Jumat, 05 Februari 2010

traveler soul

hari ini...
entah kenapa aku harus melihatnya
ditunjukkan dua fragment kehidupan
dari dunia berbeda,dengan moment yang sama
dua anak manusia
yang tengah...dan akan bertemu Tuhannya
berjuang untuk mendapat perhatianNya
satu kuli angkut, satunya pengusaha
satu berwajah kusut, satunya berwajah bahagia

pagi ini...
entah mengapa aku menyapanya
hmm...kuli angkut kantor
tiap pagi selalu tersenyum ucapkan"selamat pagi pak"
jawabku tersenyum dan berlalu begitu saja
sepertinya pagi ini begitu berbeda
terasa langkah kaki seolah berat beranjak
melihat wajah tua...begitu bahagia
tulus dibalik kerutan wajah yang tak lagi mulus
tak sebanding dengan usia lebih empat puluh
terlihat amat bersahaja
basa-basi ngobrol kesana kemari
rumah dimana,anak berapa, sekolah dimana
aku terhenyak saat kutanya pendapatannya
"hanya" dua ratus ribu sebulannya.....
buat hidupi anak istri cukupkah baginya?
cuma 6600 sehari buat makan anak istri?
duit yang kurang buat menjejalkan pulsa
duit kecil yang sering dibuang entah untuk apa
namun dengan tersenyum bapak ini bilang
"menika sampun cukup pak, menawi kurang nggih nyuwun"(1)*
"Gusti Allah mboten sare kok pak"(2)*
ahhhh....diriku dibuat lemas karenanya
tamparan keras buat kepongahanku
selama ini aku GR padaNya
ternyata bapak ini lebih pantas jadi sahabatNya

siangnya...
kupacu menuju culture pond sahabatku
iri rasanya lihat kolam dan isinya
karena saat kuangkat net control yang nampak rupiah saja
hmm...kantongnya tambah tebal juga
namun aku disambut wajah murung
padahal hari itu ku lihat tak ada mendung
tanpa ku tanya kenapa, sohib hanya berkata
"wing...siklus ini aku rugi" haa!! rugi, aku tak mengerti?
"targetku meleset, 'cuman' dapat lima ratus juta saja"
aku terhenyak menatapnya seperti tak percaya
harapannya sembilan digit
seperti siklus sebelumnya
kenapa wajahnya tampak kusut seolah tak bahagia
padahal duit segitu banyak kalau diberikan krupuk
bisa dibentang sepanjang pulau jawa
aku tersenyum kecut
seolah ingin merajuk padaNya
kenapa Engkau beri begitu banyak uang pada dia?
toh sebesar apapun yg diterima, sia-sia akhirnya

sorenya...
berjalan pulang yg terbayang hanya athena
ah...ironi kehidupan apa yang hendak diperlihatkan
ketika wajah manusia menghadap Tuhan
satunya kekurangan, namun Engkau cukupkan
satunya dilebihkan, namun Engkau membuatnya terlena
mengapa hari ini diperlihatkan padaku ya..Rabbi
kesia-siaan yang aku tahu dimana berakhirnya
seolah Engkau tunjukkan kalau mau jadi sahabatNya
mendekatlah dengan sukur,,ikhlas,, apapun kondisinya
entahlah,,apa aku bisa..
entahlah...

bahasa jawa:
(1)*: ini sudah cukup pak kalau kurang minta padaNya
(2)*:Tuhan itu tidak tidur pak












Kamis, 04 Februari 2010

admirer

hmmm...aku bukanlah seorang raja
berkuda putih mencari permaisuri
hanya dengan petunjuk sepatu sebelah
keluar masuk penjuru negeri
mengharap cinta yang terlanjur pergi

mungkin aku bukanlah pangeran
yang sering mengendap-endap
buat melihat sang putri dari kejauhan
sambil membawa bunga liar dari hutan
lantas meletakkannya di depan jendela istana
seolah bisa hadirkan nuansa cinta

aku juga mungkin bukan pria romantis
seperti yang pernah kau idamkan
tiap pagi berbisik lembut ditelingamu
ungkapkan kata-kata cinta
seraya memberimu bunga mawar
rasanya hidup begitu indah bukan

aku hanyalah pria biasa
yang terbata-bata untuk sekedar berkata
betapa aku mengagumi dirimu
betapa aku menyayangimu

aku hanyalah pria biasa
yang terdiam dan tercekat
saat harus kurangkai kata apa
untuk sekedar ungkapkan rasa di dada

hanya ku ingin engkau tahu
betapa aku teramat merindukanmu
di tiap detik waktu berlalu
ingin rasanya kehadiranmu
mengisi ruang kosong dalam kalbu

hanya ku ingin engkau tahu
dirimu telah mewarnai hidupku
dengan goresan teramat indah
hanya bisa aku ungkapkan
dengan puisi picisan
karena itu mampuku
untuk tunjukkan
betapa aku menyayangimu






Rabu, 03 Februari 2010

N.I.F.....

Nif...
andai dirimu nanti
melangkah pergi menyongsong hari
tegakkan kepalamu dengan senyum
jangan menoleh ke belakang
sebab masa lalu akan hilang
segera tersapu oleh rintik hujan

jangan biarkan batu kecil membuatmu terhenti
menunda langkah kebahagiaan
karena dirimu terlalu besar untuk dihalangi
dengan segala macam rintangan

jangan biarkan ketakutan membuatmu luluh
kegelapan tak selalu menakutkan sayang
sebab dirimu terlalu kuat untuk dibuat rapuh
teruslah berjalan...dengan senyum yang menawan

Nif...
kelak kehidupan tak mesti seperti yg diinginkan
ia akan berkelok meninggalkan bekas luka dan memar
tak usah engkau ratapi dengan tangisan
ini akan membuatmu lebih kuat dan tegar
tetaplah bergerak ke depan sayang
meskipun mendung akan mendatangkan hujan
bukankah ia menyejukkan

Andai dirimu nanti...
membentur batu karang kehidupan
biarlah hati tetap lentur seperti air sayang
tak harus engkau ikuti arusnya
sebab sekeras apapun hidup membenturmu
ia melapuk dengan kelenturan

ketika dalam pertarungan kehidupan
engkau direndahkan
bangkitlah sayang
lihatlah lautan
bukankah disana
semua yang meninggi akhirnya bermuara

Nif...
mungkin suatu hari akan engkau sadari
apapun kehidupan yang dilewati
hari ini gembira, esok luka
hari ini duka besok bahagia
bukankah sama-sama terasa keindahannya
ketika engkau telah tiba disana
hanya butuh satu kata saja
"sempurna"























Selasa, 02 Februari 2010

sore itu di jalan bebas hambatan

Sore itu ku lihat gadis kecil
tersenyum dari balik jendela mobil
wajahnya mengingatkan pada dirimu
entah kenapa...
rasa rindu langsung menyapa
ugh...tanganku bergetar
seolah memelukmu tak cukup sebentar
hampir saja...
sedikit oleng ke kiri kemudi ku cengkeram
rasanya pelukanku terlalu kencang
sumpah serapah mobil sebelah
tersenyum kecut aku menelan ludah
tak mampu sirnakan bayangan dirimu
mampir dibenak saat ku lihat gadis keci itu

ku pacu cepat lewati bebas hambatan
berlari bersama dengan turunnya hujan
sesaat dirimu hadir...
tak bisa cegah air mata hangat mengalir
seolah tawamu saat itu
hanya menghadirkan terlalu dalam rindu
kenapa harus salahkan waktu
kalau realitanya memang itu
kenapa harus salahkan jarak
kalau memang.....sialan...
mobil didepan nge-rem mendadak
ban berderit...oleng ke kanan
hilang keseimbangan
wajahmu seolah mengejek senang

ku lihat gadis kecil itu
sesaat keluar dari bebas hambatan
tersenyum seolah ia dirimu
pelan lantas hilang dihadapan
seperti meninggalkan janji
kalau nanti malam...
ah...tahu sendiri...








Senin, 01 Februari 2010

Hmmm....(its reflection?...)

berlari menembus keraguan
mengapa harus memanggul beban masa lalu
kalau ia hanya menjadikan dirimu
bergerak dalam labirin semu

bukankah engkau telah berjanji
ketika pagi menyapa hari
mengikat dalam sebuah janji
kalau cinta memiliki dirimu

namun mengapa engkau kecewa
saat realita tak seindah kelihatannya
air mata pun tak cukup buat menebusnya
sebuah luka... apapun namanya
tetap saja mengiris batin kita

dimana harus mencari kedamaian
apa ada di atas sana, diatas awan
yang bergerak tanpa rencana
mengalir ketika angin lembut membawa
entah kemana

berlari menembus keraguan
menenggak nafas yang terengah-engah
temukan diri disana
dalam kerumitan simpul waktu
yang tak kumengerti dimana berakhirnya
yeah...dimana akhirnya?

(its about something...not others)




For: ego...

senyum....
senyumlah sayang
biar ia rehat sebentar
sebelum ia menghilang dalam kenangan
air mata apa yang akan kau teteskan
kalau untuk merajuk saja
engkau menjadi teramat bimbang
antara tawa dan tangisan
mana yang paling mengenaskan

menangis...
menangislah sayang
biar ruang tawa dalam kalbu
segera menjadi teramat lapang
jangan biarkan kaki melangkah berat
hanya terhalangi beban kehidupan
biar ia hilang ketika waktu jadi sahabat
mengalir dalam keheningan

tertawalah...
tertawalah sayang
untukmengejek sebuah ironi dan kebodohan
makna dangkal yang kau kira kebenaran
hanyalah air ludah di sudut bibir
namun kau bela hingga titik nadir
saat harapmu hilang ditelan waktu
engkau hanya bisa termangu
penyesalanlah yang menunggu
puih....pedihnya laksana tersayat sembilu


A Question....(?)

Memasuki relung keheningan
lewati kepedihan tak terperi
belajar untuk menerimanya
dalam nafas-nafas sepi
menghembus ke dalam nadi, arteri
perihnya seperti sebuah cahaya temaram
kehilangan maknanya tatkala ia menyimpan dendam
seperti sebuah rindu
namun ia berubah jadi kebohongan
memang menyayat.....tapi terasa nikmat

Makna apa yang engkau bawa ya...Tuhan
kalau untuk bertemu diriMu kelak
harus lewati jalan kepedihan
jalan-jalan sepi
tatkala mencintai
hanya sebuah kemelekatan
seperti candu yang tak bertuan
makin masuk kedalam
makin jauh dari cahayaMu
seolah Engkau bertutur, kalau hidup
hanyalah sebuah senda gurau belaka
bahagia-duka, gembira-nestapa
silih berganti datang menyapa
hilang dan datang tanpa dapat di duga

Memasuki relung keheningan
seperti melawan diri sendiri
enggan melepas raga namun kerinduanku padaMu
tak sanggup aku tampung dengan sebuah kata cinta
karena kata-kata hanyalah sebuah kiasan
yang isinya mungkin malah meyakiti
tatkala ia malah menjauhkanku
dari keheningan dan kejernihan

basuh nuraniku dengan air telaga ya..Tuhan
biar mata hatiku memandangMu penuh ketakjuban
basuh hatiku dari kotoran ego pribadi
biar aku memandang cinta dari sudut yang sejati

aku takut cinta yang membutakan
malah akan melukai diri
aku takut cinta yang mempesonakan
hanyalah kebohongan yang dibungkus teramat rapi
aku takut buramnya hati
berputar-putar menerka salah benar tentang cinta sejati
menjauhkanku dari Engkau yang Maha Mengerti

memasuki relung keheningan
menyisakan kerinduan teramat dalam
akan makna cinta yang dibawa
oleh kekasihMu Muhammad
cinta yang tak mensyaratkan apa-apa
hanya kesederhanaan
hanya keikhlasan
itu saja
lainnya....
tendensi belaka
apapun alasannya