Rabu, 27 November 2019

Angger nulis

Angger nulis
Saat masih tinggal di Situbondo yang namanya jadi ketua erte adalah jabatan seumur hidup,  banyak warga enggan jadi ketua erte karena di sibuk kan dengan urusan remeh-temeh yang kadang menyita perasaan, mulai masalah iuran yang enggan di bayar dan berkilah sok lupa, kerja bakti lingkungan yang sepi peminat tapi suara paling keras kalau komplain sampah tak terurus,  sampai ngurusin warga yang kebetulan pejabat publik tapi masih sering dibawa ke lingkungan seolah dia adalah bigboss. 

Saya bayangkan setingkat organisasi paling bawah saja ribetnya bukan main,  apalagi ngurus negara, bisa kurus badan. Sehingga kalau ada wacana ngurus negara ditambahi satu periode lagi, saya malah usul, mirip ketua erte gimana kalau seumur hidup.  Bukan tanpa sebab, jabatan publik hanya tersedia bagi orang yang lapang dada, jembar atine, dan memang seneng ngurusin yang remeh-temeh. 

Apakah ini demokratis? Kata ini tidak pernah ada dalam peradaban kita sampai dikenalkan oleh wong kulon dengan mengatakan : puncak peradaban adalah melibatkan rakyat dalam ngurusin negara.  Aslinya, rakyat gak ngurus hal begituan,  males karena sudah direpotkan dengan cari nafkah, esok yang makin madesu,  harga2 yang mulai terkerek mirip upacara bendera tiap hari senin saat kita sekolah dulu.

Peradaban kita hanya mengenal gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kertaraharjo kurang lebih artinya kemakmuran lahir batin menghasilkan kedamaian dalam skala luas,  dan itu dihasilkan bukan karena bangsa ini menganut paham demokratis tapi kerajaan. Sialnya,  paham demokratis ini mirip barang dagangan yang pemiliknya enggan memakainya. Diuji cobakan dulu ke para "customer" sambil dilihat setangguh apa yang namanya democrazy,,,, eh demokratis. Model2 begini kata temen saya yang tionghoa : amsiong atau kata broedin sohib saya orang arudam : lokka tak aderre,  luka tapi ga berdarah. 

Coba,  dimana di dunia ini ada bangsa yang setahan bangsa kita,  negeri kaya raya tapi kemakmurannya hanya mampir dalam mimpi dan kekayaan negeri ini buat ngongkosi kemakmuran negara lain mulai Belanda Portugis, Spanyol amerika hingga jepang.  Jadi kalau mereka mentang2 alias sok bener karena sok kaya,  mereka belum makmur beneran.  Kita saja yang bener2 kaya,  gayanya gak begitu malah andap asor. 

Entahlah Tuhan memang menciptakan bangsa ini dengan pertimbangan teramat dalam untuk ngayomi bangsa lain, sehingga baik software dan hardware nya telah disiapkan Tuhan sedemikian rupa, menjadikan rakyatnya tahan banting sehingga begitu di "kaploki" malah bilang " iki ngaplok opo ngelus2".

Gak percaya? Saat bangsa lain mengejar kebahagiaan dengan kerja keras agar dapat uang banyak dan dari uang itu bisa dipakai keliling dunia,  kebahagiaan itu kita peroleh hanya dengan cangkruk di warkop, dan hanya anak2 muda bangsa ini berani melamar anak orang dengan gelar: pengangguran,  tidak ada keberanian seperti itu ada di anak2 muda bangsa model di eropah sana.

Jadi jika dirimu ditanya apakah kamu ada darah Indonesia pasti kamu bingung dan menjawab enggak,  sebab indonesia baru ada gak sampai 75 tahun, sedang peradaban nenek moyang kita sudah kebih dari ratusan tahun mengarungi samudera sampai ke Madagaskar saat eropah dan amerikah sedang dalam masa kegelapan alias jahiliyah. Loh kok sekarang malah dibalik,  mbahe jahiliyah dipuja sebagai pembawa peradaban modern .padahal mbah2mu disik sudah lebih maju dari mereka.

Sumber gambar : pixabay

Selasa, 12 November 2019

Sajak november

November, mestinya adalah kumpulan rintik hujan,
yang menjejal hingga mendung tak sempat bersenandung, 
namun ia hanya angan sekelebat, dan segera pergi menjauh
kita pun bertanya kemana perginya hujan? 
menggumam diri sendiri, waktu hanya fana, dan kita tetap disini, dalam keabadian
#sajak_november

Kamis, 07 November 2019

Broedin pengen jadi orang

Ditengah tengah mendung yang makin pekat, Broedin van Klompen, sahabat saya tiba2 dateng ngamuk sambil ngancam saya mo di adukan sama nabi khidir agar hidung sy dimampetin dua- duanya biar ga bisa nafas dan nafasnya lewat mulut megap2 koyo iwak teri.
" broken wing ente tu sudah mulai kurang ajar ya,mentang2 sekarang sudah jd orang"
" opomaneh diiin,klo ga orang opo aku iki urang?"
"Ente ngomong opo sama malaikat jibril,sama nabi khidir sampe saya disuruh negur ente wing"
" haahh kapan aku ketemu beliau diinn,kubam ente din"
" tadi malem dalam mimpi beliau berdua dateng terus bilang diin ingetin sohib ente broken wing, ko ga bosen jadi orang?jadi mentang2 sudsh jadi orang ente gitu ya sekarang?"
"Oalahhhh iku to diin,sek saya nanya: kamu itu orang bukan?"
"Sebelum lahir aku tak bernama,entitas yang berupa ruh,setelah lshir ke dunia,entitasku berubsh jadi manusia,orang"
"Terus tugasmu sebagai orang didunia iki opo?" broedin celingukan
"Jare kyaiku brokenwing,,liya'budun" hahahaaa,,,gantian aku tertawa,broedinn gantian bengong.

" kemelipen diinnn wong kamu baru tingkatan orang, arep naik pangkat jadi abdullah ae grewelannnn"
"Lahhh maksud sampeya opo?"
"Ente bisa jadi abdullah alias hamba Tuhan jika seluruh hidup,matimu ditujukan padaNya,wong ente parkir sepi ae sek misuh-misuh jancuk2, sing mbok pisuhi iku sopo tuhan diinn"
" husss ojo banter2 wing aku sebagai muslim kadang khilaf gpp"
" hahaha,,,ente abdulah durung lulus ae ko meng-klaim diri muslim, nek wes muslim iku din jare kyaimu,jangankan hidup matimu buat Tuhan,seluruh sel,rambut atas bawah,keringetmu bahkan nasib saudaramu yg terpapar penderitaan kamu ga bs diem, koen sanggup tah ndelok dulurmu sing sekarang jadi korban gempa, kerusuhan, bahkan penggusuran,  koen iso opo?" tiba2 broedin terdiam dan menangis
" kesanggupanku sek dadi orang broken wing bener ente,ndelok semua itu isoku hanya mengadu marang gusti ingkang maringi gesang,aku mungkin malah ga pantas jadi entitas bernama manusia orang, pantesku cuma 
jadi kotoran,debu" makin keras tangis brodin
" bro-wing,andai ada yang bisa aku lakukan kecuali menangis apapun akan aku lakukan"
"Sejak kapan kamu seenaknya ganti jenengku din,kono wadulo nang nabi khidir?"
"Sudah broken wing, aku cuma dikongkon belajar dadi wong,orang yang bener bener orang,piye carane ?"
" mbuhh din aku yo sek bingung opo aku iki wong opo gak"broedin pun mengangguk2 sesenggukan, tiba2 dhuarrr petir menyambar menggelegar
" jancuukkk" kami pun misuh bareng2 trs saling menoleh,dan tertawa " awake dewe pancen durung lulus dadi orang brokenwing"


