Aku menangkap angin, kau tertawa, megira gila seraya bilang betapa bodohnya
Aku menangisi "kematian"2 kecil tatkala dirimu berpesta ria dengan kenisbian seolah waktu tiada habisnya
Aku membisu bukan karena tak mau berucap, tapi lidah jadi kelu melihat kerakusan tanpa tahu batasnya
Aku tertawa terbahak malahan, tatkala dirimu memangisi kehilangan2 kecil tapi buatmu begitu berartinya
Saat aku berkata pada angin sampaikan padanya, tatkala esok tiba, aku membawa warta, tenggat waktu yang dijanjikan akan tiba. Paniklah dirimu sebab waktu tak akan kembali dan terbeli
Jadi sebenarnya siapa aku?, siapa dirimu? jika luput dari makna dan tak bisa diterjemahkan oleh siapapun kecuali oleh Nya.
#jalansunyi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar