Jari Pena
bertahun tahun kuketuk pintu Mu lama tak terbuka setelah terbuka baru sadar ternyata aku mengetuknya dari dalam #rumi
Selasa, 10 Maret 2026
pak Gede story 2
Dalam menyongsong masa tua, kebanyakan orang ingat mengumpulkan uang. Sedikit orang yg ingat mengumpulkan kasih sayang. Jika uang menumpuk menimbulkan ketakutan, kasih sayang yg menumpuk menimbulkan rasa tenang dan nyaman. Diterangi oleh cahaya pemahaman seperti ini, mari belajar menumpuk kasih sayang dg cara banyak mendengarkan orang, banyak menolong, banyak memaafkan. Seperti menanam bibit2 bunga, jika menanam seribu bibit kasih sayang, sekurang2nya sepuluh dari bibit itu akan mekar menjadi masa tua yg penuh cinta.. bellofpeace.org
pak Gede story 1
"Menua itu alami, tapi bahagia itu adalah sebuah pilihan", demikian pesan yg kerap muncul diantara orang2 yg mulai menua. Tidak ada orang yg bisa melawan hukum penuaan. Semua orang harus tunduk pada hukum ini. Tapi kendati tubuh pasti menua, jiwa bisa memilih menjadi bahagia. Caranya, longgarkan cengkraman pikiran, jauhkan pikiran dari segala hal yg serba harus dan mesti. Dari sini kemudian belajar mengalir seperti air sungai. Tidak perlu didorong, tidak perlu dipaksa, air sungai akan sampai di samudra. Tidak perlu memaksa, tidak perlu marah2, semua jiwa akan pulang ke rumah cahaya yg sama...
#bellofpeace.org
untung dan iwak
Dalam bahasa Jawa, ada kata yang dikenal baik yaitu : untung dan iwak
Saat kena musibah mereka selalu bilang : untung ga mati, saat ketabrak truk masih hidup. Untung cuman patah kaki bukan patah kepala.
Jadi situasi apapun buat mereka masih untung, bahkan dagang kalau rugi pun dibilang untung. Untung ruginya ga banyak, untung cuman kehilangan sedikit.
Yang kedua apapun makanannya dengan lauk apapun, selalu dibilang iwak(ikan). Mau pakai kerupuk, tahu, tempe, sampe trasi selalu didepannya ada kata iwak: iwak tahu, iwak tempe, iwak krupuk, iwak trasi.
Pelajarannya adalah : dalam situasi apapun, peradaban jenis ini selalu mengedepankan rasa syukur (untung) dan ikhlas (iwak). Saya tidak tahu, apakah ada peradaban bangsa dimana setiap musibah selalu di kerangka kan/framing dengan rasa syukur(untung), dan ikhlas(iwak) kecuali di pulau Jawa.
😀😀🤓🤓
filosufi
Seberat beratnya puasa, masih tahu kapan akan berbuka.
Lebih berat rindu kepadamu, karena tak tahu kapan akan bertemu ...
#filosufi
Senin, 09 Maret 2026
simfoni dalam diri
Cerita seorang ibu melihat permennya diambil putranya tanpa seijin sang ibu, sang ibu marah lantas berkata: tidakkah kamu melihat Tuhan ketika mencuri permen mama?. Dengan polos si anak menjawab :lihat ma,,,. Mendengar jawaban itu sang ibu tambah marah, diikuti pertanyaan lebih emosi: Tuhan bilang apa sama kamu?. Dasar anak polos, dia menjawab jujur: Boleh ambil dua.
Ini cerita yang tetbuka dari penafsiran, namun dari satu sudut pandang, "wajah" Tuhan di kepala kita tergantung pada kebersihan batin kita. Dalam batin yang bersih anak yang polos dan jujur, Tuhan berwajah pemaaf dan pemurah. Dalam batin yang mudah emosi dan curiga, Tuhan menjadi pemarah dan penghukum
(Gede Prama: Simfoni dalam diri, mengelola kematahan menjadi keteduhan)
sering kali aku berkata
Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya
Tetapi, mengapa saya tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan saya ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus dilakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah penderitaan
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Saya ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,
seolah semua "derita" adalah hukuman hukuman
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah."
Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"
(Konon ini puisi terakhir ws rendra)
Minggu, 08 Maret 2026
nyanyian sunyi
Manusia yang sudah "sampai" serupa pohon, diluarnya tenang, tapi bekerja 24 jam sehari.
Ia jauh dari kemarahan untuk memandang yang salah,
jauh dari keserakahan untuk menggenggam yang benar
# Nyanyian sunyi-Gede Prama
Langganan:
Komentar (Atom)