Minggu, 25 Oktober 2026

RIG rest in galau

"Energi konon tak dapat dimusnahkan hanya berubah vibrasi dan bentuknya..."

Manusia itu dilahirkan ke dunia dalam keadaan bersih, suci, diharapkan demikian pula saat wafat meninggalkan dunia ini.
Namun dunia ini bisa memperdaya manusia bahkan hingga merenta batinnya masih penuh jelaga. "gampang kabujuk angkoro murko, ing pepaese gebyaring donya; syiir tanpo waton", artinya : gampang terpedaya masuk angkara murka pada keindahan gebyar dunia.

Lantas manusia yang mana yang dikategorikan angkara murka? Semua yang merusak ekosistem alam, ekosistem sosial kemasyarakatan untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri. Terlebih lagi menafikan manusia yang tak berdaya, wahh... Tuhan marah betul itu, sama saja menghinaNya. Lantas semesta punya algoritma, ada hukum tabur tuai ada yang bilang karma.

Apa kalau dapat karma di dunia sudah selesai hukumannya? Belum tentu bro..tergantung orangnya sendiri yang merasakan. Saat masa hidupnya banyak merugikan orang banyak tanpa terasa ia menumpuk banyak jelaga energi di batinnya, tahu tahu sudah tebal banget saat doi menua.

Semesta punya cara sendiri buat membersihkannya. Batin manusia akan dipurifikasi/dimurnikan oleh semesta agar saat orang itu kembali ke Tuhannya menjadi bersih seperti lahirnya.
Caranya? semesta memberi sakit, cobaan dan ujian hidup, kehilangan, apapun itu yang mengguncang batin manusia. Mirip membersihkan wajan gosong dan berkerak. Kalau sudah tebal akan dicuci berkali kali, sama perumpamaan itu.

Jadi yang hari ini sakit lama gak sembuh sembuh, cobaan tiada habisnya, sabar dan bersyukur ini cara semesta mencuci batinmu agar perjalanan di kehidupan selanjutnya terang benderang.

Bagamana kalau belum bersih terlanjur mati duluan? Ibarat ente naik kereta api tapi gak tahu dimana stasiun turunnya. Bahkan sampai kereta berhenti distasiun terakhir gak tahu. Jadi ente gentayangan dari gerbong ke gerbong cari pintu (padahal sudah ditunjukkan) tapi gak menemukan. Mungkin ini model arwah gentayangan kali ya.. 😀.

Atau ente random turun di stasiun tapi gak bisa keluar jadinya gentayangan di peron. Atau bisa keluar dari peron diluar ente bingung mau kemana tujuannya. Pernah dimimpiin orang meninggal dalam mimpinya dia diem gak berbicara atau malah nangis. Itu tanda dia butuh pertolongan mu. Bacakan al-fatihah sebanyak yang ente mampu. Ibaratnya al-fatihah itu cahaya yang ia butuhkan harus nanya kemana. Mengapa bisa begitu? Yaa karena jelaga energi batunnya terlalu tebal sehingga susah bersih dan hukumannya dilanjutkan di alam sana dengan kebingungan tak tahu jalan,, semua serba gelap. Pasti ngeri dan menakutkan.

Makanya mumpung masih sehat berhenti nakal 😁, banyak berbuat kebaikan dan minta maaf sama Tuhan karena saat ente tua (kalau bisa mencapai umur tua, kalau tidak...) akan sadar kalau pengejaran dunia untuk sesuatu yang gak bisa dubawa mati hanya sia sia dan absurd belaka. Itulah sebabnya ada tulisan RIP Rest In Peace di batu nisan, tanda hatinya telah berdamai. Yang susah kalau RIG rest in galau, bisa kejang kejang ente disana...😂😂 🙏🙏



Tidak ada komentar:

Posting Komentar