Bertapa, umumnya di tempat2 sepi seperti di goa, gunung, hutan, pantai, atau tempat2 sepi lainnya. Ane pernah diajak Gurpan bertapa, tapi di mall di Surabaya dan Malang. Topo ngrame istilahnya. Di Surabaya, ane sama Broedin diajak Gurpan ke mall, duduk2 aja sambil lihat lalu-lalang orang lewat. Broedin yang jarang ke mall, jakunnya naik turun, matanya melotot terus, bayangkan pengunjungnya kebanyakan pake tanktop, rok mini, pake celana pendek membuat Broedin gak berkedip.
Di Malang, ane diajak Gurpan pas bulan puasa, sore pula, yang namanya aroma makanan, menghajar hidung ane tanpa ampun. Belum lagi pengunjungnya para ukhti, yang pake hijab, tapi pakaiannya super ketat seperti lemper dibungkus daun, pating pecothot.
Gurpan bilang, mall adalah pusat ego, semua panca indera ditarik dan dimanjakan. Mata, hidung, lidah, telinga. Ujiannya, bisa gak panca indera dikelola agar tidak terlalu ketarik kesana. Ane cuman menggeleng .Gurpan hanya tertawa dan bilang : masih ingat pengendalian panca indera broken wiing....
"Iya Gur, makan nek luwe, minum nek haus,
kalo ngantuk tidur. "
Sekarang prakteknya disini., kata Gurpan. "Susah Gur".Gurpan makin keras ketawanya, yaa ini yang namanya topo ngrame broken wing, duniamu seperti ini sekarang . Ane mengangguk lemah nahan haus, seberang ane duduk, ada tenant jualan es cincau, serutan esnya yang bikin tenggorokan meronta ronta.
Akhirnya Gurpan berdiri : lihat betapa pengunjung mall banyak berebut makanan dan minuman yang kadang nanti tidak termakan, begitu terus, sampai gak sadar umur makin bertambah tapi kelakuan mereka gak berubah diselimuti egonya yang makin tinggi. Ayo lanjut broken wiing..
"Lanjut kemana Gur".
Wes buko, ayo dibatalno sek puasamu. Langsung ane loncat ke tempat jualan es cincau di depan, ane lirik Gurpan hanya geleng2 kepala.

