lekang
seperti menguntai mimpi dengan sekali tiupan,
mencari kemana sebenarnya hidup berkehendak.
dijemari yang rindu akan kebaikan ia berwujud doa,
dikaki penari ia menjelma menjadi ritme spiritual,
ditangan pendosa ia menjelma jadi air mata sesal,
ditengah sunyi ia menjadi raja keabadian.
jadi,,,
tatkala senyum tak lagi bisa menyejukkan
hanya ada satu yang akan men-sirnakan nya
IA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar