Jumat, 08 Januari 2021

Broedin dan TLDM

Broedin series
Waktu broedin jadi nelayan di madura,  ternyata dia pernah ditangkap karena memasuki perairan malaysia dengan tuduhan mencuri ikan di perairan malaysia,  tentu saja bukan broedin kalau tak bisa ngeles.  Saat di introgasi tentara laut diraja malaysia TLDM dengan tuduhan mencuri ikan di laut natuna,,,, ehhh laut malaysia,,, broedin bilang dengan logat khas madura nya : sayya,, tidak mencuri pak,,, ikan itu saya kejar sudah 5 hari mulai dari madura sampai disini pak,  pasti ikannya sudah lelah pas saya  jaring,  salah ikannya kenapa lari sampe ke malaysia bikin urusannya panjang.  Sampeyan kalau gak percaya tannyak  sama ikannya,,,, 

Tentu saja komandan TLDM gak percaya,,,,sampai dia menerima telpon sambil manggut2 hormat. Kemudian dia panggil broedin van klompen : "kamu dilepas,  boleh pulang dengan catatan jangan diulangi lagi".  Kaget bercampur gembira broedin sampai memeluk sang komandan,  terimakasih pak peyan sangat baik sekali.  "Jangan berterimakasih sama saya,  kalau kamu bukan teman sahabat saya,  kamu sudah ditahan". Broedin kaget : siapa komendan sahabat sampeyan?. "Kamu kenal ini?" Kata komandan TLDM memperlihatkan foto.  Kaget broedin : mas broken wiing? 

(Nama dan tempat hanya kebetulan saja jangan dipercaya 😁😁😁)

Kamis, 07 Januari 2021

Belum sempat (Gus Mus)

Belum Sempat

belum sempat
aku menghormat Jumat
sabtuku sudah tiba lagi
kemarin rabuku belum lagi kulayani secara layak
kini kamisku sudah datang lagi seperti mendadak
kemarin masih tahun seribu empat ratus empat puluh satu
kini sudah tahun baru lagi

tahun-tahun berjalan
bagai bulan
bulan-bulan berlari
bagai matahari
detik-detik melesat
bagai kilat
dan kita masih saja
seperti semula
bergeming bagai berhala
kita masih di sini begini
merasa abadi.

#Gus Mus,Rembang 1.1.1442H.



 

Selasa, 05 Januari 2021

Tanpa judul

Ketika perjalananmu banyak menghabiskan waktu hanya berkutat pada pencarian pencarian yang memuaskan egomu. Patut dipertanyakan apa yang dicari tatkala semua pemenuhan ego hanya berhenti sebentar kemudian berlari lagi sampai tenggat waktu memberi ingatan : ini adalah pencarian semu.

Menangis dirimu betapa lemah tak berdaya saat nurani dikangkangi ego belaka

Selasa, 29 Desember 2020

Deep inside

Penemuan terbesar dalam peradaban manusia adalah angka 0. Dalam bilangan biner hanya terdapat angka 0&1.

Filosofi angka dari 0 - 10 bermakna kamu berangkat dari ketiadaan menuju ketiadaan.  Angka  10 berarti 1&0 artinya  meniada untuk bergabung dengan yang ada.  Angka 1 melambangkan Ada dan 0 tiada.  Anda (0) adalah bagian entitas "fayakun",  angka 1 adalah "kun".

Jadi kehidupan mu yang dimulai dari tiada(0) menapaki kehidupan, sebenarnya hanya untuk kembali tiada bersama Nya yang dilambangkan angka 10(1&0). Suksesmu di angka 2,3,4 -9 hanyalah penggalan perjalanan,  bukan sukses sejati.  Sukses sejatimu berakhir di angka 10. 
Jadi selama perjalananmu dari 0 menuju 10, melewati liku hidup angka 1-9 ia sementara,  nisbi dalam bahasa fisika kuantum disebut relativitas. 

Jadi buat kamu yang sudah merasa sukses,  atau yang sedang dilanda kegagalan dan kemalangan,  entah di angka 3,4,5 bahkan 9, hanya mengingatkan buat diri pribadi dan yang lain,  ia hanya term sementara sebelum menuju angka 1&0.



Senin, 28 Desember 2020

DU*

Catenaccio budidaya udang

Proses pendekatan biosecurity pada budidaya udang,  mirip proses security approach jaman orba. Problem pendekatan security adalah menempatkan "entitas" yang bersifat pathogen berhadapan dengan udang sebagai subyek.

Udang vs pathogen memberi ruang dengan menciptakan dikotomi kalah-menang,  untung-rugi dsb.  Dan perlombaan seperti ini sudah berlangsung hampir selama 40 tahun (dengan asumsi budidaya udang dimulai tahun 1980). Hingga hari ini kita masih berkutat dengan kondisi yang sama,  penyakit masih tetap ada,  bahkan varian barunya bermunculan. Pertanyaannya sampai kapan? 

Saat vibrio kita anggap sebagai musuh yang harus kita tekan,  vibrio akan 
merancang dirinya untuk bertahan dalam kondisi tekanan ekstrim,  dan perlombaan terus berlanjut sampai sekarang.

Bagaimana kalau kita rundingan dengan vibrio duduk satu meja,  negoisasi win-win solution,  anggap saja vibrio jadi sahabat yang akan membunyikan alarm/alert saat kondisi kualitas perairan mulai turun,  atau manajemen pakan kita buruk. 

Pertanyaannya kenapa harus vibrio? Sebab vibrio menjadi pintu masuk semua problema permasalahan beberapa penyakit,  sehingga penting mengetahui karakter,  habitat, sifat, dan strategi serangnya (total football 3-4-2,atau catenaccio 4-4-2). Pola bertahan dari serangan vibrio berarti harus memberi ruang pada bakteri ini dengan menciptakan lingkungan yang baik pada bakteri lain dengan ikut pola quorumsensing.

Persaingan secara nutrisi perlu diciptakan karena cukup soft dibanding pemakaian bahan kimia.  Lagian kalau pola persaingan nutrisi,  vibrio tidak akan sakit hati,  dan akan gentle mengakui kekalahannya.  Dalam istilah bola,  pertahanan yang baik adalah penyerangan yang terorganisir mirip total football,  seperti team Belanda dan Jerman,  bukan pakai cara team inggris yang melambungkan bola langsung ke depan gawang lawan. 
*dukun_urang

Kamis, 17 Desember 2020

Saat dirimu

Saat dirimu dibatas asa, dan itu  satu2 nya yang dipunya,  tetiba dunia dan isinya hanya remah  dari fragment pendek perjalananmu di keabadian kelak.

Kita hanya bagian dari titik tak terlihat namun meminta banyak.  Kita mengumpulkan kesia2an menukarnya dengan akhirat. Kita adiksi terhadap kemolekan dunia tanpa sempat bertanya,  berapa batas usia kita.  Kita tidak punya rencana perjalanan hidup karena menyukai lencana hidup. Tergagap karena kematian tak memberikanmu nasihat.  

Siapakah kita? mengapa tak sadar jua kalau jiwa, diri adalah bagian dari "kun" Nya. Kita tak sadari bahwa disini berjalan dalam "fayakun" Nya. 
Dan telinga kita asing saat terdengar suara :,,,hai jiwa yang tenang,,,, 
(Semuanya tiba2 begitu terlambat)

Kamis, 10 Desember 2020

Obituari

Saat tubuhmu merenta,  usiamu hanya tambahan angka,  engkau dikuasakan Nya untuk memutar waktu masa lalu.  Dirimu menjadi kekanakan,  tangisanmu mirip anak kecil kehilangan permen.  Diam mu ngambek karena tak kebagian mainan. 

Kau selalu menceritakan masa lalu sembari menatap ketakutan masa depan
Kenapa begitu,,,,? Sebab yang nampak di depanmu adalah kematian,  teringat dosa yang belum kau taubatkan,  teringat ketika muda tenagamu kau sia2kan,  kekuasaan yang kau pegang hanya  menyengsarakan,  semua harta kau peroleh dari sudut remang2.

Kadang di masa tuamu terdiam, menyesal tanpa tahu kemana mengadu.  Hanya yang kau tahu kesalahan telah menggunung dari masa lalu. Tiba2 kematian begitu menakutkan,  nuranimu menggedor2 bagaimana kelak dirimu menghadapi penghakiman.

Tidurmu tak tentram,  tatapanmu hanya melihat fragment masa lalu saat kepentingan mengacuhkan keadilan,  dan kematian2 kecil ternyata sudah ada sejak dirimu bugar. 
Menangislah pemuh penyesalan meminta ampunan pada orang yang kau nafikan tapi telah mendahuluimu menghadap Tuhan.  Tak sempat bertemu buat meminta maaf kecuali bertemu di keabadian
Ketakutan2mu begitu menghantui dengan sesal sampai hilang akal. Dirimu berteriak mamun tak terdengar. 

(Sesaat dokter yang merawatmu hanya menggeleng,  tangis pecah keluargamu, betapa menyiksa,  mati enggan hidup tak mau,  awal perjalanan mu pulang menuju keabadian begitu sesak,  dan semua terisak) 
#obituari