Sabtu, 27 Desember 2025

jalan sunyi 1

Aku menangkap angin,  kau tertawa,  megira gila seraya bilang betapa bodohnya

Aku menangisi "kematian"2 kecil tatkala dirimu berpesta ria dengan kenisbian seolah waktu tiada habisnya

Aku membisu bukan karena tak mau berucap, tapi lidah jadi kelu melihat kerakusan tanpa tahu batasnya

Aku tertawa terbahak malahan,  tatkala dirimu memangisi kehilangan2 kecil tapi buatmu begitu  berartinya

Saat aku berkata pada angin sampaikan padanya, tatkala esok tiba,  aku membawa warta, tenggat waktu yang dijanjikan akan tiba.  Paniklah dirimu sebab waktu tak akan kembali dan terbeli

Jadi sebenarnya siapa aku?,  siapa dirimu?  jika luput dari makna dan tak bisa diterjemahkan oleh siapapun kecuali oleh Nya.
#jalansunyi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar