Sabtu, 11 Januari 2020

Jalan cahaya

Apa yg benar2 jadi milikmu belum tentu milikmu, apa yang bukan milikmu belum tentu bukan milikmu, sebab kehidupan hanya pinjaman yang kelak akan kau kembalikan

Jadi berendah hatilah jika hidup mu hanya nyadong Cinta Nya, tawaduklah dengan semua gembira dan sedih, sebab siapa tahu itu sebenarnya wujud Cinta Nya

Yang kamu perlukan hanya melunasi hutang Cinta Nya, dengan merangkai kebaikan dalam kurun waktu yang telah di tentukan, ladang yang kamu garap untuk bekal mu kelak

Kala itu terjadi, dirimu sirna dalam lautan cinta, bergerak  melewati ruang dan waktu hanya menuju satu arah : Rab mu

Sehingga , ketakutan, kepedihan,  kekuatiran, gembira, bahagia, hanya titik kecil mirip kunang2 penghias malam , selebihnya dirimu melebur dalam cahaya diatas cahaya
#jalansunyi


Jumat, 10 Januari 2020

Ngaji di mall

Ngaji di Mall
Kemarin saya berkesempatan untuk ngaji di mall, istilah ngaji saya sebutkan biar sedikit keren daripada kata hangout, jalan2, kia2. Istilahnya ngaji karena mencoba bergelut dan berjarak dengan keinginan. Sebab pusat pemanjaan indera wadag ada di mall, lampu, letak, warna bahkan aroma di mall sudah di setting sedemikian rupa dengan memanfaatkan disiplin ilmu mulai dari tata boga, psikologi, optik sampai fisika untuk membuat kita tertarik kesana.  Bukan antikapitalis, namun pemanjaan indera berlebihan bisa menjebak nurani dalam pengejaran tiada habisnya.

Topo ngrame, demikian sahabat saya bilang,  saya mencoba mengendurkan semua indera, just flow it mengalir begitu saja, tidak menentang juga tidak ditarik, sembari mengamati wajah2 pengunjung yang  lalu lalang dengan membawa masalahnya masing2 dan ditumpahkan disana sekedar memperoleh sedikit kebahagiaan artifisial. Tujuan ngaji di mall buat saya tidak hanya sekedar mengendurkan dan mengasah  indera, namun mempertajam cinta pada sesama, pada Tuhan (opohubungane😁)

Bagaimana mall telah menjadi pusat pemanjaan tubuh yang paling dasar, dimana keinginan dibesut sedemikian rupa hingga memunculkan "tuhan2" kecil disana. Buat saya ini pertarungan yang asyik, menguji diri,  seperti pertapa turun gunung,,,, 😁😁. Sehingga seperti ngaji2 yang lain setelah pulang dari sana didapat situasi batin bahwa apapun keindahan hidup tetap saja muatannya adalah nisbi dan kelak akan kembali pada yang sejati (saya mencoba meyakinkan hati dan diri sendiri seperti ini πŸ˜‚)

Jadi seperti ngaji2 sebelumnya, kehidupan memberikan nasehat terbaik seperti gurpan pernah bilang : broken wiiing,,,diatas semua  dikotomi susah-senang, terang-buram, jangan tertarik terlalu dalam,  jangan juga menolaknya, yang terbaik adalah memeluknya dengan takaran kemesraan yang sama, niscaya kehidupan akan selau mengangguk padamu (tak semua memang nasehat gurpan saya mengerti,,,😊😊😊) 
#re_intro


Kamis, 09 Januari 2020

Stafsusting1

Stafsusting(staf khusus tapi ga penting) 1.

Saya tidak bisa menahan ketawa saat melihat gurpan pakai baju safari mirip yang dipakai paspampres.  Gimana gak ketawa,  identitas yang dipakai adalah stafsusting,  saat saya tanyakan dia bilang sebagai staf khusus tapi gak penting. Saya memang suka gagal paham   apabila gurpan dalam undercover alias penyamaran. 

Sambil nyruput kopi  disudut mall dia bilang sebagai staf supervisi untuk urusan gak penting di mall tersebut.  Saya pingin ketawa tapi urung,  apalagi baju safarinya terlihat kedodoran,  namun anehnya semua pegawai mulai tenaga sekuriti sampai yang berdasi begitu hormat padanya,  bahkan agak berlebihan,  mirip kalau ketemu bigboss. "Wahhh gurpan dihormati sekali sampe nunduk2 tuh yang berjas pake dasi" kata saya sambil melihat bagaimana orang itu begitu takzimnya. Gurpan hanya terkekeh seraya bilang : identitas saya kali ini kan stafsusting broken wing,  ngurusin yang gak penting banget. "seperti apa gur? ". Yaaah macem2 dari urusan mismanajemen sampai nerima keluhan mereka pas tanggal tua duitnya mepet ujung2nya kasbon. Saya tergelak,,,, tapi pasti ada sesuatu hingga dia sampai nyamar begitu. 

