Kita selalu meminta dengan tangan tengadah dan tatapan penuh harap padaNya, sekaligus kita juga sembunyikan tangan ini dibelakang, saat hidup mengharuskan menafikan seseorang yang akan menghambat langkah kita.
Kita selalu menangisi kepapaan diri sendiri ditengah sepertiga malam,saat kesulitan menyapa tanpa pernah (mau) tahu, jika di depan,samping dan belakang rumah, sepertiga malam mereka terbangun menahan lapar.
Kita selalu marah saat hak kita dicurangi, namun berpaling ketika hak saudara kita tercurangi lewat tangan yang kita pakai menengadah dalam doa.
Jadi, siapa sebenarnya jati diri kita? Jejak perjalanan apa yang sedang kita buat ?Langkah apa yang sedang kita tapak ? Dimana letak "pencarian" mu ? Kita lewati seluruh sunyi dan lorong gelap untuk menemukan cahaya, namun setelah menemukannya, tetap saja tertatih sembari bertanya jati diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar