Minggu, 07 Februari 2010

Sepanjang jalan itu

antara t.uban dan tuban

apa bedanya

bukankah sebuah titik

tak bermakna apa-apa

mungkin saja hanya sebuah sebutan yang maknanya berbeda

dan ia segera hilang dalam ingatan

setelah berlalu sekian lama

namun siapa sangka

ada sedikit kenang disana :-D

tepatnya....ya

terlalu dalam....entahlah

rasanya sulit hilang

karena di sepanjang jalan itu

ketika malam-malam tiba

menyusurinya dengan kata-kata

seolah tarikan nafasnya

hembusannya

tak cukup waktu buat menua

disepanjang jalan itu...

entah mengapa selalu kembali kesana

sekedar sentimentilkah?

atau sedikit romantisme belaka

untuk buktikannya

bawakan saja setangkai bunga mawar putih

lihat reaksinya

ku yakin akan tersenyum bahagia

seraya berkata: betapa romantisnya

kalau tidak...

hmm...sekedar mimpi apa salahnya :-)


(I think laugh is hahaha not wkwkwk)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar