Jumat, 26 Juni 2026

jamaah insomniyah

Selamat datang di jamaah al-insomniyah,  bukan kafein jadi teman karib,  atau malam yg jd penanda waktu telah bergerak ke pagi,  hanya semacam temu kangen ketika mata dan tubuh telah lelah dan penat namun pikiran menari2, lantas berbisik : 
"kesalahan terbesar dirimu justru ketika kamu tersadar bahwa kamu ada" 

 Bagaimana mungkin kamu merasa ada sedang tiada telah jd karibmu sejak lama,  dan terlalu sering menasihatimu. Seiring waktu  merasa kamu miliki padahal sebaliknya,  kamu dimiliki waktu. 

Jadi kalau kamu merasa ada,  itu bukan diri sejatimu,  kamu hanya sedang diperankan hingga batas waktu broken wing,  apapun namamu itu hanya peranmu saat ini. Esok siapa tahu kamu jadi angin,  lusa jadi awan,  lantas kembali jadi angin bau bernama kentut.

Semua daya dukungmu mulai harta, akomodasi,  wardrobe,  dan pernak pernik lainnya,  hanya bagian dari skenario yang harus kamu mainkan dengan kesungguhan"

Lantas jika itu bukan diriku,  siapa sebenarnya aku?
Kalau kamu menginginkan jawaban, cobalah melihat di kegelapan malam.
Uhmmm aku tak melihat apapun kecuali hitam pekat.
Hitam pekat hanyalah bayangan,  cobalah kamu melihatnya dengan rasa dirimu jadi bagiannya.
Aku merasakan energi seperti gelombang menerpaku dengan lembut,  bergerak menuju arah yang tak kumengerti,  namun rasanya tentram,  kegelapan yg tadi kulihat,  ternyata hanya bayangan , ia menari2 mengajakku bercanda seolah memintaku melihat kerlip Bintang,  dan,,,,semuanya perlahan mengabur,  hingga yang tersisa hanya air mata,,,,

Tiba2 ada suara pesan masuk,,,klunting,,,, kaget aku keprucut langsung misuh jancuuuk siaapa malam2 wa aku,,, ternyata broedin,  ngucapin selamat tahun baru muharam dan diakhir statusnya dia bilang : NB tumben2 ente akrab sama jamaah insomniyah. 
Lohhh,,, kok tahu,,, batinku,  disusul   mas bro kalu misuh jangan kerad2 kedengeran sampe rimah,,, 
wkwkwk.  Asem,,, ko weruh ae arek iku, nek aku misuh.

dalam tataran...

Dalam tataran identitas,
dirimu adalah apa yang kamu kerjakan pada tingkat ke-ilahi-an,  pengabdianmu di jalan2 ketuhanan,  

Dalam tataran personalitas,  kalau di tilik lebih jauh,  sesungguhnya dirimu "tiada" nothing,  hampa,  kamu adalah akibat (fayakun) dari resonansi cahaya Nya.

Dadi ojo gupuh karepmu dewe yen sejatine ora ono ( jadi jangan bingung dengan diri sendiri kalau sejatinya dirimu gak ada) 
#gakmudengkan

motifasu

"Yaa... Tuhan kalau dia tidak cocok berada disampingku... misal ane pangku kan bisa "

#motifasu

ngidam nama

Hati2 pilih nama buat anak karena mencerminkan dulu ibunya ngidam apa... 
-Dona...dulu ibunya ngidam donat
  (tinggal huruf akhirnya dihilangkan) 

- Dwi... (anak ke dua,  panggilannya dui,  ibunya dulu ngidam duit,,, tinggal huruf akhirnya di hilangkan) 

- Titi... (dulu ibunya ngidam... 🙈🙈
   Tinggal huruf akhirnya dihilangkan) 

😁😁😁😁😁
met weekend bro.....

renungan hari ini

Kamis, 25 Juni 2026

menjadi tua

Usia.. berapapun jumlahnya
benarkah angka biologis semata
saat dirimu merenta
dicabut olehnya kenikmatan dunia
panca inderamu, otak memorimu
pendengaranmu,  penglihatanmu
pengecap di lidahmu... 
semuahening,  kabur dan buram
makanan terenak pahit di lidah
namun egomu masih menjulang

Suatu waktu... 
jalanmu mulai tertatih 
tak bisa bedakan sendok garpu 
tak bisa bedakan ini siang malam
butuh kekuatan untuk merangkai
kalimat yang maknanya beda
kesalah pahaman yang berujung
bentakan dari anak yang merawat
dan kau terluka... 
kau bilang aku jadi pelupa
orang lain bilang kau dimensia

Hidup yang damai... 
hanya angan saat bertemu realita
ternyata menjadi tua malah
menjadi beban
egomu menolak kenyataan
kalau RAM otakmu telah lumpuh
dan kau teringat sebuah kata :
"hanya tanah yang ditiup ruh
  namun begitu angkuh"

andai esok...

Andai esok,,,, 

Bisik malaikat pada penguasa : andai esok waktumu terhenti sebelum ashar, apa yang hendak kau lakukan untuk rakyatmu agar sepeninggalmu kelak , rakyatmu tak mengadu dihadapan Nya sehinga kamu tertolak azab Tuhan. 
 
Bisik malaikat pada sang hakim : andai esok waktumu tiba sebelum duhur, apakah engkau siap mewasiatkan keadilan sehingga dirimu menjadi masyhur dilangit karena keadilanmu

Bisik malaikat pada orang kaya : bisakah kekayaanmu menyelamatkanmu saat malaikat maut memanggilmu sebelum rakaat terakhir shalat dhuha mu terselesaikan

Semua sepi tiada jawaban, hanya wajah2 ketakutan dan sesal, tersadar waktu yang diberi terasa sempit hingga doa ampunan tak cukup,  hingga sedekah semua harta tak mampu menutupi amalan, yang terbayang hanya kesalahan,  hanya gumam dan tangis.

Malaikat pun kembali berbisik : kemana engkau selama ini? tertutupkah mata kalian sehingga tak melihat betapa sang fakir melangkah lunglai disudut2 jalan,  betapa banyak anak2 yatim,  tak beribu-bapa biologis, teryatimkan karena keadilan, kesewenangan, keserakahan;  ribuan teronggok disudut2 peradaban tanpa tahu mengadu kemana kecuali pada sang Khaliq nya. 

Mengapa, mengapa sayang,,,, bisik malaikat dengan kelembutan: kuasa hanya untuk kemaslahatan dirimu, keluargamu,  dan buat teman2mu hingga abai jika diluar sana kemarahan memuncak dan kemudian diam terbungkam. Keadilanmu hanya untuk dirimu sendiri.  Hartamu hanya kepanjangan tangan untuk kerakusan.  Apa yang akan kau persembahkan saat menghadap pada Nya.  

Isak tangis sesal begitu menyayat melebihi tangisan sang fakir menahan lapar,  melebihi isak anak yatim tentang ketentraman dalam dekapan ibu-bapa nya.  Sesaat sunyi,,,,, perlahan ufuk yang bersembunyi semburatkan jingga, bersamaan sang kakala meniup perlahan tanda waktunya tiba. Betapa panik hati sang pendosa saat tahu waktunya tiba, kematian yang buatnya khayalan ternyata ada.  

Seluruh stigma, dogma apapun yang dibuat tak mampu mengantarkan pada percaya jika kehidupan  setelahnya ternyata ada. Waktu begitu sabar mengingatkan, namun tak berdaya kala hati tertutup jelaga. 
Sesaat terdengar kembali sangkakala yang kedua pertanda penantian tiba setelah kemarin lakumu sia2.