Kamis, 12 November 2020

Sajak november

November, mestinya adalah kumpulan rintik hujan,
yang menjejal hingga mendung tak sempat bersenandung, 
namun ia hanya angan sekelebat, dan segera pergi menjauh
kita pun bertanya kemana perginya hujan? 
menggumam diri sendiri, waktu hanya fana, dan kita tetap disini, dalam keabadian
#sajak_november

Kamis, 05 November 2020

Life has its own rules

"Dan kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau"(6:32)

Jadi kalau dapat kesulitan, cobaan dan ujian,sampai kamu tersungkur2 pengen menangis,  menangislah dengan benar jangan pura2 biar kelihatan akting menangisnya begitu alami  di pandangan malaikat.  

Begitu juga saat kamu dapat kelapangan sehingga pengen tertawa bahagia,  harus bener akting tertawamu, jangan pura2ketawa bahagia,  butuh energi besar hanya dengan berpura2.

Jadi meskipun ini permainan,  mainlah dengan serius.  Kalau jadi orang baik,  seriuslah jadi orang baik,  totalitas . Kalau kamu pengen bermain jadi orang jahat jadilah orang jahat sejahat2 nya. Jahatlah sekeras2nya jahat pada dirimu sampai kamu tidak berdaya, jangan jahat sama orang lain tapi sama diri sendiri baik.  Itu pura2 jahat namanya, aktingmu gak akan lolos nanti di penilaian malaikat. Sama saja jika kamu jadi orang baik pada dirimu,  maka sama orang lain juga harus equal kebaikannya. 

Life just the game and has its own rules.  Hidup ini permainan yang memiliki aturannya sendiri,  jadi seriuslah di permainan kehidupan yang singkat ini.


Senin, 02 November 2020

Hujan november

Hujan november
Hujan bulan november,  seperti menjemput doa doa yang berjuang menuju ke langit dan membasahi singgasana malaikat yang trenyuh saat manusia peminta-minta rizki namun lupa mohon ampunan. 

Hujan bulan november,
ketika rintiknya jatuh ke tanah,
beraroma kenangan tempat masa lalu hanya cumbu berasik masyuk dengan kegetiran dan tawa,  mengombang ambingkan hati antara putus asa dengan dera tiada habisnya,
dan kita tertawa sambil menyeka air mata setelah tersadar ini cara Mu bercanda. 

Hujan bulan november,  rinainya menerpa wajah-wajah haus kasih sayang Mu, setelah mencarinya kemana-mana tanpa sadar prasangka menghalangi temukan cahaya Mu,
mengetuk pintu2 dan menemukan dirimu didalam. 

Hujan bulan november,
daun-daun semula lusuh kini terbuai kelembutan,,,dingin hanya suara yang terdengar,  hingga malam menepikan semua kemarahan dan memberinya kelembutan,  seperti berkata sejauh2 mencari tak akan kau temukan jika hatimu hanya prasangka belaka.
Tiba2 gerimis mengetuk pintu hatimu dengan lembut : hai jiwa yang tenang,,,,,,,


Minggu, 01 November 2020

Siklus nitrogen

Apakah ada sebuah siklus mirip siklus "nitrogen' pada manusia?.  Andai ada,  akan jadi peta/map untuk menjelaskan bagaimana ekosistem hidup mikro dan makrokosmos manusia, dalam menjawab pertanyaan apa hidup, dari mana dan akan kemana.
Sebuah pertanyaan yang menjejali benak manusia bahkan sejak ratusan tahun yang lalu. 

Tulisan panjang dibawah adalah hasil pengendapan pertanyaan dan pemikiran selama bertahun tahun,  lebih banyak introspeksi diri.  Sebuah perjalanan mengarungi sunyi, istilah gurpan dalam menjalani hidup keseharian.  Disana banyak pergolakan, kemarahan, airmata sampai pada sebuah batas logika : ada hal yang lebih murni dibalik semua kejadian hidup. Ada sebuah keteraturan yang hanya bisa dibaca dalam perasaan terdalam. 

Ini hanyalah hasil pemikiran teramat subyektif yang bisa saja salah dalam pemahaman, ini hanya sebuah alert buat pribadi yang sangat lemah. 

Jadi begini,  pada dasarnya manusia dilahirkan dalam keadaan murni,  suci atau fitrah.  Perjalanan kehidupannya kemudian akan membuat manusia kehilangan kendali sampai pada tahapan tertentu harus dibuat murni kembali,  sebelum menghadap sang Maha. Faktor polutan hidup lah yang membuatnya tidak murni lagi. Polutan2 hidup bisa saja berupa materi,harta,kuasa bahkan kecintaan berlebihan pada dunia yang menyebabkan penderitaan panjang baik secara pribadi maupun kelompok, sejarah memperlihatkan  bukankah peperangan bangsa intinya memperebutkan sumber daya alam? Keserakahan dan ketamakan memang membutakan. Ini dasar yang menjadikannya polutan dalam jiwa dan hati manusia. 

Pemurnian polutan materi jiwa manusia mirip proses pencacahan materi organik/proses amonifikasi dalam siklus nitrogen. Proses puasa mirip proses amonifikasi,  dalam puasa jiwa, hati diajarkan "berjarak" dan "tidak melekat" dengan materi. Saat puasa, suhu tubuh naik, awal lambung terasa asam perlahan sirna, mirip amonifikasi dalam proses fermentasi( menaikkan suhu dan pengasaman). Hasil akhir amonifikasi adalah TAN,  hasil puasa adalah hati dan jiwa yang clear,  terang. 

Selesai? ini belum berakhir, seperti siklus nitrogen setelah proses amonifikasi ada proses nitrifikasi yaitu nitritasi dan nitratasi.  Dalam "siklus nitrogen" manusia, nitrifikasinya adalah cobaan (nitritasi) dan ujian (nitratasi).  Kenapa cobaan dan ujian apa beda diantaranya?. Hati, jiwa yang clear harus di implementasikan dalam keseharian, caranya adalah di coba dan diuji. Apa beda keduanya? pakai amsal saja: jika kamu tidak belajar jangan salahkan jika nilaimu jelek,  ada hubungan sebab akibat disana,  itulah cobaan.  Sedangkan jika kamu belajar, kualitas belajarmu akan terlihat jika diuji dalam nilai tertentu. Artinya cobaan lebih pada bubungan sebab akibat, ujian lebih pada upaya. 

Dan proses nitrifikasi dalam manusia akan terus menerus dicoba dan diuji.  Ada proses denitrifikasi saat nitrat kembali menjadi nitrit karena kekurangan oksigen.  Kemurnianmu akan diuji dan dicoba saat imanmu(oksigen) goyah(denitrifikasi),,,sengaja saya mirip2kan,,,, 😁😁).

Hasil nitrifikasi adalah nitrat, hasil proses "nitrifikasi mu" adalah kemurnian jiwamu, fitrah.  Dan fitrah jiwamu menjadi petunjuk map, peta jalan hidupmu di dunia sebagai khalifah di muka bumi (mungkin termasuk semesta, planet, bintang, galaksi bahkan sampai lubang hitam) sebelum dipanggil kembali ke haribaan Nya. 

Keterangan gambar :
1.Puasa
2.Proses cobaan dan ujian
3. Keinginan berlebihan, keserakahan, ketamakan
A.  Hidup di dunia
B.  Polusi jiwa hati berupa kecintaan berlebih pada dunia
C.  Hati yang clear, berjarak, tidak melekat
D.  Cobaan
E.  Ujian
F.  Fitrah, murni
G. Go back to real life😊
M. Materi(harta, kuasa)

#jelang_subuh


Jumat, 30 Oktober 2020

Kode keras (gurpan series)

Gurpan series

"Kode keras"
Semalam saya bermimpi bertemu seseorang, sebut saja gurpan,  lama saya tak bertemu beliau.  Dia menyapa saya dengan memperlihatkan putri semata wayangnya yang cantik dan sudah dewasa.  Kaget karena baru sekarang gurpan ngaku punya anak perempuan.  Tapi bukan itu yang ingin dilihatkan ke saya,  gurpan hanya bilang dengan sanepo : "broken wing,,, "anak" mewakili kesayangan hal yang kita miliki,  "kecantikan" adalah keindahan yang melekat pada kesayangan kita".

"Saya hanya ingin katakan,  jika kau memiliki sesuatu yang indah dan kamu teramat menyayanginya, jangan sampai itu malah menghalangi kecintaan mu pada Allah".

Kode keras yang diucapkan gurpan membuat saya terhenyak,  terus dia lanjutkan.  Laku jalan sunyi,  begitu kau ucap,  semesta akan menguji dengan kemelekatan, jadi tema hidupmu bukan akan jadi kaya atau kere dengan hasil upaya mu.  Tapi apakah dengan upaya mu itu akan lebih mendekat pada Nya. Tak penting dirimu melarat atau sugih selama dalam kondisi apapun, dirimu makin dekat pada Nya".

Apa hubungannya dengan Putri gurpan yang cantik,  tanya saya.
"Broken wiinggg,,,, (saya kangen jika gurpan nyebut nama saya dengan aksen khasnya), itu Putri cantik kesayangan saya,  sebagai sanepo buat kamu,  mirip dengan dirimu, Allah berkenan mengasuhnya sendiri tatkala saya belum sempat membesarkannya.

Apapun hikmah dibalik kejadian itu,  saya sadar jika  situasi yang saya alami dulu malah menjauhkan diri ini dari Nya,  maka saya akan kehilangan momentum di kehidupan ini".
Saya tecekat kehilangan kata2 lantas gurpan melanjutkan : bukankah Allah mengirim "kode keras" dengan memberimu ketakutan,  kecemasan, rasa tidak berdaya,,,, yang sebenarnya Dia akan mengujimu apakah konsistenmu kecintaan terhadap Nya tetap ada di lakumu jalan sunyi".

Saya terdiam,  gurpan hanya perantara Nya untuk mengingatkan,  bukan karena ke ge er an,  tapi sudah sering kali dalam tahapan hidup saat akan limbung,  gurpan hadir dalam mimpi atau realita.  Sesaat sebelum pergi dalam mimpi dia bisikkan : kapan ngopi bareng broken wing,,,, 
Tiba2 tarhim subuh terdengar,,,,,,

Kamis, 29 Oktober 2020

Belajar pada laut

Kenapa air laut jernih padahal menerima buangan air sungai yang kotor?  Ternyata air laut mampu mempurifikasi sendiri (self putification) alias memurnikan air yang kotor  dengan fermentasi dan dekomposisi,  disana organik di cacah oleh bakteri menjadi bahan yang lebih kecil dengan menaikkan suhu dan pengasaman.  Hasilnya air laut kembali jernih dan kita bisa memakai manfaatnya. 

Bayangkan jika manusia sebagai khalifah di muka bumi dan sebagai Rahmat seluruh alam,  ada tools untuk kesana dan mempurifikasi dirinya dari materi organik lewat hal seperti puasa (fermentasi dan dekomposisi jiwa), hasilnya kembali murni atau fitrah. 

Jadi jika hari ini anda merasa dijauhkan dari Rizki materi, selalu dapat musibah dan cobaan atau bahkan selalu dapat kemudahan materi( istidroj) anda sedang mempurifikasi diri baik oleh sistem (semesta) agar anda menjadi murni.  
Gejalanya anda akan merasa cemas, masa depan suram, ada ketakutan antara ketidak percayaan dengan keberadaan Nya dengan keyakinan yang menguatkan. 

Selamat anda sedang berproses atau dalam bahasa saya anda sedang menuju sunyi, suwung atau meniada. Bukankah kita sejatinya tiada (fayakun)  setelah proses awal ada (kum). 



Kamis, 22 Oktober 2020

Anak kita adalah cahaya

Anak kita adalah cahaya

Anak kita dilahirkan sebagai cahaya, tugasnya menuntun kita kembali di jalan2 cahaya,
anak kita bukan milik kita, 
kita sebenarnya milik mereka

Anak kita sebenarnya cahaya,
dikenalkannya pada kuta ketulusan namun mengabaikannya
dengan mengenalkannya keserakahan

Anak kita adalah cahaya, dikenalkannya pada kita berbagai keindahan, kenaifan dan spontanitas,
namun kita mengenalkannya berbagai prasangka

Anak kita sejujurnya adalah cahaya, dikenalkannya pada kita spiritualitas,
namun kita mengenalkannya berbagai macam benda, hingga hilang keasliannya

Anak kita adalah cahaya,
kita menjadikannya berbagai macam cara seolah ini mainan milik kita dan tiba2 kita merasa memilikinya


Saat Tuhan mengambilnya kembali, kita tersadar kehilangan hanya cara memahami keabadian itu ada, kefanaan adalah sementara