Selasa, 18 September 2018

By the way (nemu tulisan 4 thn yg lalu)

"U can't buy anything with hug", itulah status seorang teman ketika membahas uang, dia juga menulis begini : love with money make power others, It make buy happiness. Dia menggambarkan kekuatan uang dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam urusan love dan happines.  Saya hanya membalasnya dengan bilang :  u can't buy all of thing with money, its part of happines.
 
Dalam level tertentu uang memang bisa membeli kebahagiaan dan cinta tapi tidak bisa membeli hakikat bahagia dan cinta. Sebagaimana uang adalah benda, saat cinta dan bahagia ditarik pada tataran benda, tidak saja menjebak namun juga menenggelamkan. Uang memang kita cari untuk memuluskan aktifitas sehari-hari di jaman modern ini( bayangkan saat nenek moyang masih berburu , uang tdk dikenal). Namun sejarah sll  berulang, ketika suatu kaum/bangsa tll meng-agungkan kebendaan termasuk uang secara berlebihan, ia malah menghancurkan dari dalam (self destroyed).

Saya tidak menyalahkan teman tadi karena itu realitas yg dihadapinya namun saya juga tdk bisa bayangkan kekeringan yg akan dialaminya saat menarik total kehidupannya dengan kaca mata bernama uang.

Sabtu, 08 September 2018

Mari (re intro)

Mari
Saat hatimu terlelap, mengejar hidup yang terasa berat, Aku meminta waktumu sejenak, tidakkah kau merasa rindu pada Ku? lepaskan semua bebanmu, singkirkan semua ketakutan dan was2mu. Sandarkan semua problemamu sebentar saja, mari bicara, dalam tangis, dalam pinta dan doa.

Hidup di dunia bukanlah bicara kelak dirimu menjadi apa, memperoleh apa, bukan itu. Aku tak banyak meminta kecuali jalani hidupmu penuh cinta, penuh tawaduk, semua niatkan itu sebagai bentuk ke cintaan mu kepada Ku

Mari, mari luangkan waktumu sejenak ditengah kesibukanmu memenuhi kewajibanmu pada anak, istri,suami yang menanti di rumah dengan penuh harap semoga dirimu diberi keleluasaan rizki yang melimpah. Mendekatlah pada Ku, tumpahkan segala keluh kesah mu, tentang kesulitanmu, yang makin bertambah dari hari ke hari, jalani dengan sabar, sebab itu sementara, sebelum dirimu kembali dalam kebahagiaan abadi yang Aku janjikan.

Jadikan dirimu bernilai bukan dari pencapaian mu, namun dari upaya mu yang terus menerus dan sabar. Aku selalu menemani mu saat niat dan awal dirimu melangkah, semoga kelak engkau akan kembali dalam haribaan sejati, tempat dirimu akhirnya bernafas lega setelah menjalankan tugasmu sebagai suami, istri, anak yang berbakti. Dirimu hanya bisa menangis saat Aku bisikkan : hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Ku dengan hati yang ridha.
#reintro