Kamis, 30 April 2026

kosong ditengah keramaian

Kamu diantara banyak orang... 
Suara ramai tawa dimana mana... 
Tapi entah kenapa, 
Di dalam dirimu terasa hening,  terasa kosong .
Bukan karena kamu tidak punya teman. 
Bukan karena kamu sendirian. 
Tapi karena kamu seng "jauh" dari dirimu sendiri... 
#berkah_semesta.id

renungan hari ini



Kita semua hidup di malam yang sama,  tapi masing2 punya kegelapannya sendiri"

mburuh

Selamat hari buruh,  baik yang mburuh pada majikan,  mburuh pada diri sendiri,  maupun mburuh pada kecenderungan. 
Tapi sebaik2 mburuh adalah membuktikan mburuhmu pada sang Maha, tempat semua esensi hidupmu diletakkan dalam kalimat : "Wa ma khalaqtul jinna wal insa illa liya'budun" (dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mengabdi kepada Ku) 

siap kalah

“Siapkan untuk kalah. Sebab, kesiapan untuk menang sudah dikerjakan oleh naluri, tidak usah dirancang. Amat susah untuk kalah, menang itu gampang.” (Cak Nun)
# kopi, buku  dan penyetan

Broedin naik angkot

Broedin naik angkot✌
Suatu saat,  ketika broedin naik angkot yang duduknya berhadapan,  di depannya ada cewek kalau dilihat dari dandanannya seorang spg kerja di mall,  roknya yg mini kadang membuat si mbak menarik2  rok tsb krn merasa "dalemannya" kelihatan dan jadi lirikan penumpang laki termasuk Broedin yg getol melihat "pemandangan " absurd . Mau diingetin takut marah,  gak diingetin kok selalu menggoda. 

Akhirnya broedien menyanyikan lagu indonesia pusaka : 🎶,,,,,,disanaaaaa,,,, tempat lahir beta,,,, 🎶 sambil melirik ke Mbaknya yang langsung nampol broedin sambil ngomel : modus,,,, 
😁😁😁😁

ngaji di medsosiyah

Ngaji di medsosiyah

Dalam hal tulisan di medsos,  saya banyak "ngaji" di pesbukiyah dan twiteriyah dimana status sahabat2 saya,  kadang mewakili isi hatinya disana,  sehingga saya jadi tahu,  seberapa tingkat kegalauan mereka,  diukur dari kadar kedalaman tulisan yang saya amati dari waktu ke waktu,  bahkan seandainya mereka hanya sekedar copas,  atau berpura2 bahagia,  kemampuan menganalisa ruh status mereka terlihat gamblang,  sehingga kadang ada rasa trenyuh saat mereka bersedih,  ikut gembira saat kebahagiaan mereka diposting di halaman umat pesbukiyah. 

Yang paling dramatis,  saat saya belajar ngaji di instagramiyah,  dengan posting2 poto pakai beberapa aplikasi menjadikan yang kurang menjadi lebih,  yang lebih jadi kurang,  kok saya banyak melihat kemurungan disana.  Kalau toh ketawa,  hanya fisiknya,  selebihnya hanya pose2 estetika dan begitu terbuka untuk dilihat auranya.  Sehingga ada beberapa sahabat entah karena aktif banget di pengajian instagramiyah,  jadi ketahuan latar belakang pribadinya (yang suram).

Pertanyaannya ko bisa tahu?  Ahhh,,,, sama sahabat broedin van klompen saya sudah ditasbihkan sebagai orang yang suka bedah forensik kata dan data (kadang broedin suka ngawur kalau ngasih istilah). Dan broedin pernah ngasih julukan itu saat dia aktif di dunia maya dengan nama Peter (katanya nama peter singkatan kalau kepepet muter2).

Yang ingin saya bincangkan adalah dunia yang makin mepet sekarang ini,  jangankan foto anda, pernah karena ingin berbagi kebahagiaan,  foto anak,  baby dan orang tersayang,  telah disalah gunakan orang lain untuk hal yang jahat. Bahkan cyber criminals,  begitu dekat dengan kita, jadi mengobral foto kadang menjadi dilema,  apalagi mengobral data pribadi. 
#jelang subuh

dan plot twist...


Hidup ini bergerak hiperbolik sepertinya.  Tatkala muda,  tenaga dan pikiran masih mumpuni,  kita berlomba lomba memperlihatkan karir,  sudah mencapai apa,  sudah memiliki apa. 

Setelah di banting banting mestinya makin bijak,  bukan apa yang diperoleh,  tapi apa yang bisa diperbuat.  Ternyata perolehan eksternal malah menaikkan level keinginan yang makin besar, makin ngoyo,  makin berat persoalan hidup ini. 

Dan plot twist,  setelah masuk usia paruh abad kita pamer  penyakit, pamer obat dan asyik tukar pikiran pencegahannya . Gak mikir pencapaian eksternal,  tapi mikir gimana caranya bugar.  Sesekali waktu dilempar ke masa lalu,  buat memproyeksikan kehidupan setelah ini.  Itulah kami,  bergerak di jalan jalan sunyi,  sebab hakikat hidup hanyalah untuk sujud, sebagaimana perjalanan ini untuk menua dan akhirnya redup.