Senin, 24 Oktober 2022

Senja terlupa

Episode senja yang terlupa

setiap penghujung hari
engkau selalu menunggu Ku dengan harap
dengan perasaan cinta yang meluap

setiap penghujung hari,
engkau tergagap saat terbangun malam
hanya untuk memulai hari dengan berucap
aku akan menunggu Mu dengan cinta

setelahnya,,,
rasa itu terlupa
cinta itu menjadi sirna
engkau kembali seolah tak berarti apa-apa
bagaimana mungkin engkau bisa menggapainya
mencintai Ku dengan tulus saja tak bisa


Minggu, 23 Oktober 2022

Anak kita cahaya

Anak kita cahaya... 
Anak kita dilahirkan sebagai cahaya,
tugasnya menuntun kita kembali di jalan2 cahaya, anak kita bukan milik kita,  kita sebenarnya milik mereka

Anak kita sebenarnya cahaya,
kita dikenalkannya dengan ketulusan namun mengabaikannya dengan mengenalkannya keserakahan
 
Anak kita adalah cahaya,
dikenalkannya kita berbagai keindahan, kenaifan dan spontanitas,  namun kita mengenalkannya berbagai prasangka

Anak kita sejujurnya adalah cahaya,
dikenalkannya kita spiritualitas, namun kita mengenalkannya berbagai macam benda, hingga hilang keasliannya

Anak kita adalah cahaya,
dan kita menjadikannya berbagai macam cara seolah ini mainan milik kita dan tiba2 kita merasa memilikinya

Saat Tuhan mengambilnya kembali, kita tersadar kehilangan adalah sebuah cara untuk memahami keabadian itu ada, kefanaan adalah sementara


Broedin series

Broedin series
Semalam broedin mencecar saya,,,, dia bilang,  dalam hubungan vertikal (ketuhanan) dan horizontal (sesama insan) perlu kerja keras. 
"Kamsudnya..? "tanya ane

"Gini bro,  kalau ente atlet lari misal sprinter, butuh berapa tahun ente melatih otot kaki dsb agar saat bergerak bisa menghasilkan kecepatan lari yg maksimal? "
"Pasti latihan mulai kecil, dan fokus dien"
"Betul bro,  tumben ente cerdas"(asuhh arek iki nek ngenyek kok tepak) 
"Terus hubungane opo sama statement ente diatas" (saya keminggris biar broedin gak ngerti) 

"mbok pikir, ane gak ngerti, gaya keminggrismu,  athik stat stut"(hanciik konangan). 
" kalau dari kecil ente gak dikenalkan spiritualitas, terus tiba2 setua ini karena gak mungkin nakal lagi,  ente diajari agama, ketuhanan,  yakin pasti gelagapan.  Kalau dari muda gak diajari gimana kerja, terus tua disuruh kerja keras, semaput ente,  mirip sprinter,  biasa jalan terus diaja lari,  megap2 jantung ente,  untung2 gak ketam" nyerocos broedin mirip AK47 muntahkan peluru .

"Makanya kemarin onok arek enom punya prinsip muda foya2 tua kaya Raya, mati masuk surga, semua akan Indah pada waktunya,,, tak sikat bro : lee,, mbok pikir sing gawe swargo mbahmu,  motomu picek deloken tah awakmu,  ngopine kurang pahit, dolane kurang adoh,  turumu kurang miring "berapi2 broedin .

Nek dipikir2 bener omongane broedin,  dunia yang fana ini butuh proses dan evolusi, tidak ada shortcut menuju sukses dunia akhirat. Hanya yang heran literasinya dia begitu luas bacaan dari mana, wong pulsa gawe donlot dangdut koplo". Bener saat adiknya gopar yg baru lulus sma kerja jd driver online minta dibiayai nikahnya, termasuk mahar, broedin ngeledek gini : aku terima nikahnya dengan seperangkat alat kelamin...... 😀😀 (ngamuk gopar) .

Entah kenapa jaman serba cepat seperti sekarang banyak anak muda tidak melatih "otot" mereka,  mind dan bisep,  yg dilatih malah "otong" bukan otot.... 😁😁😁


Jumat, 12 Agustus 2022

Ceret....

Sebuah ceret... 
Sebuah ceret bisa diisi apapun,  air, teh,  kopi atau apapun saja,  tugasnya hanya menyediakan ruang untuk diisi siapapun dengan apapun.  Ceret tak pernah klaim ia adalah ceret kopi,  ceret teh atau apapun,  ia juga tak pernah klaim berjasa menuangkan air, teh atau kopi pada gelas, pada Cangkir atau apapun. Ia hanya berusaha konsisten agar apa yang dibawanya tak tumpah.  Karena ia berusaha istiqomah menjadi ceret,  ia juga tidak mungkin menuangkan segelas air pada gelas terus dituangkan lagi dalam ceret.

 Ceret adalah peran mu di kehidupan, air kopi teh adalah kehidupan mu,  tugasmu adalah berusaha konsisten dengan peran mu.  
Bukankah di kehidupan ini banyak yang merasa jadi ceret kopi,  ceret teh. Akhirnya dirimu terjebak dengan identitas, personalitas yang sebenarnya semu belaka.  Lantas siapa dirimu sebenarnya? Dirimu adalah peranmu di kehidupan, entah menjadi ceret menjadi gelas, bahkan tak menjadi apa2. 
Dadi ojo gupuh karepmu dewe wong sejatinya dirimu itu gak ada,  nothing


Kamis, 04 Agustus 2022

Im stupid

Saat iseng, seorang siswa menancapkan kertas di punggung teman sekelasnya yang mengatakan "Aku Bodoh", dan meminta seluruh kelas untuk tidak memberi tahu bocah itu.

Dengan demikian para siswa mulai tertawa terus-menerus...

Datang sore kelas matematika dimulai dan guru mereka menulis pertanyaan sulit di papan tulis.

Tidak ada yang bisa menjawabnya kecuali anak laki-laki dengan stiker itu.

Di tengah-tengah cekikikan yang tidak dapat dijelaskan, ia berjalan menuju papan dan memecahkan

Guru meminta kelas untuk bertepuk tangan untuknya dan melepaskan kertas di punggungnya.

Dia berkata kepadanya: "Tampaknya kamu tidak tahu tentang kertas yang telah disisipkan teman sekelasmu di punggungmu."

Kemudian guru melihat sisa kelas dan berkata:

"Sebelum aku memberimu hukuman, izinkan aku memberitahumu 2 hal:

Pertama, sepanjang hidupmu, orang-orang akan memberi label padamu dengan banyak kata-kata buruk untuk menghentikan kemajuanmu.

Seandainya teman sekelasmu tahu tentang koran, dia tidak akan bangun untuk menjawab pertanyaan itu.

Yang harus Anda lakukan dalam Hidup adalah mengabaikan label yang diberikan orang kepada Anda dan merebut setiap kesempatan yang Anda miliki untuk belajar, tumbuh dan memperbaiki diri Anda sendiri. "

"Yang kedua, jelas bahwa dia tidak punya teman setia di antara kalian semua untuk menceritakan tentang stiker itu kepadanya.

Tidak masalah berapa banyak teman yang Anda miliki - kesetiaan yang Anda bagikan dengan teman-teman Anda yang penting.

Jika Anda tidak memiliki teman yang dapat membela Anda di belakang Anda, yang dapat menjaga Anda, melindungi Anda dan yang benar-benar peduli tentang Anda, Anda lebih baik sendirian.


Minggu, 12 Juni 2022

Berlari di jalam sunyi

Berlari di jalan sunyi
Mungkin benar adanya tatkala ada orang bilang, hidup adalah keterlanjuran. Setiap detik, waktu yang disediakan kehidupan pada kita, adalah bentuk hutang cinta yang harus dibayar lunas. Keterlanjuran karena waktu tak bisa kembali, hutang cinta karena hidup juga menyediakan kebutuhan kita disini. Ini berlaku juga dengan saya, awal ramadhan jika orang lain asik dengan gairah spiritual dan ritual dan menikmati benar bagaimana buka, sahur taraweh dengan orang tersayang, saya malah marathon dengan aktifitas yang menurut Gurpan : berlari di jalan sunyi. Bagaimana tidak, awal ramadhan saya  harus meeting kadang hingga larut malam, membuat konsep, evaluasi, lantas mengimplementasikan plan dengan irama yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan, tiba-tiba tanpa terasa saya sudah jauh dari rumah. Kangen dengan situasi berbuka puasa di rumah, sms balasan dari anak mertua hanya singkat: katanya udah janji lillahi ta'ala. Balasan sms ini cukup menyengat, dan saya di ajak berlari lebih jauh namun enjoy.

Setiap ucapan yang pernah saya katakan pada Gurpan kemarin, ternyata kehidupan menagihnya, dan perjalanan di jalan sunyi malah makin cepat kalau tidak dikatakan berlari. Tidak tahu akan kemana ujungnya, berlari di jalan sunyi tanpa peta, tanpa jalan dan tanpa tahu berakhir dimana, menuntut keikhlasan total. Setelah berhari hari merasa kurang tidur, tiba-tiba saya terdampar di penginapan untuk recovery melunasi tidur. Sendiri dan sunyi, hanya endapan jejak yang kemarin bisa saya tengok. Entah kenapa merenung jadi hal yang intens dilakukan, dan saya merasa kehidupan memberikan sekaligus menagih janji. Jalan sunyi memang hal yang mengasikkan, banyak "jebakan" spiritual yang ditemui dan saya meng-ikhlas-kan masuk dalam kubangan itu. Entahlah saya menemukan kedamaian disana, ada energi cinta yang hangat disana. Samar-samar dari kejauhan tarhim terdengar dengan bacaan surat arrahman: maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan
duuhh,,,,
#subuhterindah

The Big Data

Apapun aktifitasmu,  pekerjaanmu,  tujuan hidupmu,  penguasaan2 ego dan kecenderungan pikiranmu beserta derivat2 aktifitas keduniaanmu,  dalam bahasa sederhana semua itu hanya tools/alat pendekatan mu pada Nya. Dari kordinat makrokosmos mu,  GPS ketuhanan mu,  perjalanan arungi waktu mu akan selalu dipantau oleh BIG data bernama Roqib&Atid.

Ini bukanlah soal kecanggihan teknologi belaka,  tapi ini adalah cara Tuhan menyayangimu agar engkau tidak tersesat dengan kekaguman materi berlebihan,  karena hakikat dirimu adalah pendar cahaya Nya. Jadi jika suatu saat dirimu dipanggil oleh "zuckerberg" bernama Izroil dkk,  data apa yang akan kau bawa kecuali flashdisk berisi catatan amalanmu yang akan di validasi oleh Munkar-Nakir,  sembari membersihkan malware qalbumu