Dalam pewayangan, dewa yang paling disegani adalah batara guru, selain kemampuan ilmu nya juga karena dianggap sebagai ketuanya dewa, namun tanpa diketahui dewa yang lain.
Sehingga batara guru ibaratnya sebagai kepala stafnya para dewa, teramat hormat dan takut terhadap dewa satu ini yang bernama ismaya alias ki lurah badranaya alias semar yang menyamar jadi rakyat jelata.
Kisah petruk jadi ratu (prabu kanthong bolong) yang bikin gonjang ganjing mengobrak abrik raja didunia sampai kahyangan dengan merusak tatanan mainstream, mengisyaratkan betapa seorang rakyat jelata bisa menjadi raja meski semalam untuk merubah perilaku alias pakem yang menyimpang.
Tidak ada yang bisa menghentikannya bahkan batara guru terbirit2 lari dibuatnya sampai semar bicara: "wes le lereno, karepmu opo, apa karena kamj jadi rakyat jelata merasa sering di injak dan dihina, apa kemuliaan itu ada pada tampuk kekuasaan?".
Prabu kanthong bolong pun menjawab: "hanya sang hyang widhi tau isi hatiku, yang lain aku ga peduli" seketika berubah menjadi petruk kembali.
Dalam tatanan negeri siapapun yang mem- fetakompli suara rakyat dengan mengatas namakan rakyat padahal kenyataannya jauh panggang dr api, maka akan datang sebuah kisah, rakyat akan menagihnya, akan ada "petruk" yang akan merubah tatanan menjadi lebih merakyat bukan mengaku2 merakyat.
Kekuatan dibalik itu siapa lagi kalau bukan karena ki lurah badranaya alias semar penjaga keseimbangan dunia yang sangat di takuti oleh penampuk kekuasaan sebesar batara guru sekalipun.
Jadi buka mata dan telinga, jangan2 tetangga, kolega, sahabat dan kenalan anda bisa jadi adalah ki lurah semar yg sedang menyamar, penjaga keseimbangan dunia dari kebatilan dan munkar 😊😊

Tidak ada komentar:
Posting Komentar