Selasa, 14 April 2020

Ketawa adalah obat

Pada suatu kunjungan di peternakan sapi, sepasang suami istri mendapat penjelasan bahwa sapi di sana sehat-sehat dan kuat.

Pemandu: Bapak dan ibu, ini sapi dari Selandia Baru sangat kuat, dalam sehari bisa berhubungan sampai 5 kali

Istri: Tuh Pak, 5 kali sehari. Bisa nggak?

Pemandu: Bapak dan ibu, kalau ini sapi Australia, lebih kuat lagi. Dalam sehari bisa sampai 10 kali.

Istri: Tuh Pak, sampai 10 kali, bayangin!

Suami: Pak pemandu, itu 10 kali dengan betina yang sama apa nggak?

Pemandu: Ya beda-beda dong, Pak.

Suami: Tuh Ma, betinanya beda-beda. Boleh nggak?
😁😁😁

Broedi series

PNS
Badai covid19 yang diikuti pergerakan ekonomi turun drastis.  Banyak perusahaan mem-PHK pegawainya. Namun ada yang tidak terkena imbas dari badai PHK seperti pns.  Kelak setelah korona berlalu ada perubahan dalam mindset masyarakat : lebih baik menjadi pns 

Sohib saya seperti broedin van klompen salah satunya,  terlihat sumringah,  santuy ngadepin kondisi ini.  Kaget juga saat dia wa klo sekarang sudah jadi pns.  
"Sejak kapan antum jadi pns dien" (aku ketularan deweke pake ane-antum) 
"Sejak korona jalan broken wing"
" dinas di departemen mana antum?"
(Saya mulai kuatir jangan2 broedin ditipu makelar)
"gak dimana2 dirumah saja ane"
" loh katanya antum pns kok dirumah,  bukannya harus apel pagi, dinas? "
"yaa,,, kadang2 tergantung saripah(istrinya)  nyuruh apa"
"sek2 antum bilang jadi pns,  pegawai negri sipil, aparatur sipil negara kan"
"sopo ngomong ngono"
"lah terus, arti pns nurut antum?"
" pns iku yo mas bro singkatan PenggaweaN Serabutan,  Pegawe Ning Santuy" katanya ngakak seneng bisa ngerjain ane
"Hasuuhhhhh" misuhku tak getno ae
Wkwkwkwk,,,,, brodin cekakakan sampe watuk2… 
(kapokmu kapan watuk-o terus koyo gejala korona)

Minggu, 12 April 2020

Paku

Kisah paku,,,, 
Aku hanya sebuah besi runcing sebagai penguat sambungan kayu,  dirumah,  di jalan2, dipohon2 bahkan dari tempat2 elit hingga pojokan kumuh  prostitusi.  Perjalananku panjang penuh kisah mengikuti pasang surut sebuah negeri. Menjadi saksi betapa tusukanku menjadikan negeri itu sejahtera,  atau carut marut mirip luka menganga. 

Aku hanya sebuah paku,  tidak saja tempat menggantung foto Bintang film idola di kamar lusuh atau mewah,  juga diperlukan untuk menggantung foto pembesar negeri di kantor2 dan istana, aku juga tempat menggantungkan harapan masa depan saat dipakai menusuk kertas suara. Dibutuhkan di pohon2  gambar calon anggota legislatif,  disudut2 jalan gambar calon2 pemimpin negeri ini,  dan aku berusaha menopang kuat seolah hanya alam yang akan merobohkannya. 

Aku hanya sebuah paku tapi pantang menjadi palsu,  saat tertentu,  aku di beri keleluasaan untuk menentukan negeri,  salah tusuk orang memaki, tatkala  menang aku segera disimpan dilaci. Kadang tutup mata saat ada di ruang gelap menusuk kepentingan dalam langkah yang orang bilang kecurangan. Aku tetap saja paku, tak bisa disalahkan karena itu,  sebab aku tak palsu. 

Aku sebuah paku dengan kisah perjalanan panjang. Kelak saat kesadaran manusia tentang peradaban demokrasi mencapai puncaknya, mungkin aku tiada, tergantikan oleh lainnya namun tetap saja akan tersimpan pada laci2 sejarah, bersama dengan kebencian, aroma tangisan dan kekalahan,  perjalanan dari sebuah peradaban manusia, yang ditentukan olehku : paku


Selasa, 07 April 2020

Virtual social relationship

Virtual social relationship

Saya pernah nulis status, saat rakyat di takut2i dengan bahaya covid19 sampai titik tertentu itu efektif, setelah itu hilang ketakutannya apalagi saat lapar yang terasa nyata dibanding dengan bayang2 kematian.  Lihat saja pelaksanaan PSBB di hari pertama di Jakarta,  bukan sepi malah ramai seperti tidak terjadi apa2. 

Bukankah itu ironi,  sama halnya saat sebaran virus ini mulai merata,  dan kita teriak2 kekurangan APD,  ternyata kita ini produsen APD terbesar dunia? Jadi apakah kekurangan itu nyata?  Yaaa,,, selama ada orang2 yang ambil keuntungan dengan expor ke negara lain.  Seperti ironi bantuan APD dari china ternyata dibuat di indonesia. Bukan sekali ini kita jadi negeri ironi (untung bukan tirani). Saat negara malaysia terapkan lockdown,  ratusan atau mungkin ribuan TKI di deportasi kembali ke pangkuan pertiwi dengan segala resikonya. 

Tapi ada yang lebih ironi yaitu hadirnya covid19 yang membuat kita harus dirumah sebenarnya adalah mencerminkan kita akan keranjingan berselancar dunia Maya.  Teman dumay lebih banyak daripada teman realita,  silaturahmi dumay lebih intens daripada realita. Apakah bagus? Di titik tertentu ok tapi berefek pada kehangatan sosial yang tidak di dapat dari dunia Maya.  Istilah social distancing mungkin mengacu dari sana,  kita di suruh silaturahmi sosial di dunia Maya dulu ( virtual social relation ship). Jadi bukankah kehadiran virus ini akan membuat intensitas kita di internet lebih tinggi seperti yang kita harapkan. 
Big ironi.... 😥😥


Senin, 06 April 2020

Mari,,,,

Mari,,,,, 
Mari,, mari mampir sebentar kesini,  saat hujan yang mulai membekukan tulang,  secangkir kopi bisa menghangatkan ingatan. Kita bisa berbagi cerita apapun jua meski mungkin tak penting bagi mu.  Mari coba hangatkan tubuh ini dengan secangkir kopi sembari menunda waktu,  tatkala perjalanan berisi simpul simpul permata bening bernama air mata.  Siapa tahu hangatnya tubuh bisa merelakan kepedihan menjadi bumbu penguat jiwa.

Bukankah keindahan itu mirip  kanvas lukisan,  berisi sketsa warna warni saat dipandang dari jauh,  namun ketika dekat,  ada noktah hitam disana sini,  guratan kasar yang tak terbayangkan. Mirip perjalanan hidup,  menjadi suci bukanlah perjalanan yang mudah dan lurus.  Kadang tiba pada kelokan tajam dan membaret tubuh lunak ini menjadi perih.  Semakin jauh berjalan,  semakin penuh pertanyaan, dan semakin kita terdiam.

Mari,,,, mari mampir sebentar disini,  menghangatkan tubuh saat hujan tak bisa diprediksi,  dinginnya menusuk tulang.  Siapa tahu secangkir kopi bisa menyegarkan tubuh yang kelu. Tatkala kenangan kelam dan hitam nikmati saja mirip pahitnya kopi,  seraya berharap,  hidup bukanlah tujuan akhir, entah dimana akan berakhir kelak,  ada upaya, hasilnya biar waktu yang bisikkan pada kita,,,,


Kepintaran mu

Kepintaran mu

Kepintaran mu bukan untuk ditunjukkan
Tapi diniatkan atas nama Tuhan yang maha rahman dan rahim
Kepintaran mu adalah cahaya yang menerangi sesama dan semua mahluk 

Kepintaran mu bukanlah dirimu, bukan pula hakikat dan esensi mu,  juga bukan personalitas mu
Kepintaran hanya identitas  bukan subyek, hanya predikat,  seperti  kecantikan, pejabat,  penguasa,  dan predikat duniawi lainnya

Maka,  jangan gunakan untuk  mencari keinginan 2 pendek mu,  mencari syahwat untuk melepaskan orgasme duniawi mu

Kepintaran mu mirip jalan setapak batu yang kau bangun selangkah demi selangkah
Bukan menuju kejayaan mu,  tapi menuju rumah pribadi mu sebuah tempat dimana pengabdian pada Tuhan mu dengan penuh cinta dan kerinduan luar biasa. 

