Rabu, 13 Januari 2010

when sad is beautifullness

II
Inang-inang sayang
kemana engkau gerangan
aku tercekat teriak menampar keheningan
seolah hidup hanya memanggul beban
ksejatian yang pernah dijanjikan
hanyalah bualan manis ditengah dusta hujan
ludah berbuih, menguap disela tangisan
lidah kelu mengutuk nanar tak tertahan
kau tahu anak-anak kita disana
tergelak oleh kemolekan jaman
seraya mencaci maki bapak-ibunya habis habisan
kesengsaraan adalah warisan
dosa jaman adalah tawar menawar
meledak jadi sekarat berkepanjangan
menelikung di kelokan bimbang
hilang kepedihan
menjelma menjadi keberingasan
seolah mereka dilahirkan seperti bisul
beban jaman edan-lah yang mereka pikul

Inang-inang sayang
kemana engkau gerangan
kala kami butuh sebentar saja buaian
pinginnya merajuk di mimpi indah ujung tilam
biar hilang kepedihan
temukan mimpi cinta dan kemesraan
menyublim lewati langit dan bintang
mencium aroma surga barang sebentar
ngendon disana sajalantas menghilang
tapi kau tahu anak kita terkapar
kesejatian hanya ada di lidah yang terbakar
kemarahan yng sia-sia diatas kepedihan
hati kosong mereka hanya diisi dendam
"habislah kita habislah kita"
mencekik leher sendiri
putus asa adalah kawan sejati
memekik kemana saja sang sunyi sembunyi
satu per satu harapan di rampas
satu per satu terpenggal jadi ampas

Inang-inang sayang
kemana engkau gerangan
rinduku sungguh menggelegar
kau tolak cintaku jadi hambar
menari-nari bayangan di depan mata
merinduimu amat mahal harganya
ejekan sinismu menciutkan jiwa
peluk aku di gelap rambutmu
seraya lupakan sumpah serapah itu
tanpa harus meratapi diri tanpa henti
terjerembab di lorong sunyi
lantas rubuh di kelokan bimbang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar