Senin, 13 Juli 2026

derap

Sejauh jauh berjalan kelak dirimu akan menyadari akan kembali pada diri sendiri.  
Mungkin kesedihan dan kebahagiaan adalah titik terminal yang akan datang silih berganti
Namun dirimu akan tetap ada, mirip kampung halaman yang nun jauh disana

Kadang rindumu menepis keasingan karena keterlanjuran
Lantas di sudut waktu diatas usia yang makin menua dirimu bertanya : siapakah saya? 
Ahhh,,,, kecengengan apalagi ini,  dirimu mestinya telah menemukan "rumah", home,,,, bukan house,  bukan pula kesombongan kecil berupa angka namun tak bermakna. 

Bukankah dalam lubuk hatimu terdalam,  ada rasa penyesalan namun tak terungkapkan
Bahkan saat langkahmu menyusuri hidup,  sempat menafikan teman seperjalanan,  lantas bertanya dimana ia sekarang? 
Bukankah terlambat menanyakan itu saat matahari hampir tenggelam? 

Jadi,  sebelum langkahmu menjauh dan makin mendekat tenggat waktu,  dirimu berusaha menemukan kesejatian namun dengan hati yang membatu,  mungkinkah itu? 
Sebab hidupmu tak bisa dirancang dengan asumsi,  kecenderungan,  bahkan tendensi. 

Hidup tak semudah itu,  ia yang kan menuntunmu,  walau terkadang ia berupa potongan teka teki. 
Karena hidup bukanlah seberapa banyak kelak yang akan digendong (materi,  pangkat,  maqom dan harkatmu) tapi seberapa dalam tawaduk mu pada Nya. 

Sebab Dia hanya akan menyambut mu dengan gembira saat dirimu kembali ke rumah kesejatian dengan ikhlas dan rela,  membawa cerita perjalanan langkahmu dengan gembira. 

Saat kau sadari itu,  kamu akan tersungkur menangisi kebodohan dan kesia2an selama ini,  karena semuanya telah sempurna. 
Satu2nya yang telah lama kau lupakan hanya sebuah kata : "terimakasih"
Bahkan kata semudah itu pun kau kelu,,,,,

lagunya Naff

Syair ini menjadi satire karena gambar dibawahnya,,,,,, 😁😁😁😁😂😂

Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh

Kuberharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu
Hingga ujung usiaku

Jika nanti kusanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku

Akhirnya 'ku menemukanmu
Saat hati ini mulai merapuh
Kuberharap engkaulah
Jawaban segala risau hatiku
Dan biarkan diriku
Mencintaimu
Hingga ujung usiaku

Jika nanti kusanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku

Jika nanti kusanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahanku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih 'tuk mencintaiku

Akhirnya 'ku menemukanmu

manusia ruang

Kita mungkin pernah bertemu seseorang tanpa kita kenal, tapi rasanya berdekatan dengannya begitu damai.  Saat logika kita  melabel-i orang tersebut,  kesulitan,  profesinya apa,  kemahirannya apa,  jabatannya apa. Tapi begitu diajak ngobrol apa saja,  semuanya mengalir,  penuh kegembiraan, apapun topiknya mampu bicara dari sudut berbeda, bahkan alur berfikirnya bikin kita terkaget2. Orang tersebut tak bisa di tempatkan dalam ruang, seperti jabatan, profesi lainnya. Karena dirinya yang menyediakan tempat bagi semua jabatan,  semua profesi.  Ia yang menyediakan ruang untuk semua.  Ia sejenis manusia yang telah menyatu dengan makro/mikro kosmos,  ia sendiri ruang dan waktu. .

nasihat broedin

Nasehat Broedin
"Buat kaum hawa yang masih merasa jadi beban orang tua,  maka menikahlah agar bebannya berkurang dan jadi beban suami"

motifasu

Gak perlu merasa spesial... 
ente manusia bukan martabak telor lima....
 😂😂😂

buah nangka

Buah paling amazing itu buah nangka,  langsung dimakan tanpa tambahan apa2 alias nangka thok..😁😁😁👍👍

renungan hari ini

Orng lain mengharapkan mu seperti  yang mereka inginkan bukan yang kamu mau