Rabu, 23 Oktober 2019

Secangkir kopi pahit (Gurpan series)

Gurpan Series 
(secangkir kopi pahit) 

Tanpa ba bi bu,  saya ketemu sohib yang lama tak jumpa.  Broedin van klompen,  dan mengajak ngopi di warung kecil milik istrinya mbak Sari (aslinya bernama saripah,  berhubung jualan di kota besar seperti Surabaya,  butuh image, jadilah dipanggil Sari). Aneh diluar kebiasaan dia suguhkan saya kopi tanpa gula,  biasanya wedang jahe kesukaan kita berdua. " kok beda dien apa ganti kebiasaan, penyuka kopi ente".

"Bukan mas bro (dia niru Gurpan panggil saya bro,,,,, broken wing) dibalik kepahitan kopi ternyata ane temukan cerita panjang". Maksudnya dien?. "Tak selamanya kepahitan adalah pahit adanya,  ia hanya sebuah tanda jika manisnya hidup tak harus selalu bermakna gula". Saya mengangguk2 setengah ga ngerti.  
"Kemarin waktu toron, pulkam ane sowan ke yai waktu nyantri dulu,  beliau menyambut dengan gembira dan disuguhi kopi pahit". Terus? 

"Yai bilang seperti itu, Lah ane bingung mas bro,  maksutnya apa. Ehhh di akhir ane pamitan,  beliau bilang,  ente kalau ga ngerti nanya aja sama mas bro,  lah ane kaget ternyata pean kenal yai.  Aku gak kenal yaimu dien?. 
Broedin ganti kaget :"makanya ane cari pean terus tak suguhi kopi pahit,  pengen tahu apa yang dibilang yai mas bro". Lah ganti saya yang bingung,  tapi untuk menjaga marwah saya di depan broedin van klompen,  sebisa mungkin harus dijawab. 

"Gini dien,  kalau ente main bola,  dan sudah berusaha semaksimal mungkin,  pas detik terakhir injury time, kesebelasanmu kebobolan satu gol,  kamu merasa kalah ga? "
" kalau secara permainan kalah,  tapi dari upaya,  ane ga kalah mas bro". 
"Nah mungkin itu yang ingin di bilang yai,  tak selamanya kehidupan kita yang sepahit kopi suguhanmu, adalah pahit beneran,  siapa tahu itu sebuah cara menyadarkan kita tentang makna kenisbian,  menjaga kita untuk tidak terlalu fanatik pada hal yang semu,  dan terlalu terlenakan sehingga melupakan kewajiban2 kita pada kehidupan termasuk salah satunya berpegang teguh pada tali kehidupan Nya. 

Tiba2 klunting,  ada wa masuk di hape nya,  broedin tampak kaget.  Kenapa dien?  Wa dari yai,  beliau membenarkan apa yang pean bilang. Ganti saya yang kaget,  siapa nama yaimu dien.  Broedin menyebut sebuah nama yang agak asing buat saya.  Apa nama sebutan yai ente disana?   Banyak yang bilang seh beliau sering disebut Gurpan.  Ganti saya yang kaget dan mendadak badan jadi lemas semua.  Kenapa mas bro kok jadi lemes gitu? 
Gapopo dien gapopo,,,,,, (tiba2 saya jadi kangen gurpan setelah sekian lama ga bertemu) 😭😭
#Gurpan


Sabtu, 05 Oktober 2019

Racun

Apapun yang melebihi dari semestinya adalah racun.  Bisa saja ia sebentuk kekuasaan,  kekayaan,  lapar, ego, ketamakan, kemalasan, Cinta, ambisi, kebancian atau apapun jua

Ekses sosmed

Selamat pagi
Tugas terberat manusia adalah menjaga silaturahmi,  karena semua kasus pertikaian di dunia ini abai menjaga silaturahmi, kepentinganmya yang beda.  Berangkat dari sini,  muncul media sosial,  sebuah fenomena untuk mengurangi gap,  secara sosial dan hirarki (begitu tujuan awal munculnya sosmed). Tapi sebagaimana bertetangga dalam realita hidup tak selalu dalam jalan yang harmoni, begitu juga sosmed, yang gak lucu efek ketidak harmonisan malah lebih tajam. 

Sosmed bahkan menjadi pelampiasan perundungan yang tidak kalah tajam di dunia nyata.  Dunia Maya menjadikan pikiran lebih kreatif bahkan dalam sisi gelapnya. Jika di dunia nyata remaja berkawan dengan remaja,  orang tua bersahabat sengan orang tua,  dunia Maya menembus batas itu,  tatanan sosial menjadi abu abu. Banyak kasus2 pelecehan seksual akibat batas2 sosial yang hilang, kebanyakan korbannya adalah remaja yang belum matang. 

Sosial media juga ajang yang ampuh untuk menjadi tempat ngerumpi,  bahkan rentan dengan ghibah dan fitnah, framing dengan menggiring opini untuk kepentingan sesaat. Atau juga  sebuah tempat unjuk aktualisasi secara instan, istilah selfie menunjukkan gejala ini. Namun tidak semuanya kandungan sosmed berisi hal yang bersifat narsis.  Beberapa grup yang saya ikuti malah bagus untuk menyambung silaturahmi, mulai dari pekerjaan hingga teman sekolah,  bahkan keluarga yang jarang ketemu setahun sekali karena perbedaan geografi yang jauh

Saya hanya ingin mengungkapkan kekuatiran ekses negatif sosmed,  karena dunia maya tidak semuanya bersifat real,  kebanyakan semu.  Bahaya jika anak kita mengira antara dumay dan realita sehari hari adalah sama.  Hari ini hubungan antara sesama dalam tataran sosial sosial media kita. masih bersifat jasmani belum sampai pada tataran ukhrowi. Kelak jika kita masih memiliki waktu,  akan ada sebuah generasi yang akan melibatkan sosmed untuk menyambung benar2 silaturahmi secara utuh,  gejalanya sudah ada walau masih marjinal. 
#semoga

Rabu, 11 September 2019

Reddoorz dan OYO

Reddoorz dan OYO
Semula saya gak mudeng tiba tiba hotel di Malang terpampang tulisan reddoorz dengan warna merah mencolok,  dan menyasar pada hotel lowbudget,  saya pikir reddoorz semacam building management yang terbiasa mengelola managemen hotel beserta jaringan macam ibis, aston dsb. Baru tahu ternyata ia adalah startup untuk pencarian hotel online. Mirip traveloka mungkin,  hanya ia fokus pada jaringan hotel.  Dan saya semula berfikir ini pasti milik orang Indonesia,  ehh salah lagi,  reddoorz milik orang India yang menyasar pada potensi pasar Indonesia sebagai tujuan pariwisata yang ujungnya info hotel begitu penting.  

Belum kenal secara mendalam reddoorz,  tiba2 ada saingan juga berasal dari India bernama OYO,  sama sama sebagai startup jaringan hotel secara online,  ke depan reddoorz dan oyo akan bersaing ketat pada segmen budget hotel.  Saya gak tahu apakah hotel2 brands dengan segmen berbeda akan merasa tersaingi? Tapi dengan melihat tumbuhnya hotel budget yang mulai penuh okupansinya,Reddoorz dan OYO begitu agresif,  mau gak mau akan terasa efek kehadirannya. 

Dengan merangangseknya reddoorz dan OYO. Ke depan saat kita travelling kemanapun,  pencarian hotel dengan budget tertentu akan semakin mudah. Masalah persaingan pasti akan ketat.  Jujur nama OYO agak sedikit lucu karena dalam bahasa Jawa bisa berarti kencing.  Apakah OYO sebagai pemain termuda akan "mengencingi" reddoorz dan yang lain,  waktu akan menjawabnya. 
😁
Catatan : jika pintu merah dikencingi, pasti pesing,,,, 😂