Minggu, 06 Maret 2016

Sapere aude


SAPERE AUDE,,,baru tau kata ini dari temen2 aquanist, pengurus organisasi jurnalistik majalah kampus bernama aqua yang lama tidak tetbit. Saya cari ternyata dari bahasa yunani bermakna berani berpikir sendiri, kalau bahasa jawa mungkin seje dewe alias CJDW. Saya hanya kuatir kalau pikiran sapre aude ini terlalu meng-indoktrinasi mereka. Bukan saja membuat sekat namun juga menghilangkan kemungkinan untuk bertemu kebenaran sejati.

Berani berpikir itu sudah bagus, apalagi di tambah sendiri, namun kalau boleh usul gimana kalau ditambah menjadi SAPERE AUDE et all. Berani berpikir sendiri dan kawan-kawan hehehe,,,. Tapi ya gapapa kalau itu bisa dimaknai secara mendalam hasilnya akan bagus dan jangan berhenti disitu biar bisa bertumbuh terus, ibarat pohon, sapere aude masih jadi bunga,,,kelak akan jadi calon buah terus jadi buah yang hijau sampai jadi buah yang matang, dan semuanya butuh proses.

Tadi siang saya berkesempatan ngendangi mereka di sekretariat tempat calon jurnalis ditempa. Kurang militan ya mas, kata si Akbar pemrednya,,,,begitu ditunggu hampir sejam lebih dari waktu janjian baru dia sendiri yang nongol. Hmm,,yaa kalau anda tahu gambarnya pisang terus ga pernah makan pisang, bagaimana mungkin bisa ngerasakan pisang terus dituntut militansi rasa pisang. Yang namanya gambar pisang, warnanya, jenisnya bahkan dari sisi teoritis cara makannya mereka sudah ngelonthok diluar kepala. Namun ketika dihadapkan pada pisang beneran, saya takut mereka grogi.

Jadi yaa harus pelan belajar lagi gimana cara makan pisang, mau kulitnya di kupas sebagian atau seluruhnya lantas makannya mau digigit, mau dipotong, mau dicampur apapun terserah, kan sapere aude asal harus ada batasannya, makan pisang sama kulitnya, nanti malah dikura apa bedanya sama embek,,,,hehee

So,,buat adek2ku yang lagi ngurus aqua sekarang, wes ndang cepetan ngupas dan makan pisang beneran ojo berkutat di tataran sapere aude aja, bergeraklah terus hingga ketemu namanya samperin audi (itu penyanyi paporit ane) hehee,,
" Mengerti arti hadirmu, mengerti, sinar diwajahmu
Mengerti.. tenangnya jiwaku, akhirnya ku mengerti
Diriku memang untuk kau.. miliki"

Bukankah disana kalian(aquanist) hadir utk dimengerti,,,

Sabtu, 05 Maret 2016

Persahabatan


"Persahabatan bagai kepompong merubah ulat menjadi kupu-kupu"

Setalah sekian tahun saya ada di kota wali Tuban, sekarang ini ditugaskan kembali ke kandang, bukan hal mudah kem ali moving, namun bukan hal sulit untuk kembali bergairah. Banyak kenangan dikita kecil ini, kita yang membuat saya bertemu banyak orang termasuk gurpan. Selebihnya sahabat2 yang membimbing diri ini sehingga menjadi lebih baik. Banyak hutang cinta untuk mereka. Ada sahabat yang membimbing dengan kelembutan kata, a sahabat yang membimbibg dengan kata yang tak pantas. Ada sahabat yang menunjukkan kemana jalan harus dilalui, ada pula sahabat yang menunjukkan jalan u ntuk kesasar. Awalnya marah, namun sebagaimana yang saya ketahui, guru kehidupan selalu menyamar dalam buruk rupa pelan dan pasti coba memeluknya sengan kadar kemesraan yang sama tatkala memperoleh guru yang tersenyum.

Hidup terus berlanjut, sahabat saya yang secara fisik akan jarang dijumpai namun secara batin telah menempati di kalbu membuat hidup ini mwnjadi bermakna. Akhirnya saya begitu menghargai pertemanan bagaimanapun bentuknya, walau sebatas silaturahmi namun banyak hal yang telah dilalui sehingga hidup seperti kanvas lukisan, banyak warna dan tidak ada waena yang buruk semua indah.

Jadi sebagaimana persahabatan seperti kepompong, semua akan berubah menjadi lebih indah, buat saya ulat menjadi kupu setelah lewati kepompong, kepompong itulah yang dinamakan cinta, selebihnya ia mengalir apa adanya, buat saya itu indah.

Pasukan Khusus


Dalam setiap jengkal kehidupan yang saya jalani,hal terbaik yang saya percaya adalah mengikuti intuisi diri sendiri, kadang kepercayaan adalah hal yang teramat mahal, dan saya selalu menghargai bantuan dan kepercayaan dari orang lain. Namun sebagaimana kita dulu lahir sendiri dan kelak akan wafat sendiri, saya selalu membayangkan sebenarnya kita hidup hanya untuk melayani orang lain dengan sendirian, keluarga, anak istri adalah teman seperjalanan yang harus kita muliakan sendiri.

Dari sana kadang saya bayangkan diri ini ditugaskan oleh "komandan" untuk jadi pasukan khusus di kehidupan ini, terinspirasi dari sana saya demen banget buat catatan ini.

Pasukan Khusus

Aku adalah anggota pasukan khusus
Aku bisa beroperasi dalam area luas
Hanya dengan sedikit dukungan
Untuk memenangkan setiap pertempuran
Walau aku sendirian
Karena aku anggota pasukan khusus

Aku adalah anggota pasukan khusus
Melewati setiap medan pertempuran
Dengan keberanian dan pantang menyerah
Untuk bertemu resiko dan halangan
Dengan segenap keteguhan
Karena aku anggota pasukan khusus

Aku adalah anggota pasukan khusus
Bajuku adalah syukur
Selimutku rendah hati
Sepatuku adalah kejujuran
Senjataku keikhlasan
Motoku adalah tangguh,efisien,cerdas,cepat,senyap



Rabu, 02 Maret 2016

Innermezzo (life in balancing)


Saya lama sebenarnya ga ketemu beliau,terakhir ketemu, saya sampai nangis bombai, gimana enggak tiba-tiba malem-malem ngetuk pintu terus ngaku-ngaku kalau baru pulang dari katanya surga, kegombalan yang hafal alias menjebak. Namun yang bikin saya menangis adalah saat beliau bilang baru ketemu orang yang saya sayangi dan ngasih tahu kalau Adinda baik2saja dan titip salam kangen buat ayah mamanya, langsung jlebh,,karena bukan kebiasaan Gurpan buat nitip2 salam begituan.

Beberapa hari yang lalu tiba-tiba dia nongol lagi sambil senyum-senyum,,,broken wing ente masuk koran tuh sambil tertawa terkekeh-kekeh, buat saya itu sindiran, lantas dia bersenandung lagu anak anak: dondong opo salak duku cilik2,,,,dst. Ending lagunya yang dirubah menjadi gendeng opo enggak, mlayu nggowo pitik,,,hahaaaa,,,,(saya sudah mulai berpikir Gurpan mulai alzheimer). Katanya: mbok pikir aku wes pikun broken wing, sing edan tuh kamu. Saya terperanjat sampai jingkat disusul ketawa berderai.

Sini-sini broken wing, sambil menarik tangan untuk memeluknya, hmm,,,apa kabar bro(ken wing) luamaaa banget ga ketemu. Iya gur, gurpan kemana aja,,,(basa basi, saya tahu kalau dia nongol pasti ada sesuatu. Ga kemana2 bro,,aku hanya belajar untuk menjadi orang. Lah memang gurpan bukan orang sejenis cacing?heheee,,,,. Cacing ndhasnu iku wiiing,,,jangan menghina cacing, karena dia hewan yang patut kamu takzimi, gurpan mulai serius. Iya2 gur iam sorry,,,,

"broken wing,aku mau nanya, dimana posisi tempat tertinggi manusia di kehidupan dunia ini". Wahh mulai,,,maksud gurpan dalam struktur ruhani kehidupan apa dalam rantai makanan?. Dua duanya bro?sebagai khalifah di muka bumi, manusia ada di posisi top, tertinggi, sama dalam struktur rantai makanan manusia juga ada di tempat paling atas. "Apakah dengan posisi itu manusia memang berhak untuk duduk di singgasana dunia ini, ibarat raja dia duduk di atas?". Tergantung siapa manusianya gur? maksud kamu bro?. Yang berhak untuk memperoleh gelar khalifah di muka bumi hanya orang yang dengan sengaja mengabdikan dirinya untuk mewakili Allah melayani kehidupan untuk semua mahlukNya." hmm,,,gurpan manggut2. "Dimana tempat mereka aku ingin tahu?" tempat mereka justru ada di maqam paling rendah dalam hirarki manusia, mereka tidak terlihat oleh mata ego manusia, mereka menyamar di balik dedaunan,bekerja dengan diam, mereka transparan seperti embun dan air di danau, sehingga yang terlihat hanya air, batu, daun, pohon, mereka menyatu dengan kehidupan, karena melayani kehidupan sama dengan melayani pencipta kehidupan itu sendiri.

"Yaa,,yaa,yaa lantas apa yang mereka harapkan kalau tidak memperoleh apapapun dalam pandangan mata manusia?". Tidak ada gurpan kecuali keikhlasan mereka sebagai wujud syukur apa yang mereka terima, tidak ada sedikit, tidak ada kurang, semua sudah lebih, buat mereka semua sudah sempurna, sedih,kurang,akan dipeluk sama mesranya dengan kegembiraan dan kelimpahan. " cck cck,,,hebat2, maksudnya bukan kamu tapi orang yang mau menjalaninya". " broken wing,buat apa merasa lebih atau kurang jika semuanya sudah sempurna,dikotomi yang aering salah dipahami". Betul gur,seperti gurpan bilang,kesombongan,kedengkian adalah bibit yang akan menjauhkan cahaya kebenaran makanya kita diajari untuk merendah."gimana caranya bro?". Kan gurpan yang ngasih tahu, makan jika lapar, minum jika haus, tidur kalau mengantuk. "Apa hubungannya bro?". Keseimbangan gur kunci memahami hidup,,,heheee,,,ahh gurpan suka ngetes gitu deh. " hahaaha,,,aku suka yang ini bro, ga salah aku manggil kamu broken wing". Haaahh apa hubungannya gur?." naahh ini,,kamu belum tahu arti julukanmu selama ini?". Belum gurpan sendiri ga mau ngasih tau. "kamu tahu,kemana butung pergi saat sayapnya terluka atau patah?". Ga tahu gur, saya menggeleng, yang jelas ga mungkin ke puskesmas terdekat hehee,,,..

" burung punya mekanisme pertahanan sendiri saat sayapnya patah, kamu aku harap bisa memiliki self defence saat goncangan hidup menerpa, dengan apa?keseimbangan bro, saat itu bisa dilalui tiba2sadar dirimu ada di kondisi paling bawah dalam struktur kehidupan, kamu "nyunggi" dunia ini, menopang hidup ini, butuh keikhlasan kesana, butuh steril dari kepentingan pribadi, semua kamu lakukan semata2 untukNya, mudah diucapkan, susah dijalani karena godaannya berat". Apa ada orang seperti itu gur karena,,,,tiba2 mulut saya terkatup gak mampu melanjutkan, hanya dengan melihat senyum gurpan saya tahu siapa yang dimaksud, gurpan,,sendiri orangnya, entah kenpa tanpa sadar saya memeluk orang ini. "Kamu akhir2 ini cengeng banget broken wing,apa yang kamu sedihkan jika semua itu hanya perjalanan singkat, lepaskan total dalam keikhlasan". Iya gur, jujur saat sedih saya kangen gurpan, banyak yang telah saya lalui bersama gurpan, ada keheningan di hati ini gur, entah apa saya tak mengenalinya. Saya lihat gurpan mulai berkaca kaca matanya, dia lantas bilang:" broken wing bukankah kehidupan ini terasa nikmat jika dipahami dengan kesedihan,bukan mengjindar namun seperti kamu bilang keseimbangan yang membuat kita menemukan maqam tertinggi dalam hidup, dan kamu tahu ada dimana". Saya manggut manggut, kami terdiam,keheningan seperti melengkapinya, sayup sayup adzan isyak berkumandang,,,rasanya,,,,hmm kami saling memandang dan tersenyum.










Senin, 29 Februari 2016

Ketika


Ketika hidup makin rumit dan tuntutan makin tinggi, kemana kita melangkah?

Ketika kita kehilangan logika dan etika hanya jargon diatas kertas belaka, dimana menemukan kebenaran sejati

Ketika kita berlomba hanya untuk pencarian dunia namun menafikan pencarian astetika, sedemikian sederhanakah hidup ini

Ketika kita kehilangan kesadaran sebagai " manusia" dan tiba- tiba asing dengan diri, kesalahan apa yang dibawa

Ketika pertanyaan tidak bisa dijawab dan hanya menemukan pertanyaan baru, hidup apa yang sekarang kita jalani

Ketika kematian begitu ditakuti dan terpesona dengan dunia, bukankah kehidupan tak kan ada tanpa menghayati makna kematian

Sabtu, 27 Februari 2016

Rehat


Dalam beberapa langkah,kamu harus menuai lelah
bukan perkara ini perjalanan panjang, bukan,,,,
ini hanya perkara memahami rindu yang terbentang
antara ufuk dan senja,tak ada yang tersisa untuk lena disana
karena hidup tak mungkin berperan untuk syak wasangka

Kemarilah, berteduhlah di perangai awan yang tak pernah dusta
ia hanya menyajikan senyum walau dirimu lihat itu mendung
ia hanya menggaris dimana letak kesabaran dan cinta
hingga mewujudkannya dalam kasih sayang
bukankah dirimu tahu itu?

Jadi, saat liku tak mampu menjadi yang terbaik buatmu
pahamilah,itu masih lebih indah daripada
menangisi hujan namun tak pernah tahu dimana akan lena
sebab sejauh berjalan hanya akan kembali di dekapan
selebihnya akan jadi rahasia

Senin, 08 Februari 2016

Sore disudut kota


Hujan di malang memang memberi semua kemungkinan untuk hadir
Mulai dari cucian yg enggan kering, jalanan yang macet selama liburan hingga menempatkan tubuh ini di kamar. Mendung dan hujan tak harus membuat mood juga demikian, ia malah menyuruh seluruh saraf ini untuk  rehat, recovery dari semua penat

 Entah tiba2 sore ini saya terdampar disudut kedai kopi di bilangan mall disana, sembari menyeruput kopi dengan iringan lagu sendu norah jones: dont know why, lagu paporit saya, terasa lengkap sudah hidup yg dijalani. Saya hanya coba merekonstruksi di tahun monyet, kira2 apa gerangan yg harus saya lakukan, biasanya inspirasi datang dari laku lalang orang dan rintik hujan di luar. Sesekali melirik istri yg tengah asik dengan kwetaw menu baru yg dicoba, sembari membiarkan ramen yg jadi santapan saya yg mulai mendingin.

Kota ini masih seperti yg saya rasakan hampir beberapa tahun lalu, mendung yg sama, rinai yg sama, dgn asa yg beda, satu hal mungkin kualitas oksigennya ttp sama, hingga memberi goresan kanvas hidup yg rupa2. Ada semacam dejavu yg membiarkan badan ini seperti pernah menyentuh waktu esok dan membiarkannya mengalirkan benak sampai ujung kesadaran berkisah. Kesimpulannya adalah hidup apapun ronanya pantas disyukuri dengan segala kelebihan,kekurangan. Saat kesadaran itu ada, ajaibnya waktu berhenti dan terfokus pada hal yg kini. Apa ini efek kopi atau yg lain, saya tidak tahu, yg jelas hujan mmg segera berhenti, dan saya makin menyayangi kota ini