Selasa, 16 Juni 2026

broedin quotes

"Belajar dari pengalaman  jalan pulang bukanlah dengan kepintaran tapi kebaikan."

Senin, 15 Juni 2026

renungan hari ini

"when you totally flow, the agony disappear, pain becomes pleasure-tatkala manusia sepenuhnya mengalir, seluruh luka mendalam menghilang, kesedihan menjadi kesenangan" 
Gede Prama; Rumah Kehidupan Penuh Keberuntungan

kidung sunyi bidadari

Dekaplah kami dalam riak waktu
karena keabadian hanya jejak dahulu
alirkan aku dalam heningMu
hingga nanti  memberi makna rindu

Kenanglah kami di untaian doa
ritmisnya seperti kidung sunyi dari surga
menangislah kami dalam sujud tak terhingga
meratapi betapa waktu hilang hanya untuk hal sia sia

Karena kami tahu tak sempurna
di tempat ibadah kusyuk seperti suci tak bernoda
di keramaian kami saling tikam tanpa jeda
bukankah ini kehidupan nyata  
ahhh,,,sandiwara apa lagi yang kami bawa

Telah sekian lama kami terlalu berani menipuMu
berdagang untung rugi denganMu
setiap ada kemalangan, padaMu kami mengadu
saat berjaya, entah terselip kemana namaMu

Dekaplah kami dalam riak waktu
segala ampunan tak bisa menebus dosa
ijinkan kami terlelap sebentar di rumahMu
mungkin esok hanya tinggal asa terakhir yang kami punya 
#kidung_sunyi_bidadari

Minggu, 14 Juni 2026

pak Gede talks

Puncak semua kemenangan...

Di zaman dulu karena tidak ada perangkat baca tulis, tetua mewariskan ajaran suci melalui simbol-simbol. Itu terjadi di seluruh dunia.

Di pulau cinta kasih Bali, hari ini hari penampahan Galungan. Simbolnya memotong babi ketidaktahuan (avidya). Jika berhasil, besok di Galungan bisa menjadi seorang pemenang.

Sebagaimana belajar fisika, ketidaktahuan juga ada banyak tingkatannya. Tapi diantara semua ketidaktahuan, yg paling berbahaya adalah menganggap dualitas itu ada dan nyata.

Sebagaimana diteliti di dunia neuro-science (otak), dualitas seperti salah-benar, sedih senang, itu cara otak mengerti realita. Bukan realita.

Otak manusia hanya bisa mengerti Cahaya jika ada kegelapan, baru mengerti warna putih jika ada warna bukan putih. Tanpa dualitas, otak akan gagal mengerti.

Cerita sedihnya, sejak dulu banyak manusia yg tidak bisa membedakan ini: "Mana realita, mana cara otak mengerti realita". Ujungnya adalah penderitaan yg tidak berujung. 

Perhatikan mata manusia sejak dulu sampai kini, nyaris semuanya penuh penderitaan: "Menangis saat kehidupan tidak sesuai harapan, tertawa tatkala kehidupan sesuai dg harapan".

Padahal, kehidupan selalu bergerak melampaui semua harapan. Sekali lagi, melampaui semua harapan. Penderitaan terjadi, karena memaksa kehidupan harus sama dg harapan.

Benih kesembuhan dan kedamaian mulai tumbuh indah di dalam, begitu seseorang meletakkan harapan di tempat semula sebagai pelayan.

Harapan hanya pelayan sementara. Yg membuat bangun pagi lebih indah, yg membuat hidup berisi banyak energi, yg membuat langkah ke depan jadi bertenaga.

Tapi jangan lupa, begitu harapan tidak terpenuhi, kembalilah ke sifat alami kehidupan yg selalu mengalir. Apa saja yg terlahir, pasti mati suatu hari.

Semenjengkelkan dan semenyenangkan apa pun seseorang, ia pasti berpisah. Ingat, secantik apa pun bunga indah, ia akan jadi sampah.

Makanya, keluarga spiritual Compassion sejak awal telah dibimbing dg pesan ringkas tapi apik: "Terima, mengalir, senyum". Semua adalah tarian kesempurnaan.

Begitu menyatu dg tarian suci di alam, di sana seseorang baru mengerti pesan GA Buddha berupa anatta. Tidak ada diri yg tetap, ada diri yg mengalir.

Tidak ada diri yg terpisah, ada diri yg serba terhubung. Dalam bahasa fisika, semuanya hanya energi yg serba terhubung. Fisikawan bernas Dr. David Bohm menulis: "Health comes from whole".

Kesembuhan dan kedamaian hanya bisa dicapai oleh ia yg tinggal di rumah indah ke-u-Tuhan. Di tingkatan ini, kematian tidak disertai tangisan, ia terbukanya pintu kebebasan. 

Sehingga bisa dimaklumi, tetua suku Indian di Amerika pernah berpesan: "Back home as a hero". Tatkala wafat, ingat utk pulang sebagai pememang.

Dan diantara semua kemenangan, yg paling menyelamatkan perjalanan jiwa adalah kebebasan. Krisnamurti menyebutnya Freedom from the known.

Tetua di China memberinya nama Tao. Di atap bumi Tibet disebut Rigpa. Tetua Bali menyebutnya Embang (the ultimate silence). Semoga semua mahluk berbahagia.


Sabtu, 13 Juni 2026

kunci bahagia

Gus, apa kuncinya bahagia?
"Jangan memikirkan apa yang
kamu tidak tahu."

Kalau yang diketahui, Gus? 
"Lha, kalau sudah tahu buat apa dipikir?"
- Gus Dur

😁😁😁 wes tak kandani ojo mikir...

Jumat, 12 Juni 2026

renungan hari ini

' Di dunia material manusia menjadi kaya karena mengumpulkan.... 
Di dunia spiritual jiwa jiwa jadi kaya karena mengikhlaskan "
#pak Gede 

Rabu, 10 Juni 2026