Kita hanya berdiri membisu pandangi takik di pohon yang sudah menua, mungkin seumuran harapan ini,
saat angin meniup pelan ,
riak daunnya mengingatkan kamu.
Tiba2 seperti terlempar ke masa lalu saat kita memburu semua cahaya namun tak sampai jua hingga kita merasa terlalu lelah,
dan genggaman jari makin erat saat isak mulai lirih terdengar
Kita pun saling memandang,ada pendar jingga di pupil matamu, entah kenapa tiba2 aku seperti itu melihat surga, kebebasan dan keikhlasan
Dan kita saling berbisik: apa ini namanya Kasih sayang?

