Intinya, dalam kondisi tertentu hidup adalah mencapai titik keseimbangan, pada saat ada di titik tersebut menurut Gede Prama tidak ada lagi warna hitam-putih tapi hanya lingkaran putih yang terbagi dua. Saat mencapai pencerahan, pembatasnya hilang menjadi lingkaran bulat.
Awalnya saya mengira yang namanya pencapaian spiritual berbanding lurus dengan pemahaman ritual. Apa daya, pemahaman seperti itu akhirnya membuat terjebak dalam kekeringan jiwa, ada beda ternyata antara spiritual dan ritual.
Seyogyanya orang yang mencapai tataran ritual tinggi tingkat spiritualnya juga menakjubkan. Dalam beberapa contoh memang demikian, sebut saja Jalalludin Rumi, Ibnu Sina dsb, mereka adalah cahaya yang begitu menakjubkan. Konon Nazarudin Hoja, yang selalu dikenal dengan kepandaiannya mengobrak-abrik logika, adalah seorang filsuf. Buat saya mereka adalah mutiara yang teramat berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar