Jari Pena
bertahun tahun kuketuk pintu Mu lama tak terbuka setelah terbuka baru sadar ternyata aku mengetuknya dari dalam #rumi
Jumat, 06 Maret 2026
renungan pagi ini
"Sujud adalah satu satunya hakikat hidup, karena perjalanan hanya untuk tua dan redup "
nafas adalah keheningan
Nafasmu itu menghirup udara yang berasal dari keheningan dan menghembuskannya kembali pada keheningan. Tubuhmu hidup dari keheningan dan akan "pulang" menuju keheningan. Jadi kehidupan ini diselimuti oleh keheningan dan disetiap keheningan ada kedamaian. Jadi kalau merasa hidupmu gak damai, yang gak damai itu pikiranmu yang riuh.
belajar pada nafas
Berapa kali manusia bernafas dalam satu menit? kata AI-nya mbah google sekitar 12-20 kali pada kondisi normal. Saat marah malah bisa lebih, bahkan nafas disarankan melambat sekitar 10 kali saat meditasi untuk memberikan efek ketenangan dan fokus. Ternyata saat saya coba...bener juga 😊.
Intinya melambatkan nafas adalah menghirup selama 4 detik tahan 4 detik dan hembuskan 6 detik. Tapi pernah gak hirup nafas selama mungkin tanpa menghembuskannya atau sebaliknya menghembuskannya tanpa menghirup ? Ente bisa bisa pingsan bahkan out dari dunia karena tubuh kekurangan oksigen.
Jadi menyadari nafas adalah awal dari sebuah kesadaran hidup, dan kesadaran ini adalah tujuan dari tiap shalatmu aktifitas meditasimu, kerjamu, bahkan arah hidupmu. Di nafas ada keseimbangan antara hirup dan hembus karena kehidupan bermula dari nafas. Intinya keseimbangan...
Jadi setiap aktifitas hidupmu seperti mencari uang dalam titik tertentu juga harus membuangnya untuk mencapai keseimbangan, entah dalam bentuk amal, zakat, donasi dll. Kalau tidak, seperti hirup nafas gak mau menghembuskannya, hidup ente bisa kacau bahkan tamat.
Jadi menyadari keseimbangan nafas akan membawamu ke pemahaman semua persoalan hidupmu entah tawa bahagia, sedih lara hingga gegana (gelisah galau merana), intinya menyeimbangkan nafasmu.
Kamis, 05 Maret 2026
menuju kesadaran
Ada titik dalam perjalanan hidup di mana kita berhenti ingin membuktikan diri.
Tidak lagi sibuk menjelaskan siapa kita.Tidak lagi mengejar pengakuan.
Kita hanya berjalan, melakukan yang benar menurut hati, tanpa banyak suara.
Karena semakin sadar seseorang,
semakin ia mengerti, yang benar tidak perlu dipaksakan terlihat.
Waktu dan ketulusan akan menjelaskannya dengan sendirinya.
from: #menuju kesadaran/FB
Rabu, 04 Maret 2026
nasihat upin - ipin
Hidup terasa ringan bila punya prinsip seperti upin dan ipin.
Apapun masalahnya, lagi senang atau sedih, tertawa atau menangis, mereka selalu bilang :
"betul betul betul"
urip mung sarana
Urip mung sarono
Kata itu terlontar dari bapak penjual es thung2(es puter) yang biasa lewat depan perumahan. Kenapa beliau bisa bilang gitu? Pernah saya tanya sekedar basa basi : pripun pak rame dinten niki? (gimana pak ramai hari ini?). Dia jawab : "mboten mesti pak, kadang rame kadang nggeh sepi, dilakoni mawon, urip niku mung sarono". Artinya : tidak mesti pak, kadang ramai kadang sepi, dijalani saja, bukankah hidup hanya sarana.
Jawabannya,,,, bikin mak nyess di hati, keikhlasan bapak penjual es menjalani hidupnya dengan bilang urip mung sarono, hidup hanya sarana, hanya wadah. Wadah tempat menyemai keikhlasan, ketulusan dan kebaikan2, nilai2 kasih sayang, rahman rahim. Langsung dijalani oleh si bapak dalam keseharian (gak kayak saya dikasih ujian dikit mberotnya setengah mati).
pesan gurpan
Dipeseni sama Gurpan :
Jangan mengandalkan kepintaran dalam hidup ini, kepintaran bukan tujuan, ia hanya cara mencapai tujuan. Kepintaran/akal harus lebih rendah daripada hati. Jika bahasa kepintaran berupa kata, ilmu ucapan dll, maka bahasa hati adalah keheningan dan welas asih(kasih sayang)
😍😍😍
Langganan:
Komentar (Atom)