Jumat, 26 Oktober 2012

sore itu


hujan di malang
seperti menaruh semua harapan pada musim yang hilang
terlalu lama menanti titik air menyejukkan hati yang lekang
pelan dan pasti tanah yang basah memberi aroma
menarik masa lalu dan masa depan jadi satu
dejavu ahh,,,romantisme yang selalu menjadi rindu

hujan di malang
terlalu indah dilewatkan dengan  mimpi
tentang esok yang menanti pagi dan dititipkan pada sang sunyi
bila nyata , realita atau nisbi dan maya kembali dengan mesra
hmm,,, biarkan hujan menangkapnya dengan segenggam
niscaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar