Kamis, 18 Oktober 2018

Inikah,,,,?

Ketika dirimu menoleh ke belakang,  dan melihat bekas2 jejakmu perlahan memudar termakan waktu,  inikah perjalananku, katamu seraya termangu. Bukankah telah kau lihat ada banyak pengorbanan cinta dari istri, anak,  orang tua mu,  hanya untuk membawa dirimu pada titik ini.  Tiba2 saja dirimu merasa tak sebanding dengan mereka,  lantas dengan masygul menggumam :"apa yang dicari selama ini,  mereka tak pernah mengeluh,  tak pernah lena sedetikpun menyemangatiku,  mereka diam,  taat dan patuh kemana diriku membawa"

Dalam sepersekian detik,  dirimu merasa limbung,  saat merasa tak sebanding balasanmu pada mereka,  hutang Cinta yang tak mungkin terbalas hingga kelak menutup mata. Tiba2 dirimu lunglai, menyesali pencarianmu selama ini ternyata sia2 belaka. Dimana salahnya, katamu ketika berjalan makin dalam dan jauh,  mereka makin asing di matamu.  Mereka hanya terdiam tak berkata apapun, walau kau kadang melihat sepintas,  menyeka peluh dan air mata.  Mereka tak bertanya kemana kamu membawanya.  Mereka tak perlu bertanya karena percaya kamu adalah ayah,  suami dan anak yang akan memberi bahagia.

Namun setelah perjalanan makin jauh,  tapak jejak yang makin tua termakan waktu,  kegelisahanku makin menjadi.  Kemarahanmu makin menghentak saat mereka tak mendukungmu.

Disaat dirimu hari ini terbaring,  betapa egomu telah membuat luka mereka yang selama ini mengasihimu.  Inikah jalan yang telah ku lalui,  pencarian yang tak makin mengakrabkan,  malah saling mengasingkan. Inikah hidup yang ku inginkan,  bergerak dari pencarian ke pencarian,  tanpa pernah tahu mereka yang dibelakangmu sudah kelelahan memenuhi hasrat mu yang tiada berkesudahan. Inikah jalan hidupmu?
#jalan_sunyi

Kamis, 04 Oktober 2018

Morning with you

Mungkin kita merasa tidak banyak waktu yang dimiliki untuk sekedar merenungi,  kemana sebenarnya arah hidup yang diinginkan. Atau mungkin kita terlalu disibukkan dengan tugas sebagai kepala keluarga yang makin hari makin menumpuk seperti RAM hape kita 😂.

Hanya sekedar mengingatkan,  hidup memang harus terus berjalan ke depan,  dan karena terburu2 kadang meninggalkan jejak2 yang kurang elok. Senyampang pagi masih menjelang,  yuukk bersihkan jejak2 digital kehidupan kita di masa lalu,  dengan maaf dan mohon ampunan.  Saya menyebutnya melunasi hutang Cinta,  sekedar penghalusan kata menghapus dosa 😊.

Sebab, kita tidak tahu kapan kendaraan waktu yang dipinjam dari Nya,  akan diminta. Mahluk bernama penyesalan memang menempati maqomnya dibelakang,  dan siap tertawa saat kita menangis.  Biarkan ia menjadi alarm agar kita selalu ingat, betapa hidup ini begitu rapuh,  dan sewaktu2 menjadi luruh.

Hanya saja,  dibalik kerapuhan,  kita terselamatkan oleh mahluk bernama Cinta,  jalan yang menghantar kita untuk bermunajat pada Nya
Selamat pagi, selamat menempuh karunia Nya

Selasa, 18 September 2018

By the way (nemu tulisan 4 thn yg lalu)

"U can't buy anything with hug", itulah status seorang teman ketika membahas uang, dia juga menulis begini : love with money make power others, It make buy happiness. Dia menggambarkan kekuatan uang dalam kehidupan sehari-hari termasuk dalam urusan love dan happines.  Saya hanya membalasnya dengan bilang :  u can't buy all of thing with money, its part of happines.
 
Dalam level tertentu uang memang bisa membeli kebahagiaan dan cinta tapi tidak bisa membeli hakikat bahagia dan cinta. Sebagaimana uang adalah benda, saat cinta dan bahagia ditarik pada tataran benda, tidak saja menjebak namun juga menenggelamkan. Uang memang kita cari untuk memuluskan aktifitas sehari-hari di jaman modern ini( bayangkan saat nenek moyang masih berburu , uang tdk dikenal). Namun sejarah sll  berulang, ketika suatu kaum/bangsa tll meng-agungkan kebendaan termasuk uang secara berlebihan, ia malah menghancurkan dari dalam (self destroyed).

Saya tidak menyalahkan teman tadi karena itu realitas yg dihadapinya namun saya juga tdk bisa bayangkan kekeringan yg akan dialaminya saat menarik total kehidupannya dengan kaca mata bernama uang.

Sabtu, 08 September 2018

Mari (re intro)

Mari
Saat hatimu terlelap, mengejar hidup yang terasa berat, Aku meminta waktumu sejenak, tidakkah kau merasa rindu pada Ku? lepaskan semua bebanmu, singkirkan semua ketakutan dan was2mu. Sandarkan semua problemamu sebentar saja, mari bicara, dalam tangis, dalam pinta dan doa.

Hidup di dunia bukanlah bicara kelak dirimu menjadi apa, memperoleh apa, bukan itu. Aku tak banyak meminta kecuali jalani hidupmu penuh cinta, penuh tawaduk, semua niatkan itu sebagai bentuk ke cintaan mu kepada Ku

Mari, mari luangkan waktumu sejenak ditengah kesibukanmu memenuhi kewajibanmu pada anak, istri,suami yang menanti di rumah dengan penuh harap semoga dirimu diberi keleluasaan rizki yang melimpah. Mendekatlah pada Ku, tumpahkan segala keluh kesah mu, tentang kesulitanmu, yang makin bertambah dari hari ke hari, jalani dengan sabar, sebab itu sementara, sebelum dirimu kembali dalam kebahagiaan abadi yang Aku janjikan.

Jadikan dirimu bernilai bukan dari pencapaian mu, namun dari upaya mu yang terus menerus dan sabar. Aku selalu menemani mu saat niat dan awal dirimu melangkah, semoga kelak engkau akan kembali dalam haribaan sejati, tempat dirimu akhirnya bernafas lega setelah menjalankan tugasmu sebagai suami, istri, anak yang berbakti. Dirimu hanya bisa menangis saat Aku bisikkan : hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Ku dengan hati yang ridha.
#reintro

Rabu, 22 Agustus 2018

Aku ingin bilang

#aku hanya mampu mengurai pagi dan memilin nya ke dalam saku untuk aku bagikan di setiap tetes embun dan "mendakwamu" dengan ucapan: apakah kamu masih sayang aku#

Aku terhenyak seraya menatapmu dan bilang,  bukankah itu ucap yang kau bilang ketika hampir ke peraduan dan aku tak ucapkan sepatah kata kecuali senyum yang paling terngiang.

#aku ingin seperti matahari sebelum embun sirna di balik daun yang bergumam salam shalawat Cinta Nya#

Kamu tak perlu menjadi apa2, sebab seluruh aliran darah dan DNA,  ada dirimu dan Adinda menyapa,  dan terlalu cukup buatku.

Tiba2 subuh berkumandang meniti kebesaran Mu, betapa Cinta Nya begitu melimpah, tanpa terasa air mata hanya satu2nya bahasa yang bicara
#selamatiduladha

Rabu, 25 Juli 2018

Lena

Ketika kelahiran datang dari pintu depan, ajalmu menanti di pintu belakang.  Jarak diantaranya,  banyak yang di maknai secara berbeda.  Ada yang menamainya : kehidupan,  disana dirimu terdampar menjadi tamu di sebuah ruang tamu, dan tak mungkin selamanya disitu,  sebab kelak akan pulang.

Jarak antara depan dan belakang hanya sepenggalan untaian doa, terlalu singkat. Saat kita lahir,  disambut doa, pulang ke haribaan Nya juga dengan doa. Bahkan doa menjadi penawar saat langkah ini terpuruk dalam do(s)a.

Dan sebaik2 doa,  adalah menghantar diri ini dalam pendar cahaya Nya,  mengabdikan dirimu untuk orang tua, istri/suami, anak,  guru dan orang yang memberimu Cinta.  Dan kewajibanmu adalah melunasi hutang Cinta mereka,  dalam perbuatan yang Indah dan doa.
Sehingga apapun yang kau maknai :  usia,  waktu,  harta,  jabatan,  hingga kesenangan kehidupan,  semuanya terangkum dalam satu kata yaitu jarak.  Dan jarak itu terukur hanya dengan dua saja,  pintu depan dan belakang,  selebihnya,,,,, lena.

Re-intro

Di serambi itu angin hanya bergulir lemah,  saat sore mengisyaratkan kalau dirimu  beranjak pergi,  bukan menangisi keadaan namun karena keabadian tak bisa ditemui dengan begini,  katamu.
Jadi aku pun termangu saat lembaran puisi menoreh di buku harian dan betapa kata2 itu menghujam,  bukankah ini semacam intro,  ketika badan letih mencari kemana mana,  hakikat diri terbang tercantol entah dimana?.  Bukankah pernah kau bilang,  jangan ditangisi keadaanmu disini,  kamu menulisnya di bait puisi,  keabadian hanya rumah sejati,  sisanya ilusi.
Jadi,  sore ini kamu tersenyum tipis serta menatap awan sebentar lagi memerah sebelum gelap datang,  tiba2 berbisik: alangkah indahnya ketika awan itu bergegas pulang seolah tahu malam adalah peraduan keabadian.  Aku hanya bengong setelah tahu,  dimana kata2 itu kau simpan,,,,,,
Dimana katamu? Aku bilang ada di gemerlip Bintang,  dan kamu tertawa seolah te akannya benar jawabnya.