Jumat, 26 Desember 2025

bukankah...

Bukankah,,,,, 
Bukankah kita cocok jadi sepasang kekasih,,,, 
Kamu jadi batu,  aku jadi tangan
Kamu lempar dan aku sembunyi tangan

Lain kali kamu jadi cakrawala dan aku jadi bencana
Aku datang saat cakrawala menghilang di gelap malam
Tumpahkan semua jerit manusia dalam lolong tak tertahan
Kamu tertawa menikmatinya seraya berkata : berapa banyak pendosa yang terkapar tanpa sempat beristighfar

Bukankah kita cocok jadi sepasang kekasih
Kamu mencuri malam dan aku berlagak jadi bintang,  dan membiarkan tanganmu merampas asa tersisa dari orang yang berdoa
Sementara aku mengedip pertanda ini hal yang kita suka

Buka kah kita cocok jadi sepasang kekasih
Dalam gelap kita jadi yang tergelap
Saat siang kita sembunyi di nurani orang yang serakah,  dan malamnya bisikkan pada orang yang mencemburui ketidak adilan.  

Sehingga tangisan hanya tanda kelemahan setelah sekian jaman kita melewatinya dengan menahan ketidak pedulian orang yang mestinya membagi keadilan, namun angkara murka menemui kita,  tanpa terasa, tanpa tersisa,  hingga kita harus menahan lapar dan harus memakan saudara sendiri. 
Inilah keadilan sebuah prosa bernama balas dendam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar