Usia.. berapapun jumlahnya
benarkah angka biologis semata
saat dirimu merenta
dicabut olehnya kenikmatan dunia
panca inderamu, otak memorimu
pendengaranmu, penglihatanmu
pengecap di lidahmu...
semuahening, kabur dan buram
makanan terenak pahit di lidah
namun egomu masih menjulang
Suatu waktu...
jalanmu mulai tertatih
tak bisa bedakan sendok garpu
tak bisa bedakan ini siang malam
butuh kekuatan untuk merangkai
kalimat yang maknanya beda
kesalah pahaman yang berujung
bentakan dari anak yang merawat
dan kau terluka...
kau bilang aku jadi pelupa
orang lain bilang kau dimensia
Hidup yang damai...
hanya angan saat bertemu realita
ternyata menjadi tua malah
menjadi beban
egomu menolak kenyataan
kalau RAM otakmu telah lumpuh
dan kau teringat sebuah kata :
"hanya tanah yang ditiup ruh
namun begitu angkuh"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar