Selasa, 15 September 2026

Ambyar...

Ane pernah ikut kajian bagaimana cara mengelola ego,  pesertanya banyak,  dan rata2 sudah lama ikut kajian tersebut.  Pelajarannya adalah bagaimana merendahkan ego dalam keseharian agar energi Nya mengalir ke diri. Logika air,  mengalir dari tempat tinggi ke rendah.

Bagi yg sudah lama ikut,  mereka sabar2 kalau bicara santun dan selalu menatap lawan bicara dgn hormat. Saya yg baru ikut melihat mereka jadi tersanjung. Dan melihat mereka seperti orang sakti,  krn bisa weruh sakdurunge winarah,  bisa melihat/tahu sebelum kejadian. 

Yang namanya ego,  pintar sekali menjebak,  halus sekali koyo ban sepeda motor bocor. Apakah mereka sombong? Kagak malah rendah hati dan santun. Hanya setelah sekian lama baru kebaca,  mereka bangga merasa jadi senior,  merasa paling dekat dgn Guru. Akhirnya gak jadi mengagumi mereka,  malah mengagumi strategi ego bikin mereka plot twist. Ambyar..... 
😁😁



Ampun guru...


Senin, 14 September 2026

Mitos or real?


Renungan hari ini


Ke-aku-an

Ke-aku-an mu alias ego,  perlu dikelola,  terutama saat mempengaruhi otak. Ego mu tahu bahwa otak bisa membuat realitanya sendiri. Ia berusaha mempengaruhi otak untuk kepentingannya sendiri. Sebagian besar jasad2 yg bertebaran di muka bumi tak sadar sudah di invasi ego. Sadarnya ya saat mau dead,  nyesel tapi nasi sudah jadi bubur, (tinggal nambahi cakwe dan bawang goreng)
😉😁😁

Bukan khutbah saya

Baru ingat khutbah jumat minggu kemarin yang saya ikuti begitu satire karena membahas umur dihubungkan dengan mati. Khatibnya bilang diawal : "setiap yang bernyawa akan merasakan mati ( kullu nafsin dzaai'iqotul maut-- QS 3:185).

Manusia saat lahir sebenarnya sudah menunggu ajal. Bagian satire nya :" biar ga bosen diberi hiburan" seperti anak, istri, harta.
Namun kebanyakan terlena dengan hiburan itu".

Terlena kepada  harta, tahta dan wanita sampai maut menyadarkan mereka meski terlambat. 
Kutbah diakhiri dengan penutup bagus : kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya ( wamal hayaatuddunya illa mataa'ul ghuruur-- QS 57: 20)

Buat saya khutbah tak harus melulu membahas pahala-surga yang memang menenangkan,  tapi bikin ngantuk.  Sekali2 isi khutbah berisi "ancaman" biar mata melek (nyatanya jamaah yang saya lirik menyimak serius 😁). Dan "ancaman" itu diucapkan dengan nada  lembut,,,, kata anak muda sekarang savage 😁.

Dalam kultur kita membahas kematian itu agak tabu,  tapi kalau gak dibahas,  kapan insyafnya,  sebab manusia tak akan luput dari khilaf,  satu2 harus di reminder dengan hal yang paling ditakuti yaitu : mati  (mudah2an yang baca juga merasakan ketakutan ini,,,, 😁)
#happy_monday



Tipe 21 -- renungan hari ini

Sebesar apapun rumahmu saat ini, rumah masa depanmu hanya tipe 21(2x1 meter).