Selasa, 30 November 2021

Rumahku Dua

Rumahku dua
Rumahku dua, satu di hati, satu di pikiran
Satunya menemani kelembutan, yang lain meruang dengan logika

Rumah hati,  sering kosong melompong,  hingga di tempati hantu logika dan liar melolong

Rumah pikiran terbatas panca indera,namun meng-klaim kebenaran miliknya,
Rumah hati selalu menuruti emosi  kadang keraguan menyelimuti hari demi hari

Rumahku dua, satu di hati yang jarang tersirami, hawa panas memenuhi dada, kesumpekan melanda
Rumah pikiran selalu ditinggal mengembara hingga tahayul menjadi penghuninya

Rumah pikiran membangun tembok tinggi2, menjadikan penjara ego tak tertandingi, merobohkannya susah sekali
Rumah hati membangun penjara,  kebenaran sejati penghuninya, melepaskannya hanya perlu mengingat pada Nya


Kamis, 28 Oktober 2021

No title

Kejernihan pikiran dan hati amat diperlukan utk melihat sesuatu apa adanya, ego-lah yg membuat tirai penghalangnya



Jumat, 22 Oktober 2021

Anak kita adalah cahaya

Anak kita adalah cahaya

Anak kita dilahirkan sebagai cahaya, tugasnya menuntun kita kembali di jalan2 cahaya,
anak kita bukan milik kita, 
kita sebenarnya milik mereka

Anak kita sebenarnya cahaya,
dikenalkannya pada kita ketulusan namun kita mengabaikannya
dengan mengenalkannya keserakahan

Anak kita adalah cahaya, dikenalkannya pada kita berbagai keindahan, kenaifan dan spontanitas,
namun kita mengenalkannya berbagai prasangka

Anak kita sejujurnya adalah cahaya, dikenalkannya pada kita spiritualitas,
namun kita mengenalkannya berbagai macam benda, hingga hilang keasliannya

Anak kita adalah cahaya,
kita menjadikannya berbagai macam cara seolah ini mainan milik kita dan tiba2 kita merasa memilikinya

Saat Tuhan mengambilnya kembali, kita tersadar kehilangan hanya cara memahami keabadian itu ada, kefanaan adalah sementara


Rabu, 29 September 2021

Siklus N pada manusia

Siklus N pada manusia
Setiap manusia pasti tidak luput dari khilaf, salah dan dosa. Setiap manusia pasti akan mencari siapa jati dirinya.  Ketika hati/qalbu yang bening banyak tertempeli jelaga dosa,  bagaimana menghilangkannya kalau bukan dengan purifikasi/pemurnian.  Saat manusia "kesasar" di jalan2 kegelapan dan mencari cahaya, bagaimana menemukannya?.

Mirip  ekosistem perairan dengan organik tinggi,  menurunkannya adalah dengan bakteri pengurai.  Bukan dihilangkan tapi dirubah menjadi bahan anorganik.  Jangan2 manusia juga memiliki siklus N nya sendiri.  Mungkin sekali lagi mungkin,  "bakteri pengurai" pada manusia adalah menahan diri,  toolsnya bisa saja lewat puasa. 

Jika hasil penguraian organik dalam ekosistem perairan adalah TAN-Nitrit-Nitrat( TNN),  mungkin sekali lagi ini mungkin, hasil menahan diri (probiotik) pada manusia adalah Sabar - Ikhlas - Tawakal (SIT). Jika dalam ekosistem perairan  ujung semuanya adalah nitrat yang dimanfaatkan plankton,  ekosistem qalbu manusia adalah kemanfaatan sesama. 

Yang menarik jika pada ekosistem perairan dikenal dengan NP rasio alias N/P  yang menurut pengertian saya N adalah nitrat(ujung proses siklus N), P adalah posphat (parameter kesuburan,salah satu sumber organik), nilai tertentu N/P rasio akan menentukan dimana maqom plankton chlorella, diatom bahkan bakteri berada. Bagaimana dengan ekosistem qalbu manusia? Mungkin sekali lagi mungkin, orang yang bersih semisal guru,kyai,ulama kita adalah orang2 dengan nilai NP rasionya tinggi. 

Menariknya,puncak tertinggi dari NP rasio di alam adalah keseimbangan alias balancing. Kondisi dimana antara plankton dan bakteri dalam suatu kesetimbangan.

Nilai NP rasio dalam ekosistem qalbu manusia adalah keseimbangan antara sifat keduniawian dan ruhani.  Keseimbangan antara kemanfaatan sesama manusia dan habluminallah.
Wallahua'lam,,,,,,,,




Senin, 19 Juli 2021

Selamat idul adha 1442H

Setiap kita adalah Ibrahim
Dulu aku belum paham makna Idul Adha. Lalu aku bertemu tulisan ini, entah siapa yang menulis: "Setiap kita adalah Ibrahim. Ibrahim punya 'Ismail.'
Ismailmu mungkin hartamu. Ismailmu mungkin jabatanmu. Ismailmu mungkin gelarmu.
Ismailmu mungkin egomu.
Ismailmu adalah sesuatu yang kau sayangi dan kau pertahankan di dunia ini.

Ibrahim tidak diperintah Allah untuk membunuh Ismail. Ibrahim hanya diminta Allah untuk membunuh rasa 'kepemilikan' terhadap Ismail karena hakikatnya semua adalah milik Allah."

Idul Adha adalah tentang percaya dan ikhlas, dua hal yang sungguh berat di tengah-tengah pandemi ini. Banyak hal hal yang dulu biasa sekarang terasa 'mewah. Banyak yang kita rasa sudah jadi bagian hidup kita namun ternyata harus kita lepas.

Selamat Idul Adha, teman-teman tersayang. Sehat selalu, bahagia selalu.
#copas


Senin, 21 Juni 2021

Ini perkara trust(kopyah broedin)

Saya pernah malam2 dulu pulang kerja nemuin tukang sate di Blitar Selatan, ngomongnya alus, sampe sungkan sebagai orang Jawa bahasa kromo nya kalah. Lebih kaget lagi ternyata ia orang blega Bangkalan. Dia kaget juga begitu saya bilang Belgia (plesetan blega, salah satu kecamatan di kab Bangkalan) hingga akhirnya dapat diskon lumayan. Begitulah jika orang madura merantau, siapapun dianggap tretan walau hanya sekedar bisa ngomong madura nik- sakonik(dikit2).

Di Malang juga begitu, nawar apapun pake bahasa madura, pasti di diskon. Jadi bargaining anda naik saat bisa memenuhi unsur trust mereka, pakai bahasa madura meskipun logat jawa. Gak percaya? Saya kalau cukur pasti cari tukang cukur madura, selain murah meriah, ajak ngobrol dengan bahasa madura, habis cukur pasti dipijat lama. Jadi ini masalah trust menurut saya.

Makanya kalau kemarin ada demo perkara penyekatan jembatan suramadu jangan2 hanya perkara yang satu ini, trust, terlepas konsekwensi prokes.
Mereka tidak anti malah pro, mereka tidak takut sama orang yang namanya Sueb, demikian sohib saya broedin nerangkan.
Awalnya bingung juga apa maksudnya,,, ternyata mereka pro thd prokes bukan anti(gen). Apalagi Sueb (maksudnya swab).

Jadi ini sebenarnya masalah dialektika, yang perlu sering dikomunikasikan. Saat masih "bekerja", daerah Surabaya Utara mulai perak, kembang jepun, kapasan dan sekitarnya kebanyakan pekerja lepas yang memang tinggal di madura tiap hari pulang pergi lewat suramadu. Dikatakan dialektika karena permasalahannya tidak cukup dimengerti dengan pemahaman resiko sebaran penyakit, tapi lebih dari itu, ratusan, atau bahkan ribuan tiap hari mereka lalu lalang lewati jembatan sebagai saksi bisu upaya memeras keringat mereka.

Ini mirip cerita broedin saat ditilang pak pol gegara gak pakai helm hanya pakai kopyah. Pak pol nerangkan kalau pakai helm kepala bisa terlindungi.  Tentu saja broedin membantah : coba helm nya dibanting pak pasti pecah,  coba kopyah saya sampean banting,  pecah ga. 
Kalau dipahami secara apa adanya tentu ga nyambung,  tapi kalau dipahami secara dialektika tentu kita ngakak. Dan pak Pol punya solusi cerdas,  kopyah tetep suruh pakai, tapi tilang tetep jalan,,,,,


Rabu, 02 Juni 2021

Lebaran

Selamat lebaran
Selamat lebaran kawan,  kita sudah lebaran lagi
Akan sibuk waktu kita beberapa hari lagi menyiapkan pernak pernik lebaran sehingga tak terasa puasa  hanya sekedar menahan lapar dahaga,  amalannya sirna tak berbekas menyublim entah kemana

Selamat lebaran kawan
waktu2 bermunajat pada Nya di malam2 sunyi tinggal menghitung hari, kalah dengan riuh rendah menghadapi lebaran,  seolah tanpanya terlewati kemenangan
Kemenangan? Kemenangan terhadap apa bila sisa hari terakhir puasa tak sanggup menahan godaan terhadap hasrat yg begitu banyaknya. 

Selamat lebaran kawan
sudah beli baju baru? apakah kue2 telah tertata rapi dimeja,  senyum semu bahagia,  namun sejatinya hati kosong belaka.  Di hari terakhir puasa kita begitu rakus memborong semuanya seolah esok tiada,  te ha er habis  untuk membeli ini itu seolah tanpanya lebaran hanya seremonial belaka,  prasyarat ampunan hanya dengan berkata : mohon maaf lahir batin,  hilanglah dosa2 kita 

Selamat lebaran kawan
Sebulan puasa, siang menahan dahaga,  malam syahwat berjalan tanpa jeda, lantas kita menyambut bulan kemenangan untuk setahun ke depan,  tak malu kah harus berpura2 pada Nya? 

Selamat lebaran kawan
Usia hanya isyarat waktu sebelum diambil oleh Nya,  lebaran mestinya menjadi titik kulminasi puncak pertaubatan bahwa ada yang lebih sejati,  lebaran hanya penanda bahwa kelak kita akan kembali dalam keadaan Fitri,  lebaran hanya terminal untuk meniada, selebihnya berharap Allah ridha dengan kita.