Rabu, 07 Oktober 2026

Pengen pulang

Ane ngalamin ketemu orang yang demensia selalu minta pulang saat egonya gak nyaman padahal ada dirumahnya sendiri. 

Saat ane coba tafakuri menemukan hal begini :
- masih ada luka batin di masa lalu yang belum sembuh dan belum termaafkan. 
- pulang adalah cara kembali ke sebuah tempat nyaman dimana yang bersangkutan bisa diterima dengan hangat. 
- bisa jadi pulang adalah kembali ke rumah sejati dimana ego menunduk pada ruhani dan itu perlu kesadaran/ awakening yang dibangun bertahun tahun dari laku diri/ tempaan hidup. 

pernah denger : "hai jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhan mu dengan ridha dan diridhai..."
ini adalah kunci pintu dari rumah sejati,  jiwa yang tenang,  jiwa yang damai... 

Bagaimana menerapkannya dalam keseharian? mungkin kita harus belajar kata cukup... dari semua hal. 

Memang sebuah kisah hidup mengaruskan ada akhir, namun ditengahnya ada interlude bernama jeda, tempat kita menarik nafas dari pengejaran semu.
Dan saat jeda biar nafas kita menghirup dalam dalam dan menyerahkannya pada sunyi... 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar