Jumat, 28 Juni 2019

Cahaya itu

Nasihat buat anak perempuanku:
Kamu tahu,  semua perihmu tentang hidup selalu ditangkap sunyi, karena ia tahu,  setiap gegap gempitamu sebenarnya mewakili hampa dirimu,  sunyi dalam ramai.  Sampai manapun pencarianmu, tenggatnya waktu.  Jadi berhentilah menjadi yang lain,  jadilah dirimu yg genuine.  Bersahabatlah dengan perih,  bukan berpura bahagia,  namun setelah itu kehilangan jati dirimu.  Hidup tak akan bertanya kamu menjadi apa,  ia hanya bertanya kamu telah berbuat apa,  hidup tak pernah bertanya apa yg kau punya,  ia hanya bertanya untuk apa semua yg kamu peroleh. 

Kelak dirimu akan tahu,  tangisan mu tentang kepedihan,  ketidak adilan dan semua derita,  itu mirip doa yg akan memenuhi langit. Malaikat begitu pontang panting saat deras air matamu mirip hujan membasahi arsy. Malaikat bahkan malu jika tak kabulkan selama itu untuk kebenaran. 

Jadilah dirimu cantik bukan dengan memoles ragamu yang kelak akan merenta,  namun dengan membuat sketsa hidupmu penuh kebaikan,  apapun warnanya.  Karena tiap kebaikan mirip bibit yang akan menjadi pohon dan merindang,  meneduhkan. Jadilah cantik bukan karena tuntutan feminismu,  namun karena setiap ibu kebaikan,  akan selalu datang dari perempuan.  Jika tidak,  kelak anak2mu tak akan mengerti apa makna kerakusan dan serakah.  Tak bisa bedakan mana halal mana haram.

Tetaplah istiqamah dengan kondisi batinmu hari ini,  bukankah setiap jejak yang kau buat,  kamu pasti tahu Tuhan menyayangi dirimu melebihi apapun.

Rabu, 26 Juni 2019

Andai esok

Andai esok,,,, 

Bisik malaikat pada penguasa : andai esok waktumu terhenti sebelum ashar, apa yang hendak kau lakukan untuk rakyatmu agar sepeninggalmu kelak , rakyatmu tak mengadu dihadapan Nya sehinga kamu tertolak azab Tuhan. 
 
Bisik malaikat pada sang hakim : andai esok waktumu tiba sebelum duhur, apakah engkau siap mewasiatkan keadilan sehingga dirimu menjadi masyhur dilangit karena keadilanmu

Bisik malaikat pada orang kaya : bisakah kekayaanmu menyelamatkanmu saat malaikat maut memanggilmu sebelum rakaat terakhir shalat dhuha mu terselesaikan

Semua sepi tiada jawaban, hanya wajah2 ketakutan dan sesal, tersadar waktu yang diberi terasa sempit hingga doa ampunan tak cukup,  hingga sedekah semua harta tak mampu menutupi amalan, yang terbayang hanya kesalahan,  hanya gumam dan tangis.

Malaikat pun kembali berbisik : kemana engkau selama ini? tertutupkah mata kalian sehingga tak melihat betapa sang fakir melangkah lunglai disudut2 jalan,  betapa banyak anak2 yatim,  tak beribu-bapa biologis, teryatimkan karena keadilan, kesewenangan, keserakahan;  ribuan teronggok disudut2 peradaban tanpa tahu mengadu kemana kecuali pada sang Khaliq nya. 

Mengapa, mengapa sayang,,,, bisik malaikat dengan kelembutan: kuasa hanya untuk kemaslahatan dirimu, keluargamu,  teman2mu hingga abai jika diluar sana kemarahan memuncak dan kemudian diam terbungkam. Keadilanmu hanya untuk dirimu sendiri.  Hartamu hanya kepanjangan tangan untuk kerakusan.  Apa yang akan kau persembahkan saat menghadap pada Nya.  

Isak tangis sesal begitu menyayat melebihi tangisan sang fakir menahan lapar,  melebihi isak anak yatim tentang ketentraman dalam dekapan ibu-bapa nya.  Sesaat sunyi,,,,, perlahan ufuk yang bersembunyi semburatkan jingga, bersamaan sang kakala meniup perlahan tanda waktunya tiba. Betapa panik hati sang pendosa saat tahu waktunya tiba, kematian yang buatnya khayalan ternyata ada.  Seluruh stigma, dogma apapun yang dibuat tak mampu mengantarkan pada percaya jika kehidupan  setelahnya ternyata ada. Waktu begitu sabar mengingatkan, namun tak berdaya kala hati tertutup jelaga. 
Sesaat terdengar kembali sangkakala yang kedua pertanda penantian tiba setelah kemarin lakumu sia2.

Selasa, 04 Juni 2019

Selamat lebaran sayang

Selamat lebaran sayang, bukankah waktu hanyalah bagian remah2 rindu,  kita hanya menjalaninya dengan total keikhlasan bukan,  karena kita tahu hanya rindu yang mampu mengabaikan waktu. 

Selamat lebaran sayang,,,, seluruh total kehidupan kita yang berjarak dengan apapun,  hanya punya satu tujuan : bertemu. Semoga kita kelak dipertemukan dengan mu di telaga yang di janjikan junjungan kita rasulullah.  Bukankah karena kecintaan kita padanya,  kita melakoni ini sementara.  


Selamat lebaran sayang,  ayah hanya mengira2 Ramadhan dengan puncak lebaran adalah momen dimana pintu langit terbuka, dirimu,  kita,  bisa saling menengok dengan suasana batin haru dan gembira.  Haru,  karena ini hanya sebuah jejak kecil sebelum lebaran yang sebenarnya dan sejati tiba.  Gembira,  karena ayah senang dirimu didekap dalam kasih sayang Nya. Saat keduanya menyatu dalam simpul waktu,  rindu adalah cara menatapmu dengan lega. Selamat lebaran sayang,,,,,, peluk cium dari mama dan ayah 😘😍🤗

Senin, 03 Juni 2019

Selamat lebaran kawan

Selamat lebaran kawan

Kita sudah lebaran lagi.Akan sibuk waktu kita beberapa hari lagi menyiapkan pernak pernik lebaran sehingga tak terasa puasa  hanya sekedar menahan lapar dahaga,  amalannya sirna tak berbekas menyublim entah kemana


Selamat lebaran kawan

waktu2 bermunajat pada Nya di malam2 sunyi tinggal menghitung hari, kalah dengan riuh rendah menghadapi lebaran,  seolah tanpanya terlewati kemenangan, Kemenangan terhadap apa bila sisa hari terakhir puasa tak sanggup menahan godaan terhadap hasrat yg begitu banyaknya. 


Selamat lebaran kawan

sudah beli baju baru? apakah kue2 telah tertata rapi dimeja,  senyum semu bahagia,  namun sejatinya hati kosong belaka.  Di hari terakhir puasa kita begitu rakus memborong semuanya seolah esok tiada,  te ha er habis  untuk membeli ini itu seolah tanpanya lebaran hanya seremonial belaka,  prasyarat ampunan hanya dengan berkata : mohon maaf lahir batin,  hilanglah dosa2 kita 


Selamat lebaran kawan

Sebulan puasa, siang menahan dahaga,  malam syahwat berjalan tanpa jeda, lantas kita menyambut bulan kemenangan untuk setahun ke depan,  tak malu kah harus berpura2 pada Nya? 


Selamat lebaran kawan

Usia hanya isyarat waktu sebelum diambil oleh Nya,  lebaran mestinya menjadi titik kulminasi puncak pertaubatan bahwa ada yang lebih sejati,  lebaran hanya penanda bahwa kelak kita akan kembali dalam keadaan Fitri,  lebaran hanya terminal untuk meniada, selebihnya berharap Allah ridha dengan kita.