Jari Pena
bertahun tahun kuketuk pintu Mu lama tak terbuka setelah terbuka baru sadar ternyata aku mengetuknya dari dalam #rumi
Sabtu, 23 Mei 2026
kata langit
Bersyukur adalah sebuah cara utk meningkatkan vibrasi tubuh anda. Pada tingkatan energi theta, gamma anda menjadi damai. Dan ini terjadi saat anda meniada.
pengembaraan
Pernah gak kamu berfikir bro...
hingga mencapai umur sekarang hidup hanyalah pengembaraan mencari jalan pulang menuju keabadian. Bukan berarti ada selamanya, keabadian mungkin berarti kembali pada keheningan absolut.
Sadarkah sebenarnya kamu sedang memendam kerinduan itu. Kamu masuk ke dunia ini guna mencari jalan itu dibekali modal raga dan indera. Ragamu coba menerjemahkan keinginan jiwamu. Ada yang menumpuk materi dengan harapan menemukan jalan kembali. Namun jiwamu berkata bukan. Hingga pencarian itu membuat ragamu digeber habis2an.
Hingga di akhir tenggat waktu kau menemukan jika kunci kembali bukan ada di dunia ini, tapi di kedalaman hati. Apa itu? hati yang tentram, damai. Lantas dunia dan seisinya buat apa? Ia hanya tools, alat yang dirangkai mirip potongan puzzle menjadi gambar, lukisan Indah dan jalan masuknya dari sana.
Sebab saat merangkai potongan puzzle tadi didalamnya ada berbagai rasa.
Ada tawa, tangis, rindu, derita, putus asa, harapan, semua mengaduk perasaanmu jadi satu hanya untuk membuat batimu melembut. Saat melembut tiba2 gambaran besar puzzlemu terbentuk. Dan kau menangis sejadi2nya. Kamu seperti memegang tiket jalan pulang. Seumur hidup dicari ternyata kelembutan hatimu lah yang membuka damaimu dan membuka pintu jalan pulangmu.
Masalahnya apa di usia mu sekarang hatimu sudah melumbutkah bro...
Tandanya kamu sudah gak tertarik urusan pencapaian dan sukses orang sebagai tolak ukur validasi dirimu. Atau kau lebih sering melamun, merenung tentang kebodohan2 yang dilakukan di masa lalu.
Kamis, 21 Mei 2026
kisah pak tua
Diujung kehidupannya, merasa malaikat maut segera menjemput, pak tua itu memanggil ketiga anak lelakinya, si sulung, tengah dan yang bontot."anakku, ayah mungkin tidak lama di dunia ini, aku panggil kalian bertemu untuk menentukan siapa yang berhak menerima warisanku berupa tanah dan rumah". Ketiga anaknya manggut2 tampak berseri kecuali anak bontotnya yang begitu bersedih sebab selama ini dia yang merawat ayahnya.
Lantas pak tua melanjutkan : ayah Kasih uang 1juta, penuhi kamar kalian dengan barang apapun dari uang itu, yang bisa memenuhi kalian berhak atas warisanku.
Segera setelah itu ketiga anaknya keluar membeli barang, si sulung membeli garam, dgn pikiran garam murah dan bisa dapat banyak. Tapi dia hanya bisa memenuhi separuh kamar, si sulung pun kecewa.
Ganti si anak tengah membeli kapuk, karena kapuk ringan dan mengembang harapannya kamar bisa penuh, namun lagi lagi kecewa karena hanya bisa penuhi 3/4 nya.
Akhirnya si bontot kembali dengan membawa korek api dan lilin. Kemudian di nyalakannya sebatang lilin yang segera cahayanya memenuhi kamar tersebut. Akhirnya sesuai kesepakatan warisan jatuh ke anak terakhir namun ditolaknya, malah harta warisan tersebut diserahkan pada kakaknya, dan dia hanya minta bisa merawat ayahnya sampai meninggal, setelah itu pergi meninggalkan semua hal yang pernah menjadi haknya.
Moral cerita diatas adalah, kehidupan selalu memiliki arah dan tujuan, ada yang "berenang" di sungai2 kebendaan, ada yang berjalan2 menyusuri jejak Nya. Si bontot memilih itu, bukan berarti tak mau materi, namun diperlukan dalam kapasitas tertentu, selebihnya buat dia malah jadi beban yang harus dipanggul, dan ia rela melepaskan.
tali imaginer
Bukankah ada tali imaginer diantara kita, bukankah Aku dan kamu sebenarnya dekat, terikat tali kasih yg tak bisa direnggut siapapun, bukankah Aku ada saat dirimu berduka, jadi kenapa kamu tidak mencurahkan kesedihanmu, apakah cinta kita belum cukup untuk memastikan bahwa hidup ini hanya ada antara Aku-kamu.
Mari sayang,,,mari kita tuntaskan perjalananmu sebelum kita bertemu, biarkan cinta kita teruji oleh waktu. Aku akan menantimu di ujung waktu dengan janji kelak kita akan menyatu. Tak ada satupun halanganpun bisa memisahkannya . Aku hanya rindu saat kamu berkata dalam kesedihanmu : Hasbunallah wani'mal wakil
Itu terlalu cukup bagi Ku
Rabu, 20 Mei 2026
Langganan:
Postingan (Atom)