Jumat, 20 Januari 2012

dongeng yang cengeng II


ini hanya kisah
mampir seperti bocah hilang arah
tersesat dalam mimpi tak bisa kembali
salah membaca mantra cinta
menyerah ketulusan di mulut berbusa
sisa luka tercecer sakitnya di jalan-jalan putus asa
rahasia hidup masa depan
meremang tertukar sia sia

ahh,,, ternyata masih saja
menggenggam masa lalu
bukankah itu menyisakan
kutukan pilu
kutukan yang tak bisa hilang sepanjang jaman
merenggut helai demi helai niscaya dan percaya
teronggok menjadi sampah sesal
yang sejatinya enggan hilang
tetap saja saat datang
pasi terkesiap saat kenang
melumuri semua nadi dengan keperihan

kalau bertanya sampai kapan?
bukankah waktu telah menjawab
ketika berjalan ke depan
bila terlihat hanya masa lalu
sama saja melihat hujan
dari sudut gelap kornea
yang tampak hanya bayang kilau air mata

biar saja,,,
kelak selepas itu,
waktu jua yang akan memeluknya
sampai kapan?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar