Konon, ketahanan sebuah bangsa tidak tergantung dari kekayaan alamnya, kepintaran orang2nya, namun tergantung seberapa jauh memelihara budayanya. Budaya yang dimaksud adalah nilai hidup yang sudah teruji oleh waktu dan bertahan hingga lama lebih dari abad dan itu menjadi nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Budaya adalah cara pandang hidup diri ini terhadap lingkungannya dan ini khas di tiap tempat. Budaya bergerak dinamis berdasar perubahan lingkungannya dan akan direspon dengan kesesuaian waktu sehingga menjadi benang merah sejarah sebuah bangsa.
Ini yang dipahami bangsa lain dan kurang dipahami bangsa kita sendiri. Singapura dan Jepang mungkin mumpuni dari sisi ekonomi, namun sejarah singapura yang belum panjang membuat para tetua disana kuatir dengan generasi mudanya.
Tercerabut dari budaya( karena budaya singapura adalah melayu) membuat generasi mudanya gamang dengan mengidentikkan diri dgn budaya western.
Lain dengan jepang, berpegang teguh dengan adat secara kuat membuat kemajuan berlandaskan pada budayanya, jepang muncul menjadi negara kuat dari sisi ekonomi dan maju.
Hanya sayang kemajuan modernitas yang dicapai malah menjadi bumerang karena berjalanya waktu, tidak bisa memberi kekuatan terutama generasi mudanya yang makin kritis terhadap masalah way of life. Ini ditujukkan dengan angka bunuh diri paling besar.
Bagaimana dengan bangsa bernama indonesia? ehem,,,jika melihat sejarah ratusan tahun ke belakang, jangan2 kita adalah bangsa yang tengah " dikutuk" oleh Tuhan. Berada di tanah yang teramat subur dan kaya namun masih berkutat dengan jati diri, pengen mengidentikkan diri ini seperti bangsa lain namun minder dengan budaya sendiri sehingga jadi sasaran empuk pengusaan bangsa lain.
Penyebabnya, kita meninggalkan nilai2 yang berwawasan dengan diri dimana kita lahir di sebuah tempat yang sebagian besar adalah laut. Pertaniannya subur, perikanannya melimpah, namun kita masih saja mengimpor beras dan ikan dijarah. Lingkungan tempat kita tinggal dieksploitasi dengan atas nama keserakahan, kita gamang mengidentikkan diri kemana.
Nilai budaya kita pendam sedalamnya karena kita anggap anti modernitas. Anehnya nilai budaya kita diadopsi bangsa lain karena mereka memahami bahwa budaya kita bisa menjawab tantangan kehidupan. Akan kemana bangsa ini?
Seperti siklus yang akan berulang, kelak akan ada penyadaran utuk kembali pada nilai2 sendiri, kapan? yang jelas bukan sekarang namun nanti pada saat cucu kita merasakan kegetiran akibat ulah kakek neneknya dulu. Dan kita merasakan kesakitan luar biasa, antara sesal dan perih, bagaimana tidak, kita yang berbuat, cucu kita yang menanggungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar