Saat ruh turun ke dunia ia dibekali kantong yang suwung dan hanya ada cahaya Nya. Kantong itu bernama jasad, tubuh, raga. Ortunya mengisi kantong itu dengan Cinta. Saat dewasa, seumur hidup kita, baik pikiran, kecenderungan, mimpi dan lamunan cinta itu berkembang jadi Cinta dunia, Cinta harta, Cinta kuasa , bermuara pada Cinta pada diri. Hidupnya diisi oleh validasi dan konsistensi. Karier, jabatan, sekolah hingga kelas sosial ujungnya mencintai diri.
Bahkan ketika dikenalkan dengan agama dan berurusan dengan Tuhan ehh kembali ke mencintai diri. Yang dikejar ganjaran dan pahala, melaksanakan kewajiban agama biar gak masuk neraka. Bahkan kesalehan yang dibungkus rapi agar terlihat pintar, alim pun untuk diri.
Seumur hidup kantong ini diisi dengan Cinta artifisial bukan yang sejati. Saat menua menyadari kalau isi kantong itu tak bisa dibawa pergi. Perlahan satu persatu kita membuangnya hingga kosong dan suwung.. Kita turun ke dunia dalam keadaan suwung dan saat kembali juga suwung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar