Kamis, 27 Agustus 2026

Entahlah...

Hidup ini kalau dipikir pikir sebenarnya hanya menunggu mati.  Maka biar gak bosan kita punya kesibukkan. Yang diharapkan aktifitas bernama kesibukan itu akan membawa badan dan jiwa ini menuju cahaya Nya.

Itulah sebabnya mengapa orang berlomba berbuat kebaikan.  Karena energi positifnya yang terang benderang bisa menyelimuti badan dan jiwa yang bersangkutan. Ini membuatnya mudah kembali menuju sang khaliq karena jalannya mudah dan terang. 

Namun ada sebagian orang yang absolut terpesona gemerlapnya dunia sehingga lupa di dunia ini hanya sebentar. Mereka menghalalkan berbagai cara buat memperolehnya. Bahkan hingga menafikan orang lain yang jelas tidak disukai Nya. 

Ada yang memperolehnya dengan menyerobot hak orang lain,  mengurangi timbangan,  menipu,  mencuri hingga korupsi. Padahal semua ada dalam radar pantauan Nya. Perbuatan tersebut menghasilkan energi gelap,  dark energy. 

Susahnya energi gelap ini bikin adiksi.  Tubuh awal awal menolaknya sampai kecanduan,  kalau tak memperolehnya bikin sakau pemilik raganya sampai menyelimuti jiwanya. Saat nyawa lepas dari jasad,  jiwanya membawa dark energy ini.  Karena terselimuti gelap susah sang jiwa menemukan jalan terang. Sang jiwa kesasar kemana mana. Ini awal penderitaan karena kehidupan setelah mati adalah kekal abadi. 

Bisa bayangin gimana siksaan ini seperti  orang buta tak menemukan jalan pulang dan abadi kecuali ada pengampunan Nya. Jadi selama masih bernafas yuk bro... jangan nackal lagi sampai menafikan orang lain, itu perbuatan yang dibenci Tuhan. 

Jalani hidup ini dengan kebaikan agar jiwa ini diselimuti energi terang sehingga mudah saat jiwa ini pulang...😊😊😊








Ingin ku miliki

"Ingin ku miliki
Dengan sepenuh hati
Walau ku harus setengah terluka
Mengharap cintamu
Ingin ku sayangi
Tanpa terbagi lagi
Apakah mungkin
Menjalin kasih
Bila aku tak tahu
Bagaimana kau mencintai diri ku"

Lagu romantis yang di nyanyikan uthe, masih enak didengar telinga ini. Berkisah hidup dan cinta dan ratapan, lengkap sudah mengaduk emosi kita.

Saat saya kirim ke sobat broedin van klompen, kurang ajar dia bilang, jika kasih sayang Tuhan mirip syair itu.
Tapi terlepas dia jahil kalau diresapi ada benernya juga.

Kita sering mengabaikan Nya,,,ingin KU sayangi,,,,tanpa "terbagi lagi", apakah mungkin menjalin kasih bila aku tak tahu bagaimana kau  mencintai diri Ku,,,,
ahhhhh,,,sore yang indah,,,,



Susi hamil

"Maak.. Susi hamil"
"Woooi bangun susilo...kerjaan molor aja sana bantu bapakmu di sawah..  
"Ahh... emaaak ngeselin aja"

#nama dan tempat hanya kebetulan belaka bukan yang sebenarnya


Meniti dirimu

Meniti dirimu
Mirip kisah romansa yang malu malu sembunyi
Sebelum rindu datang menagih janji

Meniti dirimu
Seperti membaca alif ba ta tsa
Tak mungkin bisa sampai akhir
Lantas berhenti di HamzahYa

Ngeprank Tuhan

",,,Sekarang AKU tersadar  cinta yang ku tunggu tak kunjung datang, apalah arti aku menunggu bila kamu tak cinta lagi,,,,,"
(apalah arti menunggu-Raisa) 

Sepotong lirik lagunya Raisa, bayangkan...saat kita sebagai manusia di PHP oleh sesama, sakitnya itu loh,,,,,
Sadar gak tiap shalat kita selalu membaca untuk selalu berjanji mencintai dan mengingat Nya, tapi di keseharian kita abai bin cuek,,,,
rasanya kok mirip syair diatas ya,,,(meski sejujurnya Tuhan tak butuh cintamu 😀😀😀)

Rumah

Rumah bukan sekedar ruang
Tapi ia menyimpan ingatan
Tatkala penat membilang
Lantas menghilang di persimpangan malam 

Rumah juga bukan persinggahan, 
Ia mirip sketsa hidup
Dimana kau menggambar kecenderungan 
Bukan dengan banyaknya 
kira dan keluh
Tapi tempat menaruh rindu dan keniscayaan

Paralon tipe AW

Klo kamu sukanya banding2kan,  pengen suami tinggi putih slim kuat...sono nikah sama paralon tipe aw
😁😁😁