Jumat, 09 November 2012

mengukir

 dan,,kamu mengukir senja, aku mengukir matahari
esoknya kamu membuat kanvas matahari terbit
aku coba menyaputnya dengan jingga sisa kemarin
lantas siapa yang jadi diri, siapa yang jadi bayangnya
bukankah sebuah janji akan ada tenggatnya
ufuk berkata dan mulai bertutur tentang kehidupan sebenarnya
katanya sejauh berjalan hanya akan kembali ke peraduan panjang

dan,,kamu mengukir pagi aku meletakkan tetesan  embun
pada daun yang berharap awal hari akan memberi bahagia
saat ditanya itu,,,yang tersisa hanya sunyi,,,tak ada jawaban pasti bukan
karena hidup sebenarnya hanya perlu keanggunan dan rendah hati
bukan perkara meng-ada atau menjadi
kalau tak ingin terjebak dalam labirin keinginan tanpa henti
coba tanya pada mentari atau pagi dimana letak hidup sejati
niscaya jawabannya hanya diam
(tak diperlukan sebuah jawaban bukan,,,saat engkau berjanji untuk menjadi pendarNya)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar