Perjalanan waktumu memahami hidup, mirip secangkir kopi hitam menemani malam, sama2 pekat tapi kamu percaya ada keniscayaan disana bahwa hidup apapun rasanya, antara pahit dan manis hanya keterlanjuran untuk bahagia. Dan puncak bahagia tatkala kamu acuh untuk tak memiliki apa2 kecuali memiliki Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar