Rabu, 06 Juli 2016

Terlarut aku

Saya terbangun jam 3 pagi, tubuh masih mengikuti ritme sahur puasa, takbir masih terdengar sayup sayup, syahdu. Takbir buat saya lebih senang di dengarkan dengan suara lirih, rasanya betapa diri ini keciiil,,,bingit dihadapanNya. Lantas dilanjutkan dengan tahlil, kemudian tahmid,,,dilantunkan dengan rasa diri ini teramat rendah, ampun maaakkk,,,,rasanya. Kalau sudah begini, diri ini tak pantas pakai baju baru, tak pantas mengaku sudah puasa sebulan penuh, tak pantas merayakan lebaran,,,malu,,,bahkan wagu saat menghadapNya. Jadi aneh saja setiap lebaran saya mindernya luar biasa bahkan pengen banget ngumpet. Namun kalau inget setelah shalat ied terbayang makan opor ayam,,,hilang sudah rasa itu,,,,mirip lagunya samson,,,:
" Terlarut aku
Dalam kesendirian
Saat aku menyadari
Tiada lagi diriMu kini"

Hadeuh,,,,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar