Selasa, 11 Agustus 2026

Catatan Broedin...

Menyederhanakan pikiran dan keinginan adalah tugas manusia yang telah sampai pada usia senja.
Jika belum, tanda2 kebingungan seperti cemas, kehilangan orientasi makna hidup, kehilangan orientasi sosial (dengan melabeli diri pada benda2 seperti mobil mewah, tas mahal, rumah , pangkat, jabatan, kekayaan dsb) akan melanda.


Itu adalah cara makro kosmos kehidupan memberi alarm kalau ada yang salah dalam perjalanan hidupmu.

Usia senja bukan berarti sudah tua, tetapi sudah saatnya sebagian waktu dalam kehidupanmu mulai menep alias mengendap,  mulai memasuki fase hening, tidak riuh bergerak dari keinginan yang satu menuju keinginan berikutnya.

Usia senja adalah ketika pertempuranmu bukanlah mengalahkan persaingan dengan orang lain namun mengalahkan  dirimu sendiri. 
#catatan_broedin





Aisyah

Disana...putri saya Fadhila berganti nama menjadi Aisyah sehingga dua pengasuhnya yang asaya panggil mas Ahmad dan mbak Ulfa memanggilnya mbak Ais. 

Akhirnya saya dan mamanya sepakat memanggilnya mbak Ais.  Tapi dia protes katanya :
"Ayah sama mama jangan panggil mbak ais panggil mbak dila,  kan aku anaknya ayah sama mama"

Cerita ceret

Sebuah ceret... 
Sebuah ceret bisa diisi apapun,  air teh,  kopi, bahkan air putih sekalipun. Tugasnya hanya menyediakan ruang untuk diisi siapapun dengan apapun.

Ceret tak pernah klaim ia adalah ceret kopi,  ceret teh atau apapun,  ia juga tak pernah klaim berjasa menuangkan air, teh atau kopi pada gelas, pada cangkir atau apapun. Ia hanya berusaha konsisten agar apa yang dibawanya tak tumpah. Ia berusaha istiqomah menjadi ceret,  ia juga tidak mungkin menuangkan segelas air pada gelas terus dituangkan lagi dalam ceret.

Jadi.. ceret adalah peran mu di kehidupan, air kopi teh adalah kehidupan mu,  tugasmu adalah berusaha konsisten dengan peran mu.  
Bukankah di kehidupan ini banyak yang merasa jadi ceret kopi,  ceret teh.

Akhirnya dirimu terjebak dengan identitas, personalitas yang sebenarnya semu belaka.  Lantas siapa dirimu sebenarnya? Dirimu adalah peranmu di kehidupan, entah menjadi ceret menjadi gelas, bahkan tak menjadi apa2.  Dirimu berusaha menjalankan tugas diisi air kopi,  air teh dengan konsisten. 

Jadi jangan menyibukkan diri sendiri untuk mengidentifikasi personalitas dirimu karena dirimu itu gak ada,  nothing. 



Puisi: ur

Saat kita makin banyak umur
Usia tambah uzur
Sensor indera makin lamur
Hati jangan takabur
Di usia itu harus banyak bersukur dan sering tafakur
Mulai ingat mati yang gak akan kabur
Bersiaplah sebelum nasi menjadi bubur

Manusia pengkuh

Manusia itu pengkuh alias bandel bin ngeyel, diingatkan : "cukuplah kematian sebagai nasehat"
masih saja gak perduli, makanya sama Tuhan dibuat kematian yang dramatis, ada yang lagi cinlok (Cinta lokalisasi) tiba2 meregang nyawa,  ada yang pagi segar bugar ketemu pas jalan sehat,  sorenya  "berangkat" karena serangan jantung. 
Ada yang nyekek botol miras sambil bilang urip mung mampir ngombe,  sejurus kemudian ketam. 

Nah.... yang lebih dramatis yang hidupnya suka menafikan sesama (jadi pejabat gak amanah,  jadi wong pinter bohongi yang bodoh,  yang hartanya bejibun masih kurang dan merasa miskin hingga bansos pun diembat) ketamnya lama diambil dikit2, ibaratnya nyawanya diambil kayak kreditan panci...😁

Jika dirimu

Jika dirimu.... 
Merasa penting,  merasa diperlukan,  merasa pintar, merasa hebat dan merasa2 lainnya,  hati2 itu bukan dirimu,  itu egomu,  kernet yg mengambil alih driver raga mu,  awas kesasar jalan mu. 

Ia akan terus menerus berusaha mengambil alih kemudi bahkan juga bagi orang2 sudah mencapai berkesadaran spiritual😬

Nama Agus..

Katanya yang punya nama Agus, selama agustus ini bisa makan gratis.....
Jangan percaya....
Karena tagihannya nanti muncul di bulan september....πŸ˜‚