waktu yang berjalan beriringan moga sabar menunggu karena ia akan tiba tepat saatnya untuk memberi kabar gembira ketika tangisan hanya sebagai penanda kalau kebahagiaan adalah senyuman tulus sebagai buah dari pohon kesabaran kepedihan yang membayangi selama ini sirna bukan,,,dengan sekali kedipan bersiaplah untuk berlari mengarungi kehidupan sunyi karena bahagia sejati menunggu sayang sekali kalau dilewati hanya dengan lamunan berlarian di padang savana menjemput angin dengan tangan terbuka memasuki aliran darah,,,menggelegak serasa ada kebebasan disana terbang dengan sayap terbentang mendekap harapan dengan mesra melewati malam dengan keheningan kehidupan inikah yang selalu ada dalam impian? sebab,,, kalau hari ini masih mencari makna berjalan merunut untuk tahu dimana akhirnya aku hanya berharap kalau diberi waktu untuk berjalan dengan langkah keyakinan dan percaya,,, Tuhan membimbing lewati kehidupan dengan sentuhan lembutNya saat itu jangan tanya dirimu ada dimana lakukan saja dengan percaya
bukan aku hendak mengantarmu hingga menepi di tepian jaman karena bukankah kita telah berjanji hanya melihat matahari terbenam sore ini sembari menatap warna oranye awan yang kebetulan membawa keindahan seolah berkata,,, diam adalah bahasa sunyi karena kata-kata tak cukup menampung segala keheningan yang menyertainya
waktu yang bergerak bersamamu sore ini bukan yang menghantarmu membawa air mata kemarin lain,,, kalau kegalauan hanya sepercik noda hitam dalam perjalanan hatimu mencari keikhlasan ia akan menemuimu nanti di tepian jaman ketika rambutmu berubah menjadi kelabu moga ia sabar menunggumu karena ia tak tahan dengan godaan untuk menarikmu dalam pusaran hening seperti membawamu dalam esensi kehidupan dan melemparnya dalam telaga cintaNya
nah,,,nikmati saja sore ini sembari menatap riak air laut yang gelombang alunnya seperti yang pernah engkau dan aku alami bukankah ini replika hidup hanya,,, kenapa kita menyadarinya saat waktu hanya memberi sepenggalan untuk mengucap maaf kata yang menurutku terlambat ugh,,,
jiwa lembut manakah yang telah merasukimu ? apa seperti waktu yang menunggu di ujung jalan itu menoreh raga yang terluka karena harapan tersisa lenyap bersama matahari menghilang di ufuk barat sunyi,,, senja yang mestinya berhias senyuman namun ia datang membawa kabar duka telah tiada,,kelembutan yang dinantinya tiba-tiba ia lenyap menghilang bersama tenggat waktu yang janjinya,,, tertoreh pada pokok pohon di ujung batas jalan
aha,,,bersiaplah menangis sambil tertawa saat kebaikan hanya kosmetika dibalut atas nama trend jaman buat menutup bopeng hati yang perih merintih ketika malam-malam datang menahan darah kering lama tak menutup jua tertawalah saat waktunya nanti tiba menerima hadiah kehidupan yang terindah ternyata yang didapati hanya kekosongan yuup....mereka bilang hampa beribu-ribu jiwa telah berjanji melangkah atas nama nurani kemolekan jaman membuat lupa diri sang waktu terus memberi kesenangan demi kesenangan bersama itu pula melinyelimutinya dengan tipuan keindahan
ahaa,,, sesal bukanlah hal buruk jaman sekarang bukan pula hal yang harus diindahkan ia hanya kesakitan sementara jangan terkapar karenanya itu cengeng namanya...
ketika senja menantimu di ujung sana dijamin senyumnya terasa mengejek kau akan dapati sesal yang sebenarnya saat sang waktu mengacuhkan permintaanmu untuk memutar dirinya kembali ke awal ini bukan sandiwara,,,bukan,,, salah terka,,, ini sebuah pertarungan atau persahabatan dengan kehidupan jangan kau lawan dengan terjebak kemolekan dijamin,,, dirimu terpental persahabatan dengan kehidupan hanya satu caranya biarkan kupu-kupu hinggap di jemarimu bisa,,,? hmm,,,:-)
Kemana jejak itu pergi? ketika batas ilusi dan mimpi mati sebelum waktunya sebuah dunia yang diakui sebagai utopia menjadi kabur atas nama realita ahhh,,,akan kesanakah akhirnya lenyap bersama kelembutan cahaya seperti menembus batas air dan udara imajinasi yang pengakuannya teramat absurd bukankah ia nyata hanya dalam bentuk yang beda namun tak akan diakui sebagai ibu kebenaran karena fikiran terlanjur memasukkannya dalam kotak-kotak tak bernama
kenapa,,, segala sesuatunya harus dibuktikan dengan realita ketika fikiran hanya noktah kecil dari sebuah jalan bernama dogma biarkan sekali- sekali angan liar yang bicara tentang kejujuran alami yang lama tak pernah ditemui karena waktu telah berjanji ia hanya tunduk pada kelembutan ia hanya tunduk pada keyakinan ia hanya tunduk pada kesabaran bukan fikiran yang terkontaminasi dengan ukuran dan angka toh,,, sama saja ia hanya nisbi yang terpenggal ditelikung atas nama keabadian
Kemana jejak itu akhirnya pergi? apa ia akan lenyap di ujung waktu sebelum pasir menghapusnya dengan yang baru meninggalkan sebuah bayangan tentang masa lalu hmm,,, entahlah
entah kenapa kesengsem lirik lagu ini, menurut saya ini puisi yang dilagukan,guratan kata2nya sederhana namun emosinya nendang banget :-), bukan sebuah kebetulan memang,,, bisa jadi mewakili sepenggal hidup kita yang pernah ada,,,:-)
Rinai hujan basahi aku temani sepi yang mengendap kala aku mengingatmu dan semua saat manis itu
Segalanya seperti mimpi kujalani hidup sendiri andai waktu berganti aku tetap tak kan berubah
Aku selalu bahagia saat hujan turun karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri
Selalu ada cerita tersimpan dihatiku tentang kau dan hujan tentang cinta kita yang mengalir seperti air
aku bisa tersenyum sepanjang hari karena hujan pernah menahanmu disini untukku
Tuhan,,, hari ini aku hanya ingin sampaikan atas semua kelimpahan yang telah engkau tetapkan yang tak bisa aku hitung satu satu dari semua kegembiraan hingga kepedihan yang menguras tawa hinga airmata yang mengalir entah hingga kemana semua ku terima dengan pasrah kalau ini memang sebuah jalan yang harus aku lewati demi menemuiMu kelak
Tuhan,,, aku hanya ingin setiap nafas cinta dan hembusannya biar ia menguap ke udara bergerak menjadi angin mengendap menjadi awan berharap nantinya menjadi hujan kasih sayang biar ini menjadi langkah menuju kemuliaan agar aku bisa memandang kehidupan dengan penglihatanMu
Tuhan,,, ampuni dengan ketidak sempurnaanku hingga memahamimu dengan logika teramat sederhana terkadang hanya menemui jebakan yang membingungkan arah hidup apapun kelak yang dijalani aku hanya meminta satu hal saja jadikan tubuh ini alat cintaMu buat menebar keindahanMu jadikan raga ini pendar cahayaMu sebagai tebusan rasa bersalahku padaMu