Senin, 09 Maret 2026

simfoni dalam diri


Cerita seorang ibu melihat permennya diambil putranya tanpa seijin sang ibu, sang ibu marah lantas berkata: tidakkah kamu melihat Tuhan ketika mencuri permen mama?. Dengan polos si anak menjawab :lihat ma,,,. Mendengar jawaban itu sang ibu tambah marah, diikuti pertanyaan lebih emosi: Tuhan bilang apa sama kamu?. Dasar anak polos, dia menjawab jujur: Boleh ambil dua.

Ini cerita yang tetbuka dari penafsiran, namun dari satu sudut pandang, "wajah" Tuhan di kepala kita tergantung pada kebersihan batin kita. Dalam batin yang bersih anak yang polos dan jujur, Tuhan berwajah pemaaf dan pemurah. Dalam batin yang mudah emosi dan curiga, Tuhan menjadi pemarah dan penghukum
(Gede Prama: Simfoni dalam diri, mengelola kematahan menjadi keteduhan)

sering kali aku berkata

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku

Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa saya tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan saya ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus dilakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah penderitaan
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Saya ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman hukuman
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah."
Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"

(Konon ini puisi terakhir ws rendra)

Minggu, 08 Maret 2026

nyanyian sunyi

 Manusia yang sudah "sampai" serupa pohon, diluarnya tenang, tapi bekerja 24 jam sehari. 
Ia jauh dari kemarahan untuk memandang yang salah,
jauh dari keserakahan untuk menggenggam yang benar
# Nyanyian sunyi-Gede Prama

tersenyum dan mengangguk

Kita mungkin hanya tinggal sepenggalan langkah berjalan
tapi rasanya seperti menit terakhir yang kita punya
ada banyak hal yang harus diceritakan

seperti tentang sepasang burung berkicau dengan paruh saling berpelukan di pohon akasia
ini seperti membaca kisah roman picisan
dan  endingnya berantakan tatkala dari depan dua pejantan kucing mengeong memperebutkan betina
musim kawin katamu

Jadi cerita burungpun hanyalah kisah yang berlalu begitu saja
jeritan kucing membuat angin  meliukkan pohon berhasil membuat sepasang burung lagi jatuh Cinta pun kabur
aku hanya tertawa, karena ini bukan hal yang sepadan

jadi dengan ngelantur kesana kemari
bagaimana bisa kita menemukan jalan pulang
kalau semua kisah berakhir di tempat kita memulainya
ada yang bisikkan itulah hidup sejati
sejauh berjalan terbawa angin akhirnya kembali ke awal jua

Tiba-tiba anginpun berbisik:
"kamu ingat ini bulan apa?"
aku mengangguk
setinggi-tingginya harapan, ada jeda untuk sunyi
disana kamu akan bertemu keikhlasan dan romantika
saat kau tahu itu,,,,
jarak,dan waktu hanya sepenggal
perjalanan yang sempurna
aku pun tersenyum dan mengangguk

Sabtu, 07 Maret 2026

bahasa Jawa irit



Inggris : i don't care
Indo : aku gak perduli
Jawa : prett,, 

Inggris : flying so fast
Indo : terbang sangat cepat
Jawa : werr,,, 

Inggris : wait for a minute
Indo : tunggu sebentar
Jawa : sik

Inggris : i don't have money
Indo : aku tidak punya uang
Jawa : kere

Inggris : i don't want it
Indo : aku tidak mau itu
Jawa : moh

Inggris : i don't know
Indo : aku tidak tahu
Jawa : mbuh

Inggris : you have a debt to me
Indo : kamu punya utang kepadaku
Jawa : lali

*Bahasa Jawa begitu efisien,,,
😁😁😁😁

terkadang

Terkadang,,,,, 
Kita tak bisa melihat,  betapa banyak pemberian Allah pada kita,  tapi masih saja kuatir tentang rizki yang di jaminnya

Terkadang,,,,, 
Kita begitu mengkuatirkan hari esok sehingga tak melihat betapa hari ini banyak yang harus di syukuri : kesehatan, keluarga tersayang,  masakan istri yang gosong sehingga buat kita tersenyum

Terkadang,,,, 
Kita selalu berprasangka pada Nya,  tanpa disadari Allah banyak memberi,  kita yang merasa kurang,  sehingga begitu serius pinta dalam doa2 kita dibanding syukur pada shalat kita

Jumat, 06 Maret 2026

renungan pagi ini

"Sujud adalah satu satunya hakikat hidup,  karena perjalanan hanya untuk tua dan redup "