Sabtu, 15 April 2017

Bahagia(absurd?)

Bahagia
Ini cerita tentang bahagia yang pernah saya janjikan pada mertua dan anaknya dulu waktu masih pedekate dengan semangat saya berusaha meyakinkan kalau anaknya bisa disunting tidak usah kuatir tentang masa depan,sebab pasti saya akan jadi lelaki yang bertanggung jawab untuk kehidupan anaknya dan cucunya. Tentu saja sebelumnya anak mertua sudah saya "racuni" tentang masa depan Bla,,Bla,,Bla,,😂😂. Ibaratnya kalau adinda mau jadi istri saya, apapun mau keliling dunia kemana Ok,mau ke Paris, ke bulan, Ok punya. Hasilnya saya sukses menyunting anak mertua yang kelak jadi ibunya anak-anak. Saya sendiri kadang heran berani beraninya ngelamar anak orang dengan menawarkan masa depan yang indah, ibaratnya saya nunjuk satu bintang di langit sambil bilang itu rumah kita,,,,😀😀 padahal dulu ngelamar masih pengangguran, badan kerempeng karena kurang gizi,,,,😅😅

Setelah jadi istri, saya pun tersenyum kecut kalau diingatkan janji itu, jangankan ke Paris bahkan ke 🌒 bulan, nyediakan waktu buat nemenin ngobrol aja susahnya minta ampun, sampai saya berkesimpulan kebahagiaan itu sebenarnya absurd, antara realita dan impian garis pemisahnya  letaknya di lidah. Apakah istri saya bahagia, entahlah saya gak berani nanya,,,,😁😁😂, dosa rasanya sama mertua dulu,,,,karena sebenarnya dulu saya ngemis cinta anaknya,,,😂😂. Tapi apapun saya sukses telah memberikan kebanggaan sama anak mertua, bisa menjadi ibu, dipanggil nyonya dan dilingkungan rumah dipanggil ibu Joko, hal yang tidak mungkin terjadi kalau tidak menikah dengan saya,,,,,😂😂😂😂, karena bukankah banyak wanita, gadis menginginkan hal tersebut,,,,hahahaha,,,

Jadi, saya sampai pada kesimpulan, jika bahagia absurd adanya, bahagia yang sejati sebenarnya bagaimana ?Kata mas gede Prama bilang kebahagiaan yang datang dari luar dan terbeli, akan datang dan pergi. Jadi kebahagiaan datangnya dari dalam ya mas gede,,,,setelah saya renungkan mungkin benar bahagia sebenarnya serangkaian sikap dan bukan keadaan. Bayangkan saat pagi hari saya terbangun dengan kondisi kucek gitu, nyonya bilang pria paling ganteng yang pernah ditemui,,,,langsung saya cium dia,,,,dan ditolak karena bau jigong,,,,😂😂😂. Apakah ini serangkaian sikap yang membuat bahagia muncul dari dalam,,,entahlah tapi saya berusaha membenarkan biar gak ingat janji saya dulu ngajak dia ke Paris, kalau ke bulan saya bilang sekarang disana lagi musim dingin gak enak hihihi,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar