Selasa, 29 Desember 2020

Deep inside

Penemuan terbesar dalam peradaban manusia adalah angka 0. Dalam bilangan biner hanya terdapat angka 0&1.

Filosofi angka dari 0 - 10 bermakna kamu berangkat dari ketiadaan menuju ketiadaan.  Angka  10 berarti 1&0 artinya  meniada untuk bergabung dengan yang ada.  Angka 1 melambangkan Ada dan 0 tiada.  Anda (0) adalah bagian entitas "fayakun",  angka 1 adalah "kun".

Jadi kehidupan mu yang dimulai dari tiada(0) menapaki kehidupan, sebenarnya hanya untuk kembali tiada bersama Nya yang dilambangkan angka 10(1&0). Suksesmu di angka 2,3,4 -9 hanyalah penggalan perjalanan,  bukan sukses sejati.  Sukses sejatimu berakhir di angka 10. 
Jadi selama perjalananmu dari 0 menuju 10, melewati liku hidup angka 1-9 ia sementara,  nisbi dalam bahasa fisika kuantum disebut relativitas. 

Jadi buat kamu yang sudah merasa sukses,  atau yang sedang dilanda kegagalan dan kemalangan,  entah di angka 3,4,5 bahkan 9, hanya mengingatkan buat diri pribadi dan yang lain,  ia hanya term sementara sebelum menuju angka 1&0.



Senin, 28 Desember 2020

DU*

Catenaccio budidaya udang

Proses pendekatan biosecurity pada budidaya udang,  mirip proses security approach jaman orba. Problem pendekatan security adalah menempatkan "entitas" yang bersifat pathogen berhadapan dengan udang sebagai subyek.

Udang vs pathogen memberi ruang dengan menciptakan dikotomi kalah-menang,  untung-rugi dsb.  Dan perlombaan seperti ini sudah berlangsung hampir selama 40 tahun (dengan asumsi budidaya udang dimulai tahun 1980). Hingga hari ini kita masih berkutat dengan kondisi yang sama,  penyakit masih tetap ada,  bahkan varian barunya bermunculan. Pertanyaannya sampai kapan? 

Saat vibrio kita anggap sebagai musuh yang harus kita tekan,  vibrio akan 
merancang dirinya untuk bertahan dalam kondisi tekanan ekstrim,  dan perlombaan terus berlanjut sampai sekarang.

Bagaimana kalau kita rundingan dengan vibrio duduk satu meja,  negoisasi win-win solution,  anggap saja vibrio jadi sahabat yang akan membunyikan alarm/alert saat kondisi kualitas perairan mulai turun,  atau manajemen pakan kita buruk. 

Pertanyaannya kenapa harus vibrio? Sebab vibrio menjadi pintu masuk semua problema permasalahan beberapa penyakit,  sehingga penting mengetahui karakter,  habitat, sifat, dan strategi serangnya (total football 3-4-2,atau catenaccio 4-4-2). Pola bertahan dari serangan vibrio berarti harus memberi ruang pada bakteri ini dengan menciptakan lingkungan yang baik pada bakteri lain dengan ikut pola quorumsensing.

Persaingan secara nutrisi perlu diciptakan karena cukup soft dibanding pemakaian bahan kimia.  Lagian kalau pola persaingan nutrisi,  vibrio tidak akan sakit hati,  dan akan gentle mengakui kekalahannya.  Dalam istilah bola,  pertahanan yang baik adalah penyerangan yang terorganisir mirip total football,  seperti team Belanda dan Jerman,  bukan pakai cara team inggris yang melambungkan bola langsung ke depan gawang lawan. 
*dukun_urang

Kamis, 17 Desember 2020

Saat dirimu

Saat dirimu dibatas asa, dan itu  satu2 nya yang dipunya,  tetiba dunia dan isinya hanya remah  dari fragment pendek perjalananmu di keabadian kelak.

Kita hanya bagian dari titik tak terlihat namun meminta banyak.  Kita mengumpulkan kesia2an menukarnya dengan akhirat. Kita adiksi terhadap kemolekan dunia tanpa sempat bertanya,  berapa batas usia kita.  Kita tidak punya rencana perjalanan hidup karena menyukai lencana hidup. Tergagap karena kematian tak memberikanmu nasihat.  

Siapakah kita? mengapa tak sadar jua kalau jiwa, diri adalah bagian dari "kun" Nya. Kita tak sadari bahwa disini berjalan dalam "fayakun" Nya. 
Dan telinga kita asing saat terdengar suara :,,,hai jiwa yang tenang,,,, 
(Semuanya tiba2 begitu terlambat)

Kamis, 10 Desember 2020

Obituari

Saat tubuhmu merenta,  usiamu hanya tambahan angka,  engkau dikuasakan Nya untuk memutar waktu masa lalu.  Dirimu menjadi kekanakan,  tangisanmu mirip anak kecil kehilangan permen.  Diam mu ngambek karena tak kebagian mainan. 

Kau selalu menceritakan masa lalu sembari menatap ketakutan masa depan
Kenapa begitu,,,,? Sebab yang nampak di depanmu adalah kematian,  teringat dosa yang belum kau taubatkan,  teringat ketika muda tenagamu kau sia2kan,  kekuasaan yang kau pegang hanya  menyengsarakan,  semua harta kau peroleh dari sudut remang2.

Kadang di masa tuamu terdiam, menyesal tanpa tahu kemana mengadu.  Hanya yang kau tahu kesalahan telah menggunung dari masa lalu. Tiba2 kematian begitu menakutkan,  nuranimu menggedor2 bagaimana kelak dirimu menghadapi penghakiman.

Tidurmu tak tentram,  tatapanmu hanya melihat fragment masa lalu saat kepentingan mengacuhkan keadilan,  dan kematian2 kecil ternyata sudah ada sejak dirimu bugar. 
Menangislah pemuh penyesalan meminta ampunan pada orang yang kau nafikan tapi telah mendahuluimu menghadap Tuhan.  Tak sempat bertemu buat meminta maaf kecuali bertemu di keabadian
Ketakutan2mu begitu menghantui dengan sesal sampai hilang akal. Dirimu berteriak mamun tak terdengar. 

(Sesaat dokter yang merawatmu hanya menggeleng,  tangis pecah keluargamu, betapa menyiksa,  mati enggan hidup tak mau,  awal perjalanan mu pulang menuju keabadian begitu sesak,  dan semua terisak) 
#obituari


Senin, 07 Desember 2020

Doa diantara sepenggal asa

Di sebuah kompleks rumah mewah, ada mushalla asri tempat ia berdoa dan meminta agar tahun depan mobilnya ganti, dari lambhorgini menjadi ferrari.  Tak lupa meminta pada Nya agar usahanya lancar tanpa henti, agar anak2 nya bisa sekolah di luar negeri.  Ia meminta sambil bercucuran air mata,  dan malaikat pun sesenggukan mencatatnya. 

Di perumahan kelas menengah,  disudut kamar tempat sajadah digelar ia berdoa agar tahun depan naik pangkat agar bisa dapat mobil dinas kantor saat berangkat, tak kepanasan dan kehujanan seperti saat naik motor menyusuri jalanan.  Tak lupa meminta agar gajinya naik ,  biar asap dapur tak berbau sangit, ganti perabotan sesuai pangkat dan bosan menjadi melarat.  Sang malaikat kasihan termangu dan mengangguk2 sambil mencatat. 

Diperumahan sederhana  ia berdoa agar hari ini tak di PHK,  juga meminta agar jualan istrinya dilancarkan seperti air mengalir,  keluarganya diberi kesehatan agar tak sakit karena biaya yang makin lama makin mahal setinggi langit.  Malaikat trenyuh dan hati hati mencatat setiap pinta. 

Disudut jalanan, seorang tua tak kuasa hanya meringkuk di trotoar,  berdoa hanya kemewahan tiada tara,  meskupun permintaan nya teramat sederhana.  Katanya : Tuhan aku tak meminta apapun kecuali hari ini bisa makan.  Malaikat memeluknya sambil tersenyum tak mencatat apapun. 

Setelahnya ia melesat ke langit, melapor ke jibril tentang permintaan manusia dan jibril menghadap Nya.  Tuhan tersenyum,  semua pinta dikabulkannya tanpa terkecuali,  namun kelak manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang AKU beri, kecuali orang tua itu yang   tak memiliki apapun hanya kesanggupan bertahan dalam hidup.   

Tiba2 langit hening, rinai hujan perlahan turun makin lama makin deras,  mirip suara memuji keagungan Nya; daun , batu,  pohon hingga burung yang meringkuk memuji nama Nya.


Late post

Late post

Naaak,,,,, kehidupan mungkin akan makin tak menemui kemesraan andai dirimu tahu.  Semua berkisah tentang pencapaian2 kehidupan bertolok ukur materi. Kesanggupan mengingat Nya pun dilandasi transaksional belaka,  bahkan dalam setiap doa.  Mencari Tuhan makin lama makin mahal,  beribu orang berdoa hanya untuk meminta dikabulkan dalam urusan duniawi,  namun lupa meminta ampunan di jalan kehidupan keabadian . 

Andai kau mengalaminya, keniscayaan hanya dipahami semu, bahkan makin saling  tak memahami satu sama lain. Esok dipandang dengan was was seolah ia kabut yang tak akan pergi.  Sukses di ukur hanya pencapaian tertentu, seberapa banyak,  seberapa tinggi,  tak masalah walau harus menggadaikan nurani. 

Kamu tahu,  di pojok2 jaman,  sang waskita memandang dengan nelangsa,  betapa anak manusia berlari tanpa henti hingga detak jantung terengah memandangi tubuh yang perlahan alami artropi.  Inikah jaman dimana kepintaran melebihi kerendah hatian.  Kuasa dipakai untuk diri sendiri,  bukan untuk mendamaikan sesama.  

(Tiba2 terdengar anak2 kecil berteriak sambil berlari,  ahhh anak2 yang meramaikan mushala, rupanya magrib hampir tiba,,,,,,ketiduran sudah terlampau biasa).


Jumat, 04 Desember 2020

Rinai

Hujan,,, mungkin akan mengikis sebagian harapan, akan menghilangkan sebagian keinginan,  namun tak akan mampu menghapus keniscayaan,  sebab hidup hanya cara bagaimana melakoninya,  tentang hasil,,,biarlah itu jadi rahasia dilangit sana,,,, 
#rinai