Ketika semua kemungkinan hanya berdiri di atas ironi dan relatifitas tak bertepi, dimana kita menggantungkan asa untuk sandaran kehidupan yang makin absurd, jawabnya ada pada untaian doa pada Nya.
Doa untuk nilai kemanusiaan yang makin hari makin kehilangan nalar
Doa untuk penderitaan kehidupan bagi orang papa dan menderita, semoga segera berlalu.
Doa untuk semua kecongkakan dan keserakahan yang makin menjadi dengan menafikan nurani.
Doa untuk kesanggupan pemimpin kita menjaga amanah dengan kesadaran akan pertanggung jawaban di hadapan Mu kelak,,,
jika abai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar