Minggu, 02 Februari 2025

Hanya goresan pena

Jangan pernah menyangka pikiran bisa dikerangkeng hanya untuk sebuah syak wasangka.  Jangan pernah menyangka  pikiran akan menjadi sebuah kata benda.  Yang benda adalah yang bicara,  yang benda bisa dikandangkan dalam bentuk apa saja.  Namun sekali lagi,  pikiran memiliki imajinasi yang terbang bebas kemana ingin membawa. Hanya yang tak pandai berlogika,  ia bisa di dekap lantas terpenjara.  Sebab yang bisa dipenjara bukan logika,  tapi ego semata. 

Ketika kau bicara cinta pada kekasihmu, imajinasimu melayang menghasilkan keindahan semata,  pikiranmu menembus batas waktu dan jarak.  Rindumu memenjara tapi tidak dengan Cinta.  Kekasihmu memanggil bukan dalam kata,  tapi dalam imajinasi dan percaya tanpa kehadiran fisikmu,  Cinta akan tetap menyelimuti hatinya. 

Jadi jangan pernah berprasangka cinta bisa dipenggal dengan membekap mulut, ia malah menebar benihnya kemana2 melebihi jarak dan era, melebihi kecepatan cahaya. Pikiran hanya bisa ditawan oleh pikiran,  logika bisa dilawan dengan logika,  argumen bisa disandingkan dengan argumen. Itulah yang dibangun rumah akal,  bukan rumah  yang dangkal

Jika kau bisa menangkap angin,  yang kau tangkap bukan sejatinya angin,  yang kau tangkap hanya pergerakannya,  jika kau bisa menangkap cahaya,  yang kau tangkap sebenarnya bayangannya.  Jika kau mampu menangkap Cinta,  yang kau tangkap bukan Cinta,  tapi rindumu semata.  Maka berendah hatilah bermain  logika,  sebab ia anak terkasih bernama akal, wujud mahluk kesayangan Nya dan gunakan itu sebagai rasa syukur atas semua yang diberikan Nya,  bukan memenjarakannya. 
#filsuf_palsu
😎😎😎😎😊😇🤓

Jangan pernah menyangka

Jangan pernah menyangka pikiran bisa dikerangkeng hanya untuk sebuah syak wasangka.  Jangan pernah menyangka  pikiran akan menjadi sebuah kata benda.  Yang benda adalah yang bicara,  yang benda bisa dikandangkan dalam bentuk apa saja.  Namun sekali lagi,  pikiran memiliki imajinasi yang terbang bebas kemana ingin membawa. Hanya yang tak pandai berlogika,  ia bisa di dekap lantas terpenjara.  Sebab yang bisa dipenjara bukan logika,  tapi ego semata. 

Ketika kau bicara cinta pada kekasihmu, imajinasimu melayang menghasilkan keindahan semata,  pikiranmu menembus batas waktu dan jarak.  Rindumu memenjara tapi tidak dengan Cinta.  Kekasihmu memanggil bukan dalam kata,  tapi dalam imajinasi dan percaya tanpa kehadiran fisikmu,  Cinta akan tetap menyelimuti hatinya. 

Jadi jangan pernah berprasangka cinta bisa dipenggal dengan membekap mulut, ia malah menebar benihnya kemana2 melebihi jarak dan era, melebihi kecepatan cahaya. Pikiran hanya bisa ditawan oleh pikiran,  logika bisa dilawan dengan logika,  argumen bisa disandingkan dengan argumen. Itulah yang dibangun rumah akal,  bukan rumah  yang dangkal

Jika kau bisa menangkap angin,  yang kau tangkap bukan sejatinya angin,  yang kau tangkap hanya pergerakannya,  jika kau bisa menangkap cahaya,  yang kau tangkap sebenarnya bayangannya.  Jika kau mampu menangkap Cinta,  yang kau tangkap bukan Cinta,  tapi rindumu semata.  Maka berendah hatilah bermain  logika,  sebab ia anak terkasih bernama akal, wujud mahluk kesayangan Nya dan gunakan itu sebagai rasa syukur atas semua yang diberikan Nya,  bukan memenjarakannya. 
#filsuf_palsu
😎😎😎😎😊😇🤓

Filosofi rujak cingur

filosofi rujak cingur

Ada bagian-bagian rujak berasa manis. pahit, sepah, dan asam, hal  yang tidak kita sukai, tetapi saat mencampurnya dengan takaran yang pas hasilnya luar biasa,,,

Ada bagian-bagian kehidupan pada diri ini : bahagia, tertawa,  sedih,  menangis,  saat kita "mencampurnya" dengan takaran yang pas akan berubah menjadi vitamin jiwa dan mematangkan pribadi kita menjadi pribadi yang indah


Jalan pedang

Ibarat pendekar kebanyakan orang dalam laku hidupnya menempuh jalan pedang (kepintaran,  kekayaan,  kekuasaan). Bagus selama bisa mengolah untuk kemaslahatan,  capek terutama akan selalu berhadapan dengan pertempuran/perkelahian(karir, persaingan yg sengit dsb) tanpa akhir,  tinggal menunggu dua hal,  kalah atau menang.

Saya termasuk orang yang kalah dalam pertempuran2 di masa lalu,  aslinya tidak tega jika untuk mencari sesuap nasi (dan segenggam berlian 😁) harus menafikan saudara2 sy sendiri. Rela dengan sendirinya memberi kepala untuk di pukul biar yg memukul merasakan aroma kemenangan.  Rela di fetakompli asal yg memfetakompli merasakan kebahagiaan. 

Saya memilih menepi menghindari (walau di goblok2 an) masuk ke pasar2 keramaian terutama karena ketidak tegaan dengan persaingan yang membuat pilu. Di satu waktu akhirnya bisa menemui Gurpan yang membimbing masuk di jalan sunyi,  ketemunya juga di mall... 😁 saat ngaji (ngamati jiwa) istilah saya buat  melepas lelah....  😁😁.

Hampir lebih satu dasa warsa ngaji  jalan sunyi sama beliau dan dipastikan tidak lulus, sehingga harus selalu mengulang dan mengulang.  Pernah saya tanya : gur saya kok ga lulus apa saya yang goblok atau gurunya yang pekok. 
Gurpan hanya tertawa sambil kasih kode leher digorok artinya baru lulus kalau saya sudah death.... (asem... batin saya guru kok ndongakno murid e ketam). Begitulah sekian lama saya gak menjumpai beliau semalam ketemu dalam mimpi,  anehnya ngajak bernyanyi : "disini senang disana senang dimana2 hatiku senang...."
Saya terbangun dan merenung :(opo menehhh,,,,,,acarane gurpan iki) 
Btw love you gurpan.... 😍😍

Photo by Azka Nurakli  unsplash.com


Kamis, 30 Januari 2025

Kisah Musashi


Musashi seorang pendekar samurai, menempuh jalan pedang (kepintaran) dalam lakunya, sehingga ilmu pedang apapun dia tempuh untuk menyempurnakan teknik bertarungnya.

Selama perjalanan lakunya, dia menemui banyak pertarungan yang mendekatkan dia pada kematian hingga sampai pada suatu titik ia bertanya: semuanya ini untuk apa? Dibawah bimbingan pendeta budha, ia menemukan : hidup di jalan pedang (kepintaran ) tanpa kebersatuan dengan alam (spirit) akan mudah tumbang alias gak selamat, dibandingkan dengan kepintaran yang biasa2 saja tapi didukung spirit yang dalam.

Ternyata musashi belajar ketidak melekatan terhadap apapun jua (nothing) sehingga dia memiliki segalanya ("those who are possessed by nothing possess everything").

Di pertarungan terakhirnya dia menemui Kojiro musuh yang teknik pedangnya lebih mumpuni, namun akhirnya ia kalahkan.
(Aseeekkk kan..... 😍😍)


Sabtu, 07 Desember 2024

Doa diantara sepenggal asa

Doa diantara sepenggal asa

Di sebuah kompleks rumah mewah, ada mushala asri tempat ia berdoa dan meminta agar tahun depan mobilnya ganti, dari lambhorgini menjadi ferrari.  Tak lupa meminta pada Nya agar usahanya lancar tanpa henti, agar anak2 nya bisa sekolah di luar negeri.  Ia meminta sambil bercucuran air mata,  dan malaikat pun sesenggukan mencatatnya. 

Di perumahan kelas menengah,  disudut kamar tempat sajadah digelar ia berdoa agar tahun depan naik pangkat agar bisa dapat mobil dinas kantor saat berangkat kerja, tak kepanasan dan kehujanan seperti saat naik motor menyusuri jalanan.  Tak lupa meminta agar gajinya naik ,  biar asap dapur tak berbau sangit, ganti perabotan sesuai pangkat dan bosan menjadi melarat.  Sang malaikat kasihan termangu dan mengangguk2 sambil mencatat. 

Di perumahan sederhana  ia berdoa agar hari ini tak di PHK,  juga meminta agar jualan istrinya dilancarkan seperti air mengalir,  keluarganya diberi kesehatan agar tak sakit karena biaya yang makin lama makin mahal setinggi langit.  Malaikat trenyuh dan hati hati mencatat setiap pinta. 

Disudut jalanan, seorang tua tak kuasa hanya meringkuk di trotoar,  berdoa hanya kemewahan tiada tara,  meskipun permintaan nya teramat sederhana.  Katanya : Tuhan aku tak meminta apapun kecuali hari ini bisa makan.  Malaikat memeluknya sambil tersenyum tak mencatat apapun. 

Setelahnya ia melesat ke langit, melapor ke jibril tentang permintaan manusia dan jibril menghadap Nya.  Tuhan tersenyum,  semua pinta dikabulkannya tanpa terkecuali,  namun kelak manusia akan mempertanggungjawabkan apa yang AKU beri, kecuali orang tua itu yang   tak memiliki apapun hanya kesanggupan bertahan dalam hidup.   

Tiba2 langit hening, rinai hujan perlahan turun makin lama makin deras,  mirip suara memuji keagungan Nya; daun , batu,  pohon hingga burung yang meringkuk memuji nama Nya.


Menikmati hujan sore

Menikmati hujan sore

Naaak,,,,, kehidupan mungkin akan makin tak menemui kemesraan andai dirimu tahu. Semua berkisah tentang pencapaian2 kehidupan bertolok ukur materi. Kesanggupan mengingat Nya pun dilandasi transaksional belaka, bahkan dalam setiap doa. Mencari Tuhan makin lama makin mahal, beribu orang berdoa hanya untuk meminta dikabulkan dalam urusan duniawi, namun lupa meminta ampunan di jalan kehidupan keabadian .

Andai kau mengalaminya, keniscayaan hanya dipahami semu, bahkan makin saling tak memahami satu sama lain. Esok dipandang dengan was was seolah ia kabut yang tak akan pergi. Sukses di ukur hanya pencapaian tertentu, seberapa banyak, seberapa tinggi, tak masalah walau harus menggadaikan nurani.

Kamu tahu, di pojok2 jaman, sang waskita memandang dengan nelangsa, betapa anak manusia berlari tanpa henti hingga detak jantung terengah memandangi tubuh yang perlahan alami artropi. Inikah jaman dimana kepintaran melebihi kerendah hatian. Kuasa dipakai untuk diri sendiri, bukan untuk mendamaikan sesama.

(Tiba2 terdengar anak2 kecil berteriak sambil berlari, ahhh anak2 yang meramaikan mushala, rupanya magrib hampir tiba,,,,,,ketiduran sudah terlampau biasa).