Mirip dengan kita yang mengaku entitas bernama manusia, kita hanyalah kanvas kehidupan yang dimiliki pelukis kehidupan itu sendiri.
Terserah pelukis mau menggores apapun warnanya, hitam merah, biru kita hanya wadah, proyeksi untuk menghasilkan lukisan yang indah, gabungan dan gradasi berbagai warna.
Jadi apapun momen kehidupan keseharian kita, mau perih, tawa bahagia, hingga nelangsa yang berujung putus asa. Ia hanya gradasi warne kehidupan yang dituangkan pelukisnya. Kita hanya wadah, bukan kepedihan itu sendiri. Dan saat lukisan itu selesai menjadi karya seni yang indah, kita tak berhak meng-klaim kalau lukisan diatas kanvas itu adalah kita. Sebab di sudut kanan bawah tertera nama pelukisnya: sang pemilik kehidupan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar