Minggu, 26 Juli 2026

reintro

Di serambi itu angin hanya bergulir lemah,  saat sore mengisyaratkan kalau dirinya  beranjak pergi,  bukan menangisi keadaan namun karena keabadian tak bisa ditemui dengan begini,  katamu. 

Jadi aku pun termangu saat lembaran puisi menoreh di buku harian dan betapa kata2 itu menghujam,  bukankah ini semacam intro,  ketika badan letih mencari kemana mana,  hakikat diri terbang tercantol entah dimana?

Bukankah pernah kau bilang,  jangan tangisi keadaanmu disini,  dan kamu menulisnya di bait puisi :  
Keabadian nya rumah sejati,  sisanya ilusi. 

Jadi,  sore ini kamu tersenyum tipis serta menatap awan yang sebentar lagi memerah sebelum gelap datang. Dan tiba2 kamu berbisik: alangkah indahnya ketika awan itu bergegas pulang seolah tahu malam adalah peraduan keabadian.

Aku hanya bengong setelah tahu,  dimana kata2 itu kau simpan,,,,,,
Dimana katamu ? Aku bilang ada di bulan dan kerlip bintang,  dan kamu tertawa seolah benar jawabnya.
#reintro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar