam-dalam di segenap kenang
ketika tawa, tangis, apapun namanya
menjadi saksi, saat hati mengais kepingan luka
seperti memutar kembali
musik nostalgia namun tanpa irama
kau tahu rasanya...hampa

entah di kilometer berapa
hujan turun, butirannya berpendar kena cahaya
indah
namun kebekuanku tak goyah
benak mengembara entah kemana
seeprti merangkai sesal, namun tak tahu seperti apa
salahkah memahami dirimu apa adanya
walau realitanya terlampau rumit seperti yang aku kira
hmm...menelusuri jejakmu yang hilang
meninggalkan duka teramat dalam
seperti mengusap wajah pedih
kau tahu rasanya...perih

hari ini, aku lewati jalan itu kembali
merangkai potongan-potongan memori
seperti merajut serpihan asa
coba membentuknya jadi wujud cinta
di jalan-jalan yang sama
namun dengan kenang yang beda
karena hari ini aku bersama wajahmu
temani sepanjang jalan itu
hmm...haruskah terulang lagi
memahami diri, cinta, bahagia
sembari berlinang air mata
seperti nyanyikan lagu tanpa nada
kau tahu rasanya...hampa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar