Senin, 21 September 2026

Renungan senin legi


Ketemu..

Ketemu orang berilmu, kita belajar menata hati,

Ketemu orang fakir ilmu(bodoh)  kita belajar rendah hati ,

Ketemu orang bijak kita belajar menyelaraskan hati,  

Yang susah ketemu broedin van klompen,  saya malah belajar misuh2 dalam hati. 
😂😂😂

Broedin story-cara berketuhannanmu

Bagaimana cara berketuhanan anda? Katakanlah apakah ada anasir "takut"saat menghadap Nya? Jika iya, maka akan segan berbuat aneh2 di rumah Nya, entah itu di rumah2 ibadah atau di pusatnya sana (masjidil haram tempat kabah bersemayam).

Beda dengan sohib saya Broedin van Klompen, baginya ketakutan2 tersebut hanya menyisakan lara/pedih bahkan naif. Pernah dulu saat jadi nelayan di kampung nya madura, seharian gak dapat ikan dia mbatin : Tuhan,,,katanya Sampeyan rahman dan rahim, mana buktinya...kalau hari ini gak dapat ikan besok saya main judi lagi ,,, ajaib tak lama kemudian seperahu penuh ikan.

Atau saat dia umroh, hatinya gemetaran saat pertama naik pesawat yang mesinnya bergemuruh, takut pesawat jatuh sehingga janji jika selamat sampai jedah dia akan motong kambing satu.

Ketika pesawat ngalami turbulance, janjinya ditambah : "Tuhan kalau saya selamat saya naikkan deh tambah nyembelih unta satu". Ketika pesawat mendarat selamat broedin sujud syukur di landasan.
Saat inget janjinya, dia mendongak ke atas : kalau saya gak jadi nyembelih kambing dan unta Sampeyan mau appa,,,

Selama ritual umroh dia yang paling rajin tawaf bahkan berkali2 berusaha mendekat dan mencium hajar aswad. Tentu ini jadi catatan Wan Abud kepala rombongan umroh dengan mencontohkan broedin ke sesama jemaah lainnya.

Saat ditanya motif nya kenapa selalu berebut untuk selalu mendekati ka'bah. Dengan enteng broedin menjawab : anu Wan,,, saya pengen tahu apa kabah ada besinya, siapa tahu kalau sudah berkarat ane bisa beli bekasnya,,,, katanya sambil cengengesan. 

"Kualat ente,,, didepan ka'bah masih transaksi,,, " teriak wan abud sambil lempar klompen yang dipakainya.
Broedin lari menghindar sambil ketawa cekaka-an.

Entahlah cara pendekatan broedin terhadap Tuhan agak beda dan terlihat akrab, saya aja gak berani seperti dia. Hingga sampe penasaran, pernah saya tanya :"dien ente yoo pernah misuhi Tuhan kalo doamu gak dikabulkan? ".

"Keseringan mas bro, tapi jangan ditiru, bisa2 malaikat izrail ngamuk ntar".
"Lah opo ente gak takut?"
"Ngapain takut mas bro, lebih takut kalo anak istri gak bisa makan,,, malah dosa, ane gak mikir,  mau diapakan bahkan dipithes mati koyo tumo yo gapopo malah seneng, kewajiban ane malah rampung"

Saya pun mengangguk2 sambil termangu2, sohib saya ini memang naif dan beda cara mendekati sang Maha mirip seperti sahabat, bukan bawahan kepada atasan. Jujur saya tidak seberani dia. Disentil cobaan dikit saja saya sudah kaing-kaing, mirip anjing bulukan.




Embuh lah

Apa tujuan dirimu berkesadaran spiritual? Agar dirimu mengenal dirimu lebih baik, agar dirimu tahu dimana maqom mu/tempatmu dalam makrokosmos dan mikrokosmos kehidupan. Agar kau mengerti manusia bukan puncak rantai makanan dalam ekosistem.

Makanya berkesadaran spiritual bukanlah yang harus di banggakan, ia berjalan alami sealami burung terbang, ikan berenang. Memang efek sampingnya dirimu lebih peka dan waskita. Bahkan kadang bisa ngerti fenomena anomali alam. Hal yang beginian kadang malah dibanggakan dan menjadi eksklusif karena dirimu merasa sakti. Jadilah dirimu jatuhdalam jebakan ego. Jadi ojo gumun bin heran klo ada orang bisa terbang dan jalan diatas air....
(Pake pesawat dan perahu)....
😁😁😁



Banyak

Banyak orang disekitar saya bangga dan terjebak dengan kemampuannya yang waskita, terus untuk apa kalau masih doyan nasi pecel, masih doyan ngopi, masih ketiduran kalau dilempar bantal.

Bangga dengan hal yang absurd dan tidak menerangi malah menjadi hijab/tabir penghalang perjalanan nya.
Ibarat mau jalan ke Surabaya dari Malang,,, eh di Sidoarjo ada orkes ndangdut yang gemerlap, berhentilah disana karena kagum dengan gemerlapnya lampu orkes dangdut. Dikiranya sudah sampai.... 😁😁😁



Eternity

Apa beda udara yang kau tiup ke dalam balon dengan udara di atmosfir? Gak ada, hanya yang di dalam balon terbatas, di atmosfir unlimited.
Balon mewakili jasadmu, udara mewakili diri sejatimu.

Saat balon meletus, udara di balon kembali bergabung di atmosfir yang tak terbatas.
Kematian jasad ( balon meletus) membebaskanmu dari keternbatasan itu,  tapi kebanyakan orang takut mati dan pengen abadi/eternity.
Ironi... 



Minggu, 20 September 2026

Do not...donut

Konon donut alias donat berawal dari seseorang tidak suka makan apapun, katanya : do not..alias tidak, akhirnya  tercipta sebuah kudapan yang bagian tengahnya tidak bisa di makan...
jadilah donot jd donut...😬