Jumat, 28 Juni 2013

Surat untuk Tuhan



Sebuah kertas putih kusam nampak tergeletak di sebuah tumpukan arsip yang ada di belakang, awalnya tak menarik namun saat dibaca, hmm,,, seperti ditulis seseorang untuk Tuhan betapa dirinya mengalami semacam kegalauan, isinya begini :

Tuhan,,,
hamba adalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, kesalahan yang membuat ragu untuk melangkah saat masa depan mulai hamba rajut hari . Sekarang, ketika mencoba kembali menata masa depan untuk bahagia, namun selalu saja masa lalu seperti menahan hamba disini, walau sudah coba untuk tak mengingatnya. Bukan penyesalan, tapi hanya mengkuatirkan jika waktu kemarin hanya akan mengotori hari-hari yang telah coba hamba buat indah. Entahlah, apa yang salah, sebab bila melihat kemarin, terlalu banyak keindahan yang membentuk diri hamba hari ini, dan itu membuat takut. Takut kalau orang-orang yang hamba sayang perlahan menghilang, takut bila masa lalu menjadi penghalang untuk membuat masa depan bahagia. Telah hamba coba untuk menghapus semua ingatan, namun semakin kuat hamba menghilangkannya, semakin kuat pula tarikannya untuk datang kembali.


Tuhan,,,
hamba hanya perlu kehangatanMu untuk menguatkan hati, untuk menuntun tangan lemah ini menuju kebahagiaan, kebahagiaan sejati yan Engkau ridhoi. Hamba hanya perlu perlindunganMu saat hujan menerpa wajah titik airnya menyakiti. Bila ini jalan terbaik yang Engkau berikan, hamba akan jalani sepenuh hati, hamba minta  pegang jemari lemah ini agar bila terjatuh, masih ada pegangan kuat tempat bersandar. Semoga semua berjalan seperti yang  diharapkan, tak ingin kecemasan yang dirasakan malah akan menyakiti semua orang termasuk yang hamba sayangi. Hamba hanya perlu berlindung sebentar dalam dekapanMu yaa,,Tuhan sebelum kembali dengan wajah kuat melihat masa lalu, masa depan, sebagai bagian dari episode hidup. Ijinkan hamba terlelap sebentar, dan esok berharap ada keajaibanMu,,,

Dibalik kertas itu, entah siapa yang iseng menulis jawabannya seolah dari Tuhan :

Anakku, kekasih hatiku,,,kebahagiaan, kesedihan, kekuatiran, kecemasan, ketidaknyamanan dalam kehidupan adalah hal yang alami. itu pertanda bila engkau bergerak mendekatiKu. Bagaimana mungkin engkau mengatakan cinta kepadaKu namun berhenti sekedar di ucap kata, Aku akan mengujinya sayang, menguji ucapanmu hanya untuk tahu seberapa teguh hatimu. AKU akan mengujinya dengan rasa kekurangan, kekuatiran tentang masa depan dan kehilangan. AKU hanya ingin tahu seberapa kuat istiqomah cintamu padaKu  Yang harus tahu, apapun yang engkau jalani hari ini adalah hal yang terbaik buatmu, apa yang ada disekelilingmu, harta, benda, orang tersayang, menjadi nisbi dan relatif buatmu, karena bisa saja Aku mengambilnya sewaktu-waktu hanya untuk tahu betapa tangisan kesedihanmu hanya untukKu.

Anakku tersayang, hari-hari yang telah engkau lewati, segala kesalahan yang dibuat, apapun masa lalumu semuanya akan hilang dihadapanKu, tak usah disesali selama semua itu dilakukan hanya untukKu. Kasih sayangKu selalu melimpah, dan Aku tidak mungkin tega memberimu kesedihan bila tidak bisa dilewati. Tetaplah berjalan sayang, apapun halangan yang kau temui, hinaan dan cacian yang akan engkau terima, itu adalah bagian kecil yang tak akan menggoyahkan dirimu selama engkau bermunajat kepadaKu, selama cinta yang engkau ucap hanyalah untukKu. Tetaplah konsisten dengan masa depanmu, berbagilah dengan sesama, karena Aku ada disana.Yang harus engkau tahu, selama ini Aku selalu menggamit jarimu.  Kelak dirimu akan tahu, apapun kehidupan yang telah engkau jalani, semuanya bermuara pada keindahan, dan Aku adalah keindahan itu sendiri.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar