Sabtu, 22 Agustus 2026

Umpama

Umpama ane katakan dunia dan seisinya hanya vibrasi energi yang saling terkait dan membentuk suatu realitas maya. Ada yang menamakan fatamorgana, tapi ane lebih suka katakan mirip hologram namun lebih canggih karena bisa di genggam,,,,, pasti kalian gak akan percaya .

Semesta

Klo ente di dholimi, disakiti, ditipu, dicurangi, terus ente ngerasa tersakiti? salah, ente bukan siapa2, bukan apa2 dan gak ada. Yang disakiti, didholimi, ditipu dicurangi sama mereka adalah semesta, bukan ente tapi semesta. 

Sebab ente hanya kepanjangan semesta, semesta punya rule of games nya sendiri,  biarkan semesta yang menyelesaikannya,  dan tugas ente konsisten dijalan kebaikan. 

Jumat, 21 Agustus 2026

Jalan sunyi

Copas dari fb..😊

"Jalan sunyi itu bukan hukuman melainkan kelas privat kamu dan semesta, tempat dimana ego diruntuhkan,  mental dibangun dan keyakinanmu diuji".

Sempag juminten

Sempag juminten
--->Semangat pagi hari jum'at Indah dan tentram <---

"ngomong-ngomong, sudah keramas pagi ini.. 😁😁😁?"

Renungan hari ini

Kata gus sabrang :
" hidup itu hanya mengisi kegiatan untuk antri mati, maka isilah dengan kegiatan yang baik"

Belajar pada waktu

Apa yang berharga dalam kehidupanmu saat ini hingga perlahan sirna?..WAKTU. 
Waktu ibarat wadah besar yang diberikan Nya,  dan kita harus mengisinya dengan berbagai macam hingga penuh.

Setelah diri menua jadi tahu kita mengisinya dengan hal2 yg sia2 bahkan tidak kita perlukan.
Seumur hidup wara-wiri,  kesana kemari mengejar untuk mengisi wadah ini. Setelah tua, sadar dan menjadi sia2 karena tidak bisa dibawa buat perjalanan selanjutnya.

Dan kita berandai2 waktu/wadah itu bisa dikosongkan lagi, kita akan mengisinya dengan kebaikan dan Cinta,  tapi penyesalan selalu datang belakangan.  Jadi...bijak dengan waktumu sekarang.



Belajar dari lilin

Seorang bapak, tahu ini mendekati akhir masanya,  memanggil tiga putranya,  beliau bilang siapa yang bisa mengisi penuh kamar yang ditempatinya dengan apapun,  maka berhak mewarisi sebagian besar hartanya. Tiap anak diberi uang sejuta. 
Anak 1&2 membeli barang2 yg tentu saja tidak cukup uangnya untuk memenuhi kamar bapaknya. Anak ke tiga dengan uang seribu membeli lilin yg segera cahayanya memenuhi kamar bapaknya. 

Akhirnya sebagian besar warisan jatuh ke anak bungsu namun ia tolak,  dan diberikan ke kakak2nya. Ia memilih merawat bapaknya hingga si bapak meninggal. 

Pelajarannya adalah hidup itu bukan seberapa banyak yang bisa kita peroleh,  tapi seberapa banyak yang sudah kita perbuat.