Rabu, 20 Februari 2019

Pak lurah dan burung

Komunikasi itu penting dan perlu

Ditengah kesibukannya sosialisasi pemilu,  pak lurah marah karena love bird dan cucak rowo kesayangannya raib di gondol maling.  Ia pun berniat akan menanyakan pada warganya saat sosialisasi. Esoknya setelah panjang lebar, pak lurah minta waktu sebentar

"bapak2 dan ibu2 saya mau nanya siapa yang punya burung?". Bapak2 mengangkat tangannya,  sadar salah pertanyaan. pak lurah pun meralat.  "Maksud saya siapa yang pernah melihat burung,,,,?" kini gantian ibu2 yang angkat tangan.
Waduhhh gawat pikir pak lurah: "maksud saya siapa yang pernah melihat burung bukan miliknya?"  Separuh ibu2 angkat tangan.

Pak lurah kebingungan dan jadi salah tingkah,  lalu ia bertanya lagi :"maaf langsung saja,  siapa yang pernah lihat burung saya,,,?"
5 orang ibu2 angkat tangannya dengan malu2.
Pak lurah pun kemudian lari pontang panting saat bu lurah menghampirinya dengan membawa sapu sambil ngomel2.
😁😁😁😁😁

Surat dari langit

Surat dari langit

Ketika lampah lakumu berhenti dipersimpangan, sesaat ragu dan tertunduk mengaburkan langka. Bukankah hari tengah beranjak menuju malam saat gelap menuai ritmis dengan satu persatu langkah mencari cahaya.

Yaa,,, cahaya,,,, ia hanya terhalang oleh hatimu,  gelap bukankah menegaskan keberadaannya.  Atau mungkin kau terlalu sibuk dengan remah-remah perjalananmu. 

Jadi jika dirimu sekarang bimbang dan berdoa hanya satu cara meminta cahaya,  sungguh ia telah hadir dalam hatimu. Ia akan selalu hadir dengan mengingat Ku,  walau terkadang kau menutupinya dengan angan sehingga silau membuatmu kehilangan langkah.

Berhenti mengeluh sayaaang,,,, ini hanya sebuah perjalanan maya,  tak selamanya ada,  walau jika dirimu meyakini ini nyata,  sekali lagi tak apa asal kau menjalaninya dengan sempurna.  Waktumu tak lama sebelum kembali,  jangan gendong keluh dan derita, jangan gendong sesal, tatkala perjalanmu terasa mendaki.  Ini hanya maya bukan sebenarnya,  ini hanya main2 belaka,  namun jangan bermain2 disana. Ini hanya playground tempat kamu membuktikan cintamu pada Ku,  pada kekasih Ku Muhammad.

Aku hanya meminta kesabaranmu sebelum sang waktu menghatarkanmu pada Ku,  jalani semua dengan Cinta,  bukan dengan harta,  jalani semua hanya demi Cinta bukan kuasa.  Sebab mereka juga mahluk tempat dirimu diuji.

Jadi jika hari ini bimbang dan merasa Aku jauh.  Sungguh yang jauh hanya prasangkamu,  yang jauh hanya penghalang yang menutup antara dirimu dan Aku.  Kelak akan mengerti,  hidup bukan apa yang kau dapat,  namun apa yang kau perbuat. Walau seandainya kau tak berbuat apapun juga,  secuil niatmu sudah cukup bagi Ku,  pembuktian cintamu .

#Malang_mediofebruari19

Senin, 18 Februari 2019

Rujak cingur

Rujak cingur
Di kalangan masyarakat jatim,  rujak cingur sudah familier,  bahkan ada yang fanatik rujak dengan balutan petis dan congor(bibir) sapi, tanpa itu ia bukan rujak cingur sejati. Bahan dasarnya sama,  petis, kacang tanah, air asam jawa, cabe, gula merah di ulek sampai halus bewarna coklat kehitaman.  Topingnya biasanya ada kecambah, kangkung, kacang panjang, lontong dan krupuk.

Jadi kalau ada yang suka rujak cingur tapi gak suka petis yang item kayak oli bekas, atau ga suka cingurnya sapi yang kenyal,  sah sah saja pilihan demokratis. Namun apesnya,  rujak cingur sekarang sudah mendapat stigma negatif,  ia menjadi makanan favorit namun juga di hakimi sebagai makanan yang mengandung hoack. Kok bisa?  Sebab ada ibu2 ngidam rujak cingur hanya di baui petis dan cingurnya saja, yang lain "diperintahkan" dibuang,  kalau tidak bumil (ibu hamil) itu  akan hoack hoack.

Tentu saja yang kena dampak adalah tahu petis,  ia di cap sebagai persekongkolan dengan rujak cingur gara2 ada anasir petis di dalamnya.  Syahdan hoack ini berkembang kemana mana,  telur petis pun merasakan dampaknya,  ia dijauhi gara2 ada petisnya.  Cingur pun demikian,  setiap makanan yang mengandung cingur akan di cap sebagai hoack. Sehingga makanan seperti kare, gule jika ada secuil cingur didalamnya merasa telah melakukan tindakan subversib.

Tentu saja para penggemar rujak cingur sejati tertawa melihat kedunguan ini,  namun jadi masygul, gara2 hoack,  rujak cingur hambar karena pembuatnya jadi takut dipersekusi jika rujaknya mengandung cingur dan petis, sehingga dua unsur itu dihilangkan, dengan dibanyakin kacangnya. Bukannya berhenti,  rujak cingur tanpa petis dan cingur menjadi rujak rasa kacang,  berkembang menjadi doktrin,  kalau rujak tetep dikasih petis dan cingur ia inkonstitusional.  Tentu saja penggemar asli rujak cingur protes : apa apa an ini,,,, yang namanya rujak cingur ya harus ada cingur sapi dan petis,  kalau tidak bukan rujak cingur namanya.  Namun ini diucapkan diam2 takut di cap inkonstitusi,,,,, 😁😁😁😁.

Jadilah rujak cingur hanya sebuah kenangan di kalangan proletar, dan diam2 mereka bikin sendiri di rumah dengan lampu di padamkan, takut ada yang memviralkan.  Kasihan akhirnya rujak cingur hanyalah korban sebuah fanatisme berawal dari bumil yang suka hoack2,,,,,
😂😂😂😂😂

Jumat, 15 Februari 2019

Roy,,,,,


Namanya Roy,  usia sekitaran 28-30 an,  ciri anak milenial terlihat dari namanya yang keren, namun nama keren tidak selalu berbanding lurus untuk urusan karir. Karir?  ya karir,  mungkin jika dibanding dengan Roy2 lainnya di kota lain dia memulai karir dengan mencari "uang halal" katanya;  dia sebagai ojol.  Jangan bayangkan dengan ojol seperti di Malang atau Surabaya.

Tiapa hari  harus menempuh antara 30-40 km dari rumahnya ke tempat mangkalnya di Situbondo,  sedang rumahnya daerah arak2 Bondowoso.  Kenapa gak narik di Bondowoso saja yang berjarak 10 km dari rumahnya? Sepi pak,  katanya.  Tanpa bermaksud mengecilkan,  Situbondo juga kota kecil,  dari aspek geliat ekonomi mungkin kalah bersaing dengan kota sekitar seperti bondowosa, Banyuwangi atau probolinggo. Apalagi, jangan bandingkan dengan Jember yang lebih besar.

Yang saya garis bawahi adalah banyak Roy2 lainnya dengan usia produktif sedang berjuang  mencari uang halal ditengah kecilnya peluang yang ada dan hanya ini kesempatannya. Mereka fokus dengan hari ini, sehingga ikhlas dengan yang terjadi esok,  atau bahkan sejam dua jam ke depan. Hanya asa yang dibawa kalau hari ini bisa pulang ke rumah dengan uang yang saya taksir tidak sampai 100 rb bahkan mungkin lebih kecil lagi.

Jangan tanya pada mereka hiruk pikuk pilpres dengan saling memaki,  mencela dan istilah buruk yang menafikan akal sehat.  Roy dan kawan2nya seprofesi tidak memikirkan itu,  mereka berharap satu hal agar profesinya layak unuk hidup dia dan keluarga. "Kasih saya bintang lima ya pak" itu saja harapan mereka, sebagai tanda prestasi buat Roy atas jasa layanannya.  Jangankan lima,  kalo bisa 1000 pasti saya kasih mas Roy,  semoga anda tetap berkhidmat sengan karirmu dan selalu dilindungi Tuhan di jalan.

Rabu, 13 Februari 2019

Samakah surgamu dan surganya?


Beribu gumam memenuhi langit,  untaian doa begitu banyaknya sehingga malaikat sibuk menangkap agar bisa di seleksi mana pinta sesungguhnya,  mana hanya sekedar mengobral keserakahan belaka.

Beribu kunang melesat ke angkasa, kerlipnya melesakkan langit sebagai perwujudan doa dari manusia.  Betapa malaikat sibuk memilah,  mana yang meminta ampun,  mana yang meminta di hilangkan masalahnya,  mana yang meminta semakin ditambah hartanya.

Semua doa akan dikabulkan oleh Nya, ada yang dimudahkan, dihilangkan bebannya,  ada yang diangkat derajatnya, dipenuhi hartanya,  ada yang di tangguhkan untuk diberikan saat nanti di surga. Semua doa tiap detik, jam,  hari dikabulkan tanpa jeda.
Dimana terimakasihnya?

Di dunia, pengen kaya, bila mati bisa masuk surga,  logika hidup yang sempurna.  Samakah surgamu dengan surganya? Sementara yang papa berharap kelak di surga bisa makan secukupnya,  sementara surgamu menggambarkan kemegahan tiada tara.
Samakah surgamu dan surganya?

Di dunia kau membuat hegemoni untukmu sendiri,  sementara akibat keinginanmu,  banyak orang termiskinkan meringkuk di sudut jaman, hanya bisa berdoa : cukupkan kenyang untuk anakku ya,,,, Tuhan,  biarkan rasa laparku menentramkan anakku. Bisakah surgamu sama dengan surganya?

Kau memelihara kenaifan kenaifan sembari menafikan sesamamu,  kau menumpuk semua alasan mulai dari harta hingga kekuasaan, di tengah ladang2 penderitaan dan pengkhianatan atas nama kemanusiaan. Bisakah surgamu sama dengan surganya?

Tuhan menyaksikan semuanya,  Tuhan juga mengabulkan semua pinta,  Tuhan hanya menangguhkan keadilan bukan di dunia,  tapi nanti di kehidupan abadi,  sebaik2 keadilan tempat semua yang tiada akan meniada bertemu dengan khaliqnya.

Minggu, 10 Februari 2019

Waktu mu

Waktu mu
Waktumu hanya sekejap saja sayang,,,,
Sebelum kelak berakhir di penantian,,,,
Seperti melewati koridor memasuki stasiun bernama keabadian
Sejenak dirimu terbaring lelah di peron bernama nisan,,,

Waktu mu teramat singkat sayang,,,,
Bila  digunakan buat hal sia sia
Mengejar, mencari dan menumpuk yang kelak akan menjadi sampah tak menemuimu lagi
Andai tak pandai menggunakannya,  untuk menanam pohon pohon rindang,  hartamu hanya akan menjadi pertikaian setelah dirimu meninggalkannya

Waktu mu terlalu singkat sayang,,,,
Pemberian Tuhan yang sering mengelabuhimu
Pakai,,,, pakai,,,, untuk menjadi sahaya Nya,  gunakan semata untuk kebaikan sesama
Jangan bicara Rahmat al amin,  jika dirimu saja tak menjadi bagiannya

Waktu mu,,, begitu cepat sayang,,,,,
Jika kamu pedagang, berniagalah dengan Nya
Jika kamu petani,  tanamlah kebaikan demi untukNya
Jika kamu pekerja2 kantoran,  jadikan mejamu menjadi sajadah berkhidmat padaNya
Andai kamu bukan siapa2 di mata dunia,  berkawanlah dengan Nya

Sebab,,,,,
Kehidupan bukanlah apa yang kau dapat
Kehidupan adalah apa yang kau perbuat
Kelak kau hanya menemui Nya tanpa membawa apa2 seperti saat kau lahir tak membawa apa2

Segeralah untuk "bangun" sayang,,,,,
Sebelum peluit pertanda kereta berangkat dan tiba di "stasiun" berikutnya, jangan ada kata terlambat, segeralah berbuat, jangan ada kata sesal,  segeralah berjalan penuhi bekal,,,,,,
Kita hanya berupaya, semoga ridha Nya, menjadi penuntun jalan kita
#jalan_sunyi

Senin, 04 Februari 2019

Titik sunyi

Di titik diam, hamba melihat sunyi
Di titik sunyi,  hamba melihat cakrawala
Tatkala perjalanan hidup kelak sampai rumah Mu,  hamba hanya membawa diri yang tak pantas untuk mendapatkan surga Mu

Hamba hanya orang  yang hina dengan lumuran dosa,  tak pantas dengan semua keistimewaan Mu.
Tatkala hamba menghadap Mu dalam dzikir dan doa,  dalam shalat2 malam,  hanya sekedar nyadong ampunan dan ridha Mu,  tak lebih dari itu

Bila kehidupan dunia menyilaukan dengan segala cahaya,  hamba kira nur sejati Muhammad. Setiap shalawat yang hamba lantunkan hanya sebentuk kerinduan dari anak pada bapaknya,  dari bayi merindukan ibunya. Kerinduan pada rasul hamba

Ampuni segala khilaf yaaa,,, rabb,  setiap laku di dunia ini,  setiap kecenderungan keserakahan, setiap hegonomi yang hamba ciptakan,  setiap tangisan yatim piatu yang hamba nafikan, setiap langkah yang melampaui batas,  sungguh tak pantas  kecuali  aniaya yang harus hamba terima.

Hidup bukan sekedar hidup,  ia harus merindang,  ia harus memberi buah, oase bagi para kafilah.
Ampuni hamba yaa rabb,,,, ampuni atas setiap niat yang melukai rasa kemanusiaan,  seluruh kekayaan,  kekuasaan,  kemegahan yang kami kira adalah tahta tertinggi pencapaian,  ternyata hanya sebuah bayangan yang selalu merujuk pada Mu,  sia-sia rasanya saat ajal sampai tenggorokan, ternyata semua ini hanya fatamorgana.
#perjalanan

Sabtu, 02 Februari 2019

Jangan pernah menyangka

Jangan pernah menyangka pikiran bisa dikerangkeng hanya untuk sebuah syak wasangka.  Jangan pernah menyangka  pikiran akan menjadi sebuah kata benda.  Yang benda adalah yang bicara,  yang benda bisa dikandangkan dalam bentuk apa saja.  Namun sekali lagi,  pikiran memiliki imajinasi yang terbang bebas kemana ingin membawa. Hanya yang tak pandai berlogika,  ia bisa di dekap lantas terpenjara.  Sebab yang bisa dipenjara bukan logika,  tapi ego semata.

Ketika kau bicara cinta pada kekasihmu, imajinasimu melayang menghasilkan keindahan semata,  pikiranmu menembus batas waktu dan jarak.  Rindumu memenjara tapi tidak dengan Cinta.  Kekasihmu memanggil bukan dalam kata,  tapi dalam imajinasi dan percaya tanpa kehadiran fisikmu,  Cinta akan tetap menyelimuti hatinya.

Jadi jangan pernah berprasangka cinta bisa dipenggal dengan membekap mulut, ia malah menebar benihnya kemana2 melebihi jarak dan era, melebihi kecepatan cahaya. Pikiran hanya bisa ditawan oleh pikiran,  logika bisa dilawan dengan logika,  argumen bisa disandingkan dengan argumen. Itulah yang dibangun rumah akal,  bukan rumah  yang dangkal

Jika kau bisa menangkap angin,  yang kau tangkap bukan sejatinya angin,  yang kau tangkap hanya pergerakannya,  jika kau bisa menangkap cahaya,  yang kau tangkap sebenarnya bayangannya.  Jika kau mampu menangkap Cinta,  yang kau tangkap bukan Cinta,  tapi rindumu semata.  Maka berendah hatilah bermain  logika,  sebab ia anak terkasih bernama akal, wujud mahluk kesayangan Nya dan gunakan itu sebagai rasa syukur atas semua yang diberikan Nya,  bukan memenjarakannya.
#filsuf_palsu
😎😎😎😎😊😇🤓