Kamu tahu broken wing,  ada beda antara identitas dan personalitas seseorang. "Maksudnya gur? ". Banyak mereka tidak bisa membedakannya,  yang dikira identitas adalah personalitas sehingga hidupnya dipenuhi untuk sesuatu yang dikira jati dirinya. "Saya bingung gurpan? "Tahu orang yang berjas tadi? dia salah satu manager disini,  calon kuat general manager. "terus? ". Dia mengira personalitasnya adalah GM sehingga seluruh waktunya disibukkan dengan hal bagaimana meng-asesoris- dirinya sebagai manajer sampai2 jika ada stafnya gak hormat dia akan marah,  bukannya membangun tali silaturahmi antara dia dan staf pegawainya. Padahal jabatan adalah identitas bukan personalitas.  "bentar2 gurpan, memang apa beda identitas dan personalitas? ".
Gurpan berdehem,  batuk2, saya paham,  langsung panggil pelayan buat nambahin kopi dan pisgor kesukaannya, seketika senyumnya mengembang. 

Broken wing,  identitas adalah dirimu yang kamu bangun secara budaya dan pemikiran yang terapannya ada di organisasi,  politik, ekonomi dll.  Identitas adalah apa yang kamu perankan di dunia ini,  jadi presiden gubernur,  satpam OB. Sedang personalitas adalah kondisi alamiah dirimu yang kamu dapat dari sang Maha. "Lantas apa hubungan identitas dan personalitas gur? "
(Lanjuttt ke slide ke 2😁😁)

Stafsusting 2

Stafsusting (staf khusus tapi ga penting) 2

Hubungannya ?penting mengetahui identitas kamu, sebab apa yang kamu lakukan semua ini hanya sebuah peran di kehidupan,  sedang personalitasmu  adalah memahami apa yang telah ditetapkan kan oleh Allah buat dirimu.  Bahkan jika itu ditelusuri lebih dalam sebenarnya tidak ada personalitas dalam dirimu, tidak ada jati dirimu,  sebab tidak ada  yang sejati kecuali Allah SWT.  Kamu hanya bagian kecil dari gelombang bernama fayakun sehingga aslinya entitas dirimu yang sebenarnya tidak ada alias kosong. 

Dadi broken wiiing,,, ojo gupuh karo awakmu dewe,  wong awakmu asline gak onok, dirimu iku asline ga penting, dan bekal hidup itu harus yakin bahwa  dirimu itu tidaklah penting
"Bingung saya gur? " sambil garuk kepala yang gak gatal. 
Wes saya kasih contoh : pak manajer tadi,  seharusnya kesibukannya adalah dipenuhi tugas2 yang berhubungan dengan jabatannya (Saya mengangguk2).
Tapi kamu lihat seluruh waktunya disibukkan dengan mendandani dirinya sebagai manajer dan merasa personalitasnya adalah manajer yang dikiranya ada,  sehingga saat bawahannya sedikit tidak hormat,  dia marah, padahal manajer hanya sebuah peran,  hanya sebuah identitas. 
" kalau memang diri ini kosong, tidak ada, tidak penting banget,  terus siapa diri saya yang sebenarnya,  dan harus ngapain di dunia ini gur? ".

Broken wing,  penuhilah seluruh aktifitasmu dengan perbuatan baik yang Allah perintahkan seperti mencintai istri, anak,  cari nafkah, dsb. Jadi dirimu adalah perbuatan baik itu bukan entitas diri bernama broken wing. Saya melongo. 

Jadi orang yang masih sedih,  orang yang masih pesimis,  orang yang tidak punya semangat adalah orang yang salah sangka pada dirinya. Orang yang salah sangka kepada dirinya juga salah sangka pada apa saja,  termasuk kepada dunia. Bahkan bisa salah sangka pada Tuhannya. 

Saya hanya bisa mencerna apa yang dikatakan gurpan secara perlahan. Entahlah butuh berapa lama mengerti ini.

Rabu, 08 Januari 2020

Pendekar shaolin

Pendekar shaolin
Dua pendekar shaolin diperintahkan turun gunung, satu masih muda dan satunya lebih tua. Ketika sampai di lembah, mereka menemukan jalan satu2nya hanya menyeberangi sungai karena tidak ada jembatan. Saat hendak menyeberang tiba2 ada wanita muda minta diseberangkan juga, tanpa banyak komentar pendekar shaolin yng lebih tua menggendong wanita muda itu sampai tepian lantas berpisah. Setelah beberapa lama yang muda bilang, kakak bukankah ajaran kita tidak boleh berdekatan dengan wanita apalagi menggendongnya,,,. Yang tua kemudian berkata : kita sudh lama berjalan tapi kamu masih saja menggendongnya dalam pikiran.

#bukankah sering dalam kehidupan kita , masih  menggendong masa lalu, badan kita di hari ini tapi pikiran kita masih mengembara ke masa lalu,,,,,, anak now bilang : situ sehat?

