Kamis, 27 September 2012

bermainlah dengan senja


aha,,
bermainlah dengan senja
bukan karena pagi selalu menyela tidur panjangmu
hingga berusaha mencarinya seperti menangkap bayangan
engkau coba mengadu, kenapa enggan menemuimu
pagi tertawa, prasangka apa lagi yang kau bawa
aku hanyalah kisah waktu yang tak bisa jadi abadi, katanya
dirimu tak mungkin menemuiku untuk menemuiNya
kalau engkau menginginkan perjalanan panjang
tanyakan pada senja, dia akan menjawabnya

aha,,,
kamu selalu saja berkilah senja selalu lambat datangnya
kemudian bercerita kalau ia menemuimu dengan membawa ketakutan
seolah menjadi ancaman dibalik keelokannya
lantas cerita selalu berakhir dengan membandingkan
senja selalu membawa gelap setelahnya
dan itu cukup membuatmu pucat pasi

berhentilah untuk membisikkan pagi dengan kata cinta
menyanjungnya dengan tatapan mesra, sebab ia tak memerlukannya
kenapa tak coba menjadi intim dengan senja
sebab akan memberimu pelajaran hidup paling berharga
kalau pagi adalah nisbi dan keabadian diletakkan setelahnya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar