Rabu, 27 Oktober 2010

W versus w


"hidup ini seperti sebatang tebu,,,yang paling manis ada dibawah, bukan diujung, kehidupan yang membahagiakan akan dipahami setelah melewati pengendapan diri "

W
wing,,,
aku tahu beberapa hari ini
dirimu mengalami turbulensi mental luar biasa bukan
banyak hal yang berlalu cepat
aku tahu engkau tak sempat bertanya
akan kemana arah ini dibawa
ini bukan tentang apa-apa bukan
ini semua tentang impian, karir, keinginan, masa depan
aku tahu,,,
dirimu sempat gamang berdiri di persimpangan
ketika sebuah kejujuran
disalah pahami dan ditelikung
dengan mengatas namakan kepentingan
yaaa,,, kepentingan wing,,,dirimu harus pahami itu
bukankah pepatah sudah bilang:
tak ada musuh dan kawan abadi di dunia ini
yang abadi adalah kepentingan
namun dirimu menyangkalnya
kemarin engkau di fetakompli bukan,,,selamat
nikmati saja rasa sakitnya

w
sudah terlalu sering memang
kelembutan dikira kelemahan
terlalu sering bahkan
kebenaran bersembunyi dari keburukan
bukan berarti ia menghilang
namun hanya ingin berjarak sebentar
sebelum menampakkan wajah aslinya
karena,,,tetap saja beda
kebenaran tetap kebenaran
bukankah tidak ada air kotor
yang ada air dikotori
keburukan tetap keburukan apapun bajunya
ia ada ditempatnya sendiri-sendiri
fetakompli,,,semacam makanankah...?
terlalu sering hingga rasa sakit itu berubah menjadi nikmat

W
edan kamu,,,
kadang aku tidak bisa memahamimu
pernah,,,sayapmu terlihat kusut penuh kutu
lain kali dirimu terbang dengan sayap patah
esoknya membentang dengan indah
permainan apa yang sedang kau perlihatkan
ketika kemenangan dan kekalahan disikapi biasa saja
saat dirimu kalah engkau tertawa
saat menang malah menangis tak tertahan
ketika dirimu terzalimi engkau tergelak
ketika ada waktu untuk membalas semuanya
dirimu tiba-tiba menghilang entah kemana
wing,,,wing,,,
guru macam apa yang sedang kau dekati
semuanya terbalik tanpa aku bisa mengerti

w
hai,,,sang keabadian
aku hanya mencoba melihat dari dunia yang beda
hanya ingin tahu saja
gimana rasanya ketika semua dipahami
dari sudut yang tak sama
aku hanya ingin mengikuti perintahmu
lupakah kalau engkau pernah berkata :
jika dirimu ingin menemui kebijaksanaan
jika dirimu ingin memahami kelembutan sejati
jika dirimu ingin menemui sang inti
maka pahamilah dengan memeluk semua yang beda
dengan kemesraan yang sama
niscaya engkau akan masuk pada cahaya kelembutan
hari ini aku belajar kesana
berat memang namun apa salahnya mencoba
bukankah kehidupan punya satu tujuan
menyatu dalam satu kesatuan
berangkat tak ada menuju tak ada
jadi kenapa kita harus menyesal
kalau sekarang tak punya apa-apa
sebab yang harus disesali adalah
waktu yang diberikan
namun kita sia siakan
untuk mengumbar ego
dan hanya menjadi beban hati
tak membeningkan, tak meng-indahkan, tak meng-hebatkan
bukankah engkau menyebut diriku hamba
tugas hamba adalah mengabdi pada tuannya
pada alam, manusia, semua isinya
yang berujung pada diriMu
jadi kalau hari ini aku kusut dimata sesama
dibilang bego, naif apapun definisinya
ahh,,,bukankah itu permainan kata belaka

W
cukup,,,cukup,,,
jangan kau perpanjang lagi
aku tak ingin dirimu berkata itu lagi
sudah,,,aku pergi,,,
cliiinggg,,,,(menghilang)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar