Keheningan, ibu kehidupan...
Entahlah.... usia makin bertambah makin menyukai sepi, keheningan...menghindari hiruk pikuk keramaian kota dan pulang nyepi ke desa. Kalau dulu setiap weekend pasti hiburan nya ke mall, dari cafe ke cafe, seolah mengistirahatkan otak, tapi makin mumet... 😁.
Di desa yang jauh dari keramaian tiap bangun pasti disambut burung tekukur, malam kadang ditemani tikus dan kunang2 rasanya damai.
Jadi... kehidupan yang selalu bergerak dari ramai ke hening, menjadi kenikmatan tersendiri. Dalam keheningan sepertinya mudah membangun koneksitas dengan alam sekitar, bahkan terhubung dengan semesta, dengan hanya melihat fullmoon, bintang2.
Keheningan membangun kesadaran bahwa manusia adalah bagian terkecil dari semesta dan semua menjadi harmoni. Aneh memang kesadaran tersebut timbul belakangan ini.
Mungkin benar adanya.... sepi, keheningan adalah ibu dari kehidupan itu sendiri. Seperti kita selalu merindukan ibu kandung, kita merindukan ibu kehidupan....