Kamis, 02 Januari 2020

Liburan

Liburan
Selamat pagi, hari libur terakhir mungkin kita masih di jalan, atau menuju pulang, banyak hal yang didapat nanti, kenangan,  oleh2 

Kita gembira karena liburan adalah mentransformasikan energi sehari² ke "wilayah" lain dan kita senang melakoninya,meskipun tahu itu melelahkan

Kita juga teramat tahu selama apapun libur, kita akan merindukan " pulang" sebuah tempat, kondisi, situasi, rasa yang membuat kita diterima apa adanya

Jadi saat mempersiapkan pulang banyak hal yang harus kita bawa seperi foto, kenangan di sana, atau oleh² yang memenuhi bagasi, mana yg jadi prioritas?

Jika kita analogikan , bukankah hidup juga demikian, sebenarnya kita lagi "liburan" di dunia ini, bukan menetap selamanya, jadi suka atau tidak, kita merindukan "pulang"

Apa yang harus dibawa saat pulang? oleh² berupa materi yg akan menyesakkan bagasi ruhani kita, atau kenangan berupa amal baik?

Saat pulang ke rumah, keluarga senang kita tiba dengan selamat dan bertanya bagaimana liburanmu di sana bukan kamu bawa oleh² apa?

Hal yg sama akan ditanya saat pulang ke rumah sejati kita, "apa yang kamu lakukan selama liburan di dunia" bukan : kamu bawa oleh² apa ?

Mumpung kita masih "liburan" disini, banyaklah berbuat sesuatu yg akan jadi kenangan indah,  bukan sebaliknya, sebab itu oleh² yg paling baik untuk dibawa pulang

Liburan yg baik akan selalu dikenang dengan baik di rumah, liburan yang buruk hanya berbuah sesal, bukankah demikian juga kalau itu dianalogikan dengan akhirat kelak


Senin, 30 Desember 2019

Gurpan 1 (edisi akhir tahun)

Biasanya setiap akhir tahun,  gurpan datang mengunjungi saya,  biasa menteter dengan pertanyaan yang sulit untuk dijawab sampai ia sendiri terkekeh2 mendengar jawaban saya yang grothal grathul.  Tahun ini aja agak aneh datang cuman ngucapin salam lantas pergi mirip datangnya kentut, sebentar,  tapi baunya yang lama. Saya jadi curiga jangan2 ada sesuatu yang tidak dikatakannya dan bener tengah malam dia mencecar dengan pertanyaan yang membuat saya tergagap .

Setelah cecaran dan cercaan yang meguji mental dia menutup nya begini (menutup berarti sesi panjang akan dimulai). "Broken Wing,  setiap niatmu pada Nya untuk melakukan kebaikan,  akan diuji seberapa murni niatmu itu".  Saya cuman manggut2. "Tanpa ujian kamu bisa memanipulasi niatmu dengan kepentingan pikiranmu sendiri'. Maksudnya gimana gurpan?. "Kamu pikir kalau kamu lulus dengan ujian niatmu terus selesai hidup bahagia damai sentosa? itu kampungan namanya,  cemen,  alias pecundang". Haahh,  gurpan ini kok bisa bilang gitu,  bukankah di setiap niat akan berakhir dengan hadiah berupa amal. "kata siapa, itu kan maumu".  Bukankah sukses dalam kehidupan adalah fiddunya wal akhirah, saya coba menyanggah. "Kenapa pemahanmu makin dangkal saja broken wing,  siapa bilang kamu disuruh sukses di dunia ini,  gak ada". Ini,,,,, saya mulai bingung : maksudnya kalau kita gak disuruh sukses,  apa disuruh gagal terus gur?. 

"Makanya baca sejarah broken wing, statement kesetiaan Adam,  moyangmu diucap dalam kata dan niat baik,  akan diuji dengan sebaliknya". Maksudnya gur? 
"Adam diuji kebaikannya dengan disediakan keburukan yang disimbolkan buah kuldi,  demikian juga anak turunnya,  setiap ucapan lisan dan perbuatan yang mengandung kebaikan, akan diuji dengan keburukan". Saya pusing dengan kata2nya,  contohnya gimana gur?. 
"Ketika kamu meminta untuk selalu ditunjukkan jalan yang lurus apakah Tuhan menyediakan jalan lurus,  berupa simbol atau minimal dapat clue nya? "
(Saya menggeleng), gurpan pun melanjutkan,  bukankah yang diperlihatkan jalan yang bengkok disana sini? Kamu berniat menjadi baik, tapi  kamu dihadapkan pada orang yang akan menggoda keteguhan hatimu untuk berbuat baik.  Semakin intens kamu meminta "ihdinash shiratal mustaqim" semakin besar pula bobot yang akan dihadapimu". Terus kapan fiddunya hasanah nya gur kalau gitu?.
(lanjut ke edisi gurpan2😁😁)
#gurpan_series