Rabu, 11 Agustus 2010

nggelinding aja,,,

Aku hanya tertegun saat sebuah senyum dari seorang lelaki yang aku kenal membuyarkan lamunan ketika kaki menyusuri petak-petak tambak yang kering dan berdebu. Hmm,,, orang aneh datang. Aneh,,,karena dengan kapasitas intelektual untuk ukuran akademisi agak memprihatinkan, namun sering melontarkan pertanyaan dan statement yang mengejutkan. Kadang aku sering berfikir jangan-jangan dia malaikat yang menyamar.
"aku tahu yang sedang kamu pikirkan"
"apa?"
"sudah gelinding aja"wahh,,,mulai nih!
"maksud kamu"
"ikhlas dengan apa yang kamu lakukan, biar waktu yang akan menilainya"hah,,apa lagi ini
" gak tahu maksud kamu" sengaja aku coba belokkan masalahnya
"wiiinggg,,,kadang ketulusan memang sering disalah pahami, bikin kecewa" mulai keluar kata-kata itu
"sebentar,,,aku gak paham kenapa kamu tiba-tiba ngomong seperti ini"aku berkelit
"sudahlah wing,,,aku tahu hati kamu"
"memang kamu siapa, malaikat?" "mungkin aja",,hah,,,
"jangan coba-coba kebaikan yang kamu lakukan tercampur dengan sedikit tendensi, hilang esensi ikhlasnya, kalau hari ini kamu kecewa, biarin nggelinding aja"
"terus aku harus lakukan apa"
"berikan yang terbaik semampu kamu bisa, meskipun nanti kecewa yang kau dapat, hilangkan kata-kata: berharap"
"kamu ngomong ngawur begini habis mimpi apa?" aku membela diri karena mulai tersudut
"lihat semilir angin itu, kemana perginya, lihat kehangatan cahaya matahari itu, tendensi apa yang membawanya? lihat kesejukan air itu, coba tebak apa niatnya,,,niscaya yang engkau jumpai hanya satu hal"
"apa?"
"kosong, hampa, tanpa tendensi apa-apa, lakukan semuanya dengan tulus"makin pening aku mendengarnya
"apa aku salah ketika sebuah harapan ternyata kudapati mampir di pintu kekosongan" hah,,,aku kok bisa ngomong begini? dia hanya tersenyum,,,
"karena melihatnya dengan mata biasa, kalau dirimu melihat dengan mata hati maka yang kau dapati hanya keindahan" sialan,,,bisa juga ngeles
"wing,,,sudahlah,,tak ada yang sia-sia dengan apa yang kamu lakukan, kalau niat itu tulus mudah2an buahnya kebaikan, tak ada yang kebetulan di dunia ini, kebaikan akan berkawan dengan kebaikan, keburukan akan berkawan dengan kesedihan, semuanya sudah dan sedang berjalan sempurna, tak ada yang perlu diragukan,,,jadi kalau hari ini kamu merasa sedih, kecewa,,itu hanya prasangka dalam hatimu,,,"bertubi-tubi tak sanggup aku pahami
"jangan dipahami biarkan saja kelak juga kamu ngerti"
" jadi apa yang harus aku lakukan"
"gelinding aja,,,,"
"hah,,,itu aja"
"ya,,,"itu aja"
hmm,,,nikmat bener kata gelinding ini
"ngomong2 gelinding artinya apa sih"
"kamu gak tahu?"
"gak"
"sama"
aneh,,,memang bener aneh sobatku satu ini


Selasa, 10 Agustus 2010

Selamat puasa yaa,,,sayang


Selamat puasa yaa,,,sayang
ayah tadi mengunjungimu
segenap kenang yang sesak di dada
tak mungkin tertampung
hanya dengan lelehan air mata
sebab hutang cinta buat dirimu
hanya bisa ayah ratapi dari waktu ke waktu
dengan merinduimu
hmm,,,batu nisan kecil itu
telah lama menghitam termakan usia
jadi pertanda kalau cinta kita
tak lekang oleh jarak dan masa

Selamat puasa yaa,,,sayang
seberapa besar dan cantik dirimu sekarang ?
ayah hanya bisa berharap
jadilah bidadari kecil yang membanggakan
baik-baik dirimu yaa,,disana
karena ayah tak selalu bisa menjagamu
dan hanya berdoa
semoga Beliau selalu mendekap jemari lembutmu
mudah-mudahan kelakTuhan ijinkan
mempertemukan kita di pintu surga
memelukmu dalam tangisan bahagia
setelah ribuan tahun hanya bisa melihatmu
dalam kenang yang terjaga


"Tuhan,,,ampuni kebodohanku, karena telah lalai padanya sehingga harus Engkau sendiri yang turun untuk mengasuhnya"





Kamis, 05 Agustus 2010

Ijinkan,,,



Ijinkan bimbang memelukku perlahan
ketika angin malam tak lagi menyejukkan
hingga dengan sepenuh hati
meruntuhkan keberanianku dengan sekali tepukan
kemarahan yang terlanjur menghitam
akan dibawa kemana lagi
sebab darah yang mengalir di nadi
mungkin tak akan kau temui memerah lagi
ia telah menjadi penuh abses menyakitkan
sebentar namun pasti akan meleleh
meruntuhkan sekat kepercayaan
menjadi kebencian yang memuakkan

Ilusikah ini,,,?
ketika dendang lagu kepedihan
seperti tembang kematian
suara seruling yang menyayat luka
sudah tak lagi terasa perih sejak lama
berharap ia cepat saja datang
kemudian berlalu dengan membawa pergi
hakikat cinta yang telah usang
mungkin akan merapuh sebentar kemudian runtuh
dan,,,
boom,,,
menghilang,,, meninggalkan jejak yang terasa sesak
hanya sisa darah beku tercecer dimana mana
pertanda pernah ada hidup disana

Ijinkan bimbang memelukku perlahan
karena ia terlanjur merasuk dalam
andai,,,ia tak segera lenyap
biarkan saja,,,sebab
berharap suatu saat bisa temukan
jejak yang menuntun kembali
ke tempat dimana tangisan
terasa segar di relung hati
atau biarkan sang waktu bermain-main
sebentar,,,
kelak ia akan melepasnya dengan rela
jadi,,, biarkan saja,,,










Rabu, 04 Agustus 2010

(Help) I Lost My "Home"


entah,,,
berapa lama berjalan menyusuri jalan ini
aroma bunga seketika membuatku berhenti
tiba-tiba saja kerinduanku terhadap rumah
menyeruak batin begitu dalam
langkah yang sudah terlalu lelah mungkin
jejaknya makin memanjang dan menjauh
membuat kangenku terhadap rumah
begitu menghentak nalarku sekarang

ya,,,rumah itu entah kemana
telah lama hilang dari ingatan
atau ada di sudut hati tapi dimana ia,,,
sebab telah lama sirna
ketika kutemui
hanya tinggal serpihan kosong belaka
bersama itu pula terkubur mimpi yang ada

biar saja ia dibawa angin
atau melebur dengan ombak disana
menghanyut hingga batas asa
biar menghilang dikeheningan
setelah tangisan mengering
tak kan lagi
air mata yang bisa dibawa
sebab aku tak berharap buat kembali
biar sedih ini mengalir sendiri
menempati singgasananya
yang aku inginkan hanyalah lewat sebentar
disana
setelah itu,,,jejak masa lalu
mengabur berlalu bersama waktu

apa yang salah,,, bila mimpi mimpi yang aku buat
hanya jadi ejekan wajah-wajah tak bernyali
bukankah kemarahan tetap saja tak berguna
yang aku bisa hanya terdiam
berharap mereka diberi keajaiban
hanya dengan sekali jentikan jari
mereka berubah menjadi sunyi
biar rasakan betapa hidup ini
tak mudah kalau bermain dengan ego pribadi

entah,,,kenapa
tiba-tiba aku rindu rumah
saat terasa kehangatan tawa
dan jiwa-jiwa yang bebas
menghuni disana untuk satu tujuan
memberi keindahan
dalam keanggunan
cinta


Minggu, 01 Agustus 2010

unmeaning talk

Semalam,,,entah kenapa tiba-tiba terdampar di sudut restoran cepat saji, mata yang lapar tak segan menyergap setiap urutan menu yang mengepungku. Begitu banyak manusia "lapar"malam ini,,,hanya satu yang bisa dikatakan: sesak. Yaa,,,yaa mereka teramat lapar dan dahaga,,,ketika gaya hidup menjadi ukuran sebuah kata : eksistensi,,,menyedihkan, karena tidak saja tua, muda, bahkan anak kecil pun menjadi bagian itu. Malam itu di sebuah mall, begitu banyak mata yang terlihat berbinar,cahaya yang berpendar indah, hentakan live musik band lokal, namun tak bisa sembunyikan satu hal : kemurungan
Begitu banyak manusia malam itu menyembunyikan kepedihan, kemurungan, seolah dengan hadir disini, semuanya akan hilang,,,hmm,,,yang terlihat hanya sebuah keputus asaan tentang memahami makna hidup, kesakitan secara emosional,,,mereka tumpahkan dengan membeli dan membeli seolah ini bisa meringankan,,,Yup,,memang bisa,,,namun hanya kenikmatan sesaat, sementara, seperti onani dan masturbasi.
Entah kenapa, manusia modern semakin terikat dengan hal beginian, seolah tanpanya ia kehilangan diri mereka, tatkala ukuran sukses bergeser dari kematangan pribadi, mental menjadi seberapa besar mereka menjadi bagian gaya hidup ini. Hedonis??,,,ehmmm entahlah,,,ini bergeser menjadi produk kultural yang makin mengasingkan mereka (termasuk aku). Ukuran sukses kadang diukur oleh seberapa pencapaian hidup dengan meletakkannya pada benda seperti rumah bagus, mobil bagus, barang bagus, yang kebablasan melebihi fungsi awalnya uhh,,,
Malam itu,,,begitu tumpah ruah manusia di sebuah mall dengan membawa kepedihan dan kemurungan masing-masing,,,entah sampai kapan mereka menyadari kekeliruan ini,,,ada hal yang hilang,,,cinta,,,ruh yang telah ada dalam diri namun entah kemana ia,,,mungkin sembunyi didalam sana karena malu telah disalah pahami untuk hal yang sia-sia.
Lamat-lamat,,,live musik terdengar sebuah lagu Geisha:,,,ku tak mengerti cintaa,,, (ahhhh,,,,)

Selasa, 27 Juli 2010

Just Love


kalau waktu mengijinkan kita
untuk tetap bergandengan hati
hingga rambut berubah tak hitam lagi
hingga tubuh beranjak renta
yang akan menjadi penanda hanya,,
sebuah kata-kata pada nisan
apakah itu namanya cinta

saat hari-hari
diisi dengan tawa, canda
lain masa dengan air mata
hingga,,,
kesakitan dan duka cita menunggu
di depan pintu
akankah kita tetap bersama
hingga salah satu kita berucap
kita akan menyatu,,,nanti
di surga,,,
apakah itu namanya cinta

waktu yang terus berlalu
kesilapan kadang memaksa
untuk menggores luka demi luka
hingga jarak menjadi penghalang buta
untuk menjadikannya sebagai penanda
kalau hati ini merindukan
untuk saling menyapa dengan kehangatan
apakah itu namanya cinta

ketika kesakitan, tubuh yang lemah
menjadi keseharian
apakah kita tetap hangat
dengan segala ucap
hingga malaikat maut tersenyum
membawa dengan kasih sayang
apakah kita tetap mencinta

maka,,,
apapun yang terjadi dengannya
saat ego, kesedihan, air mata
terombang-ambingkan oleh ragu
harapan yang sirna
membuat jalan serasa lebar dan menjauh
apakah kita tetap mencinta

seyakinnya Tuhan
akan memeluk dengan lembutnya
berbisik dan berkata
kalau hari ini patut disukuri
dengan segala kekurangan yang ada
dan Dia tahu, kalau sebenarnya
kita saling mencinta









Biar Saja



biar debu itu berterbangan menuju angkasa
kalau ia boleh memilih
mestinya diam saja
menanti mentari menjemput pagi ini
namun kalau tak ada
biar saja
mungkin sedikit senyum cukuplah
buat menyapa setelah harapan
hanya bisa menari-nari di benak
namun tak jua beranjak
entah kenapa,,,mana bisa
karena mimpipun tak sanggup membuainya
jadi,,,setetes air matapun tak kan sanggup
buat melelehkan raga yang menjadi bosan
tinggalkan saja sejenak
butuh keajaiban memang
melihatnya dalam kegelapan
sampai cahaya hadir mengusap perlahan

jadi,,,
biarkan debu itu terbang
titipkan saja asa terakhir padanya
pandangi sampai hilang di keremangan
lantas tiup telapak tanganmu dengan sekali hembusan
jatuhkan ke lubuk terdalam
ada kelegaan bukan
kalau dirimu bertanya
apa ini yang namanya cinta sejati?
segala pesona hanya berakhir di tepi mimpi?
ah,,,bukan,,,jangan sentimentil begitu
tetap saja simpan dalam impian
menetap lama disana toh tak apa
kelak kebenaran akan mengantarnya
menuju kehidupan indah
dalam kebaikan Tuhan