Kelak kau akan tiba diujung jalan setapak, tatkala kau buka pintunya, dirimu hanya bisa menangis seraya berkata : terimakasih Tuhan,  semua telah sempurna sebagaimana adanya


Rabu, 01 April 2020

Sahabat itu bernama covid19

Karena saya bukan dokter,  maka apapun informasi yang berkaitan dengan covid19 yang pernyataannya di keluarkan dokter pasti saya simak seperti stay at home,  sering cuci tangan, social distancing,  kalau keluar pake masker dsb.  Diluar itu banyak info yang berseliweran tanpa tahu sumbernya pasti saya anggap berita palsu (hoax). 

Kadang suka usil,  sebenarnya ada rencana apa Tuhan ngasih corona pada umat manusia tanpa pandang bangsa, ras, agama.  Apakah corona sebenarnya dulu sudah ada? Sedangkan covid19 adalah cucu keturunannya? Apakah kakek buyut covid19 pernah juga "ngampiri dan menyapa" kakek buyut kita dulu?
Ini hukuman,  musibah ataukah berkah,  atau tanda2 kontraksi ibu alam sebelum melahirkan dunia dengan tatanan baru yang lebih baik untuk anak cucu kita.

 Apakah ini sebuah cara dari Tuhan " menghilangkan" peradaban manusia yang makin lama makin memuja materialism,   menggantikannya dengan peradaban baru yang lebih khusyuk pada alam,bumi, semesta mulai mikro kosmos seperti virus, bakteri sampai makro kosmos yang meliputi tata Surya, bintang hingga galaksi. Sebab dalam sejarah, menghilangkan peradaban  bangsa tertentu dimungkinkan kalau melihat apa yang terjadi dengan bangsa Tsamud,  Ad dsb. 

Jadi kembali ke awal,  apa rencana Nya dibalik pandemi covid19 yang bertamu dan bersemayam si badan kita? Siapakah ia,  musuh atau teman yang mengingatkan,  atau covid19 hanyalah "alarm" tentang situasi dunia yang makin memisahkan antara qalbu dan pikiran. 

Sebagai perbandingan, dalam dunia udang,  serangan virus sudah sering terjadi,  tapi virus di udang adalah secondary desease,  primer desease nya adalah bakteri patogen bernama vibrio,  sehingga praktisi budidaya berlomba2 bikin cara supaya vibrio tidak hadir dalam jumlah banyak. Padahal menurut saya, sejumlah vibrio hanya alarm kalau kualitas lingkungan sudah tidak layak untuk udang. Jika kita abai,  vibrio akan bilang dalam bahasa quorum sensing:"  ok you sudah saya ingetin, gak mau berubah,  bentar lagi udangnya saya attack".

Apakah pola covid19 juga seperti itu? jangan2 ini sebuah alarm kalau manusia sudah abai dengan lingkungannya,  baik terhadap sesama, pada hewan, pohon, batu,  sungai hingga pada setan, gendruwo,  pocong dsb. Bukankah mereka semua menghuni tempat yang sama,  berbagi space?.  Yang jelas serangan ini membuat dunia runtuh,  ekonomi global berbasis riba jadi kolaps.  Semua umat manusia akan alami resesi panjang.

Lantas siapa dan umat mana yang bertahan terhadap serangan ini? Yang akan bertahan adalah manusia2 yang terlalu sering alami penderitaan sehingga pada titik tertentu akan menjadi kebal terhadap penderitaan itu, dan aneh kalau suatu saat penderitaan menghilang,  srhingga ia merasa kangen : tumben kamu (penderitaan) ngilang,  ada apa? aku kok jadi kangen. Bayangkan,, pandemi  dianggap "sahabat" jauh dan jadi gelisah kalau sang sahabat tidak mendapat jamuan sepantasnya,  sebisa mungkin harus di ada-ada kan meskipun gak punya apa2 di rumah.  Bahkan mungkin akan mempersilahkan  badannya "dikrakoti" untuk menjamunya. Jadi kalau lihat berita ada temen, sahabat,  saudara begitu santuy tanpa takut apapun,  jangan menggoblok-goblokkan mereka.  Siapa tahu sebenarnya ia adalah manusia kuat yang tak punya pilihan apapun kecuali bersahabat dengan nya.  Sedangkan kita malah lari menghindarinya.