Rabu, 18 Maret 2026

kemampuan motorik

Waspada kemampuan motorik usia diatas 50 tahun. 
Teman saya pergi liburan ke Bali naik pesawat . Saat landing di bandara ngurahrai dia tidak bisa berdiri. Sudah dua kali dia coba berdiri  tapi gagal. Hening  sejenak dia diam dan berfikir mungkin karena terkena pelemahan syaraf mendadak. 

Maka dia beristighfar berkali kali sampai leras suaranya.  Pramugari pun datang mendekat bertanya penuh perhatian : "bapak kenapa,  muka bapak pucat sekali? "
Teman saya menjawab " saya tidak bisa berdiri ". Dia pun mencoba berdiri dan gagal lagi. 
Pramugari " bapak,  coba bula dulu seat beltnya ".


pesan langit

Tersenyumlah,  karena pernak pernik kehidupan dunia mirip permainan anak2, semua tawa-sedih,  bahagia-pedih datang dan pergi

Bersyukurlah dengan nafas masih berhembus saat ini,  masih bisa merancang kebaikan dan keindahan,  masih bisa membagi welas asih Dan cinta pada orang terkasih

Mengalir lah atas kehidupan yang sudah sempurna ini Dan telah menjadi bagian dari nya

#pesandarilangit

Senin, 16 Maret 2026

belajarlah pada waktu


Belajarlah dari waktu, ia mewakili keikhlasan, pengorbanan tanpa tendensi,cinta yang sederhana.  Jika kamu merasa dirimu memiliki waktu, itu kesalahan terbesar, karena waktu yang memiliki dirimu.  Salah jika kamu merasa berhitung dengan orang lain karena waktu,  sebab waktu tak bisa dihitung dengan angka, tendensi atau kecenderungan apalagi hanya untuk pemuas ego dan hasrat belaka. 

Waktu tak bisa menentukan kapan ia berakhir dan kapan memulai karena ia menyayangi semua mahluk Nya,  hingga dititahkannya untuk mengantarmu menemui Nya dengan ketakziman luar biasa. Berhentilah dengan mengira bisa memiliki waktu sehingga harus dihitung, dibandingkan bahkan diberi harga, dengan perniagaan begitu naifnya. 

Karena sang pemilik waktu begitu sayang padanya hingga tak akan rela. Sebab jika itu kau lakukan, kelak dirimu akan ditagih dengan perniagaanmu dan waktu tersenyum mengangguk dengan ketakziman pada Nya. Jadikanlah ia sahabat yang membawamu pada kegunaan sesama hingga saat engkau menghadapNya, waktu akan menyayangimu dengan rela. 
#telusursunyi

anak belajar dari kehidupannya

Children Learn What They Live
(Dorothy Law Nolte) 
(Anak belajar dari kehidupannya) 

1. If children live with criticism, they learn to condemn.
(bila anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki) 

2. If children live with hostility, they learn to fight.
(bila anak dibesarkan dengan permusuhan,  ia belajar berkelahi) 

3. If children live with fear, they learn to be apprehensive.
(bila anak dibesarkan dengan ketakutan,  ia belajar kekuatiran) 

4. If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
( bila anak dibesarkan dengan belas kasihan,  ia belajar mengasihani diri) 

5. If children live with ridicule, they learn to feel shy.
(bila anak dibesarkan dengan cemoohan,  ia belajar rendah diri) 

6. If children live with jealousy, they learn to feel envy.
(bila anak dibesarkan dengan rasa cemburu,  ia belajar iri) 

7. If children live with shame, they learn to feel guilty.
(bila anak dibesarkan dengan penghinaan,  ia belajar menyesali diri) 

8. If children live with encouragement, they learn confidence.
(bila anak dibesarkan dengan dorongan,  ia belajar percaya diri) 

9. If children live with tolerance, they learn patience.
(bila anak dibesarkan dengan toleransi,  ia belajar menahan diri) 

19. If children live with praise, they learn appreciation.
(bila anak di besarkan dengan pujian,  ia belajar menghargai) 

11. If children live with acceptance, they learn to love.
(bila anak dibesarkan dengan penerimaan,  ia belajar mencintai

12. If children live with approval, they learn to like themselves.
(bila anak dibesarkan dengan dukungan,  ia belajar menyenangi diri

13. If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
(bila anak dibesarkan dengan pengakuan,  ia belajar memiliki tujuan

14. If children live with sharing, they learn generosity.
(bila anak dibesarkan dengan berbagi,  ia belajar kemurahan hati) 

15. If children live with honesty, they learn truthfulness.
( bila anak dibesarkan dengan kejujuran ia belajar kejujuran) 

16. If children live with fairness, they learn justice.
(bila anak dibesarkan dengan sebaik2 perlakuan,  ia belajar keadilan) 

17. If children live with kindness and consideration, they learn respect.
(bila anak dibesarkan dengan kebaikan,  ia belajar menghormati) 

18. If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
(bila anak dibesarkan dengan rasa aman,  ia belajar menaruh kepercayaan) 

19. If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.
(bila anak dibesarkan dengan persahabatan,  ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan)

Minggu, 15 Maret 2026

macam macam suara hewan

Kucing : meeooong... 
Anjing : guk guk guk
Bebek : wek wek... 
Kambing : mbeeek.. 
Buaya : assalammualaikum ukhti
               jangan lupa nanti malam
               shalat tahajud yaa... 
😂😂😂😂

re - intro


Tugas kita ke dunia, apapun pekerjaan dan profesi anda adalah menjadi petani, petani yang menanam kebaikan di sawah bernama dunia,
petani yang merawat agar sawahnya menghasilkan keindahan, bukan merusaknya. Petani yang menanam padi bernama keikhlasan bukan keserakahan. Petani yang rajin menanam bunga kebaikan, bukan bunga plastik bernama kepalsuan....

siap(a) kah kita?

Siapakah kita di kehidupan dunia ini? Apa misi dan tujuan ada disini? Kenapa kita dilahirkan dan berujung kematian jasad? 

Jika dipikir pikir,  kehidupan dunia ini adalah padang pengembaraan,  dan kita sebagai pengembara nya di kehidupan ini (soul traveler).
Sebagai pengembara kelak akan pulang laksana kapal akan berlabuh. Jadi apa yang akan kita bawa kelak?  Harta materikah? Tampuk kekuasaan kah?

 Tidak,  kita kembali dengan membawa kesadaran batin kalau kita istimewa, bahwa kehidupan dengan pernak pernik gemebyar membuat kita semakin teguh kalau "rumah" adalah tempat terbaik buat berlabuh dengan tenang,  damai. (gampang kabujuk nafsu angkoro,  ing pepaese gebyaring donya - syi'ir tanpo waton).

Lalu apakah ita mengumpulkan materi selama hidup adalah kesia siaan? Yaa,, selama kita sulit melepas kemelekatan pada dunia fana.  Sebab semua itu hanya hak pakai yang mampir buat belajar apa itu kemelekatan apa itu kesadaran hakiki. 

Karena bagi pengembara kehidupan dunia adalah tempat belajar dan laboratorium besar untuk mengetahui apa keberadaan, apa suwung,  apa hening,  apa dualisme,  ada apa diantara angka nol dan satu,  0-1.
Belajar memahami darimana suara datang, kemana ia pergi,  darimana jiwa berasal dan kemana pergi?. Apa jembatan realita dan Maya? Apa jembatan Nyata dan absurd.  

Pengembara akan disibukkan dengan hal itu sehingga tak sibuk dan tak riuh mengumpulkan materi seperti lainnya. 
Baginya umur bukan kumpulan angka biologis semata,  namun ia adalah progres kematangan jiwa...