Senin, 16 Februari 2026

dirimu = angka

Bayangkan....namamu di dunia ini hanya second opinion. Sejak lahir procot dirimu yang bayi tertulis angka no. sekian di akta lahir. 
Ketika sekolah namamu hanya dipakai buat absen kehadiran,  sedang dirimu sebenarnya ada di nomor induk siswa.  Demikian  juga saat kuliah berlaku sama,  dirimu sah teregister di administrasi kampus dengan deretan angka NIM,  nomor induk mahasiswa. 

Cilakanya,  saat kerja pun namamu ditulis dengan angka NRP...  nomor register pegawai,  baru diikuti namamu.  Di akun bankmu juga demikian,  dimata para bankir kamu hanya deretan angka,  dan kekayaanmu di buku rekeningmu hanyalah angka belaka yang dikejar dan dipuja banyak orang.
Yang excited,  saat ambil harta mu di ATM, harus masukkan deretan angka tertentu yang dikenal sebagai PIN (Personal Identification Number). Kalau gak,  duitmu mustahil keluar dari mesin ATM. 

Jadi dirimu ini aslinya sebenarnya gak ada,  hanya tercatat sebagai deretan angka.  Bahkan di mata pemerintah namamu gak dikenal,  dirimu hanya berupa  angka NIK,,,nomor induk kependudukan,  tempat kamu nerima,  BLT,  bansos, tunjangan sosial.
Kelak saat era digital makin masif,  kamu hanya sekumpulan deret angka biner 0 dan 1 yang bernama barcode.

Saat masuk fasilitas publik dan pembayaran seperti restoran,  Mall, RS, SAMSAT dsb kamu hanya tinggal menyodorkan tangan di atas scaner, kalau lampu menyala hijau berarti urusannya beres. Jadi... jati dirimu sebenarnya hanya deretan angka belaka. 

Hanya Tuhan yang memanggil namamu dengan lembut, "yaa ayatuhannafsul mutma'inah"  hai fulan yang jiwanya tenang,  damai
ayo sini masuk ke surgaku dengan ridha. Baru kita dihargai... kan asyik, memang bener... Tuhan tuh maha asik. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar