Senin, 24 Agustus 2026

Salahkan broedin aja

Mungkin ada yang kepikiran,  broken wing klo nulis kok susahd di mengerti,  ngawur pula dan tulisannya kaya orang gak waras. 
Ini semua gara gara Broedin,  salahkan saja dia.

Saat di arudam jadi nelayan,  pernah seharian melaut gak dapat ikan.  Karena putus asa dia ngomel sendiri,  katanya Sampeyan Rahman dan Rahim,  mana buktinya.  Kalo hari ini gak dapat ikan besok anr judi lagi.

Eh tak lama dapat ikan 3 ekor. "Gusti,, masa cuman 3 ekor, mana  cukup buat anak saya,  terus istri sama orang tua gimana"dia ngomel bukannya berterimakasih. Sekejap kemudian perahunya penuh ikan,  dengan gembira dia pulang,  ketika tiba di pantai, saripah istrinya nangis2 ngabari rumahnya terbakar.  Bukannya lari dia malah komplain sambil dongak ke atas : yaaaelaah gitu aja,  kenapa urusan di laut dibawa2 ke darat...... 

Begitulah dialektika Broedin dengan gustinya,  ada keakraban disana., tanpa mengurangi ketakziman nya. Orang lain mengira dia gila, itu malah  membuatnya makin menjadi2. 

Seperti saat dia kepingin ketemu nabi khidir,  mau protes karena hasil ikan di tempatnya turun,  sama yainya disuruh datang ke pantai tengah malam. Ternyata yang dilihatnya orang judi, mabuk, orang pacaran.  

Marahlah dia,  diobrak abrik tempat itu,  dan ke yainya marah betul : pak yai nipu saya katanya. Kyai nya ganti marah dan broedin digoblok2in. Kamu berani ngusir nabi khidir yg menyamar,  kata pak yai.

Broedin kaget dan menyesal,  semenjak itu dia bersikap baik,  sama orang minum,  dituangkan minuman ke gelas dengan sopan,  sama orang pacaran dibawain tikar.  Tapi mereka malah mengira Broedin sudah gila , semenjak itu pantai sepi dari orang begituan dan hasil nelayan setempat banyak lagi tangkapan ikannya.

Akhirnya gaya Broedin ini nular gilanya ke ane, tapi gak seberani dia. Bayangkan saat dia umroh, badannya gemetar denger gemuruh mesin pesawat. Maklum baru pertama. Dia janji klo selamat sampe tujuan, niat akan nyembelih kambing 2.

Di perjalanan pesawat kena turbulance seperti mau jatuh, dia ketakutan setengah mati, dan ubah janjinya dari kambing 2 jadi 5. Saat tiba dengan selamat dia sujud syukur, lantas teringat janjinya, setelah dihitung hitung ternyata beli kambing disana mahal. Sambil mendongak ke atas dia bilang dengan logat maduranya  : klo gak jadi,,,,nyembelih sampeyan mau appa...

Begitulah keakraban dia dengan gustinya Jadi salahkan saja broedin klo ane ngawur, bukan karena telat minum obat...
😁😁😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar