Baru ingat khutbah jumat minggu kemarin yang saya ikuti begitu satire karena membahas umur dihubungkan dengan mati. Khatibnya bilang diawal : "setiap yang bernyawa akan merasakan mati ( kullu nafsin dzaai'iqotul maut-- QS 3:185).
Manusia saat lahir sebenarnya sudah menunggu ajal. Bagian satire nya :" biar ga bosen diberi hiburan" seperti anak, istri, harta.
Namun kebanyakan terlena dengan hiburan itu".
Terlena kepada harta, tahta dan wanita sampai maut menyadarkan mereka meski terlambat.
Kutbah diakhiri dengan penutup bagus : kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya ( wamal hayaatuddunya illa mataa'ul ghuruur-- QS 57: 20)
Buat saya khutbah tak harus melulu membahas pahala-surga yang memang menenangkan, tapi bikin ngantuk. Sekali2 isi khutbah berisi "ancaman" biar mata melek (nyatanya jamaah yang saya lirik menyimak serius 😁). Dan "ancaman" itu diucapkan dengan nada lembut,,,, kata anak muda sekarang savage 😁.
Dalam kultur kita membahas kematian itu agak tabu, tapi kalau gak dibahas, kapan insyafnya, sebab manusia tak akan luput dari khilaf, satu2 harus di reminder dengan hal yang paling ditakuti yaitu : mati (mudah2an yang baca juga merasakan ketakutan ini,,,, 😁)
#happy_monday

