Minggu, 08 Maret 2026

nyanyian sunyi

 Manusia yang sudah "sampai" serupa pohon, diluarnya tenang, tapi bekerja 24 jam sehari. 
Ia jauh dari kemarahan untuk memandang yang salah,
jauh dari keserakahan untuk menggenggam yang benar
# Nyanyian sunyi-Gede Prama

tersenyum dan mengangguk

Kita mungkin hanya tinggal sepenggalan langkah berjalan
tapi rasanya seperti menit terakhir yang kita punya
ada banyak hal yang harus diceritakan

seperti tentang sepasang burung berkicau dengan paruh saling berpelukan di pohon akasia
ini seperti membaca kisah roman picisan
dan  endingnya berantakan tatkala dari depan dua pejantan kucing mengeong memperebutkan betina
musim kawin katamu

Jadi cerita burungpun hanyalah kisah yang berlalu begitu saja
jeritan kucing membuat angin  meliukkan pohon berhasil membuat sepasang burung lagi jatuh Cinta pun kabur
aku hanya tertawa, karena ini bukan hal yang sepadan

jadi dengan ngelantur kesana kemari
bagaimana bisa kita menemukan jalan pulang
kalau semua kisah berakhir di tempat kita memulainya
ada yang bisikkan itulah hidup sejati
sejauh berjalan terbawa angin akhirnya kembali ke awal jua

Tiba-tiba anginpun berbisik:
"kamu ingat ini bulan apa?"
aku mengangguk
setinggi-tingginya harapan, ada jeda untuk sunyi
disana kamu akan bertemu keikhlasan dan romantika
saat kau tahu itu,,,,
jarak,dan waktu hanya sepenggal
perjalanan yang sempurna
aku pun tersenyum dan mengangguk

Sabtu, 07 Maret 2026

bahasa Jawa irit



Inggris : i don't care
Indo : aku gak perduli
Jawa : prett,, 

Inggris : flying so fast
Indo : terbang sangat cepat
Jawa : werr,,, 

Inggris : wait for a minute
Indo : tunggu sebentar
Jawa : sik

Inggris : i don't have money
Indo : aku tidak punya uang
Jawa : kere

Inggris : i don't want it
Indo : aku tidak mau itu
Jawa : moh

Inggris : i don't know
Indo : aku tidak tahu
Jawa : mbuh

Inggris : you have a debt to me
Indo : kamu punya utang kepadaku
Jawa : lali

*Bahasa Jawa begitu efisien,,,
😁😁😁😁

terkadang

Terkadang,,,,, 
Kita tak bisa melihat,  betapa banyak pemberian Allah pada kita,  tapi masih saja kuatir tentang rizki yang di jaminnya

Terkadang,,,,, 
Kita begitu mengkuatirkan hari esok sehingga tak melihat betapa hari ini banyak yang harus di syukuri : kesehatan, keluarga tersayang,  masakan istri yang gosong sehingga buat kita tersenyum

Terkadang,,,, 
Kita selalu berprasangka pada Nya,  tanpa disadari Allah banyak memberi,  kita yang merasa kurang,  sehingga begitu serius pinta dalam doa2 kita dibanding syukur pada shalat kita

Jumat, 06 Maret 2026

renungan pagi ini

"Sujud adalah satu satunya hakikat hidup,  karena perjalanan hanya untuk tua dan redup "

nafas adalah keheningan

Nafasmu itu menghirup udara yang berasal dari keheningan dan menghembuskannya kembali pada keheningan.  Tubuhmu hidup dari keheningan dan akan "pulang" menuju keheningan.  Jadi kehidupan ini diselimuti oleh keheningan  dan disetiap keheningan ada kedamaian.  Jadi kalau merasa hidupmu gak damai,  yang gak damai itu pikiranmu yang riuh. 

belajar pada nafas

Berapa kali manusia bernafas dalam  satu menit? kata AI-nya mbah google sekitar 12-20 kali pada kondisi normal. Saat marah malah bisa lebih, bahkan nafas disarankan melambat sekitar 10 kali saat meditasi untuk memberikan efek ketenangan dan fokus. Ternyata saat saya coba...bener juga 😊.

Intinya melambatkan nafas adalah menghirup selama 4 detik tahan 4 detik dan hembuskan 6 detik. Tapi pernah gak hirup nafas selama mungkin tanpa menghembuskannya atau sebaliknya menghembuskannya tanpa menghirup ? Ente bisa bisa pingsan bahkan out dari dunia karena tubuh kekurangan oksigen.

Jadi menyadari nafas adalah awal dari sebuah kesadaran hidup, dan kesadaran ini adalah tujuan dari tiap shalatmu aktifitas meditasimu,  kerjamu,  bahkan arah hidupmu. Di nafas ada keseimbangan antara hirup dan hembus karena kehidupan bermula dari nafas. Intinya keseimbangan... 

Jadi setiap aktifitas hidupmu seperti mencari uang dalam titik tertentu juga harus membuangnya untuk mencapai keseimbangan,  entah dalam bentuk amal,  zakat,  donasi dll. Kalau tidak,  seperti hirup nafas gak mau menghembuskannya,  hidup ente bisa kacau bahkan tamat. 

Jadi menyadari keseimbangan nafas akan membawamu ke pemahaman semua persoalan hidupmu entah tawa bahagia,  sedih lara hingga gegana (gelisah galau merana), intinya menyeimbangkan nafasmu...