Bukankah itu sebenarnya bagian dari latihan sebelum mudik sejati?. Kerinduan pada orang tersayang yang membuncah bukankah mirip ruh yang merindukan tuhan nya. Apapun kondisi saat pulkam selalu disambut gembira oleh ortu di "rumah" yang ditinggalkan lama. Diterima apa adanya siapapun kita. Ada kedamaian disana.
Yaa.. kedamaian satu hal yang dirindukan saat jauh dari " rumah". Saat mudik sejati pun kita akan disambut senyum tulus dan kedamaian. "Wahai jiwa yang tenang, jiwa yang damai, selamat datang wahai fulan, selamat kembali di rumah sejati penuh damai". Mungkin Tuhan menyambut kita dengan lembut.
Nah.. mulai sekarang belajar mendamaikan diri sendiri ditengah dunia fana yang makin keras ini.