Minggu, 06 September 2020

Kesadaran membumi

Ada dua kesadaran dalam diri manusia, kesadaran me-langit dan kesadaran mem-bumi. Kesadaran me-langit berhubungan dengan  sesuatu yang Maha besar dan Maha tinggi.  Sejarah peradaban manusia selalu 'menatap' ke langit dengan pertanyaan2 misteri apa dibalik penciptaan semesta/universe sehingga manusia pernah berlomba2 pergi ke bulan. 

Kesadaran mem-bumi membuat manusia 'menunduk' bertanya ke diri sendiri : who am i?.  Siapa saya, dari mana berasal dan akan kemana pergi. 

Sebagian besar manusia selalu menonjolkan kesadaran me-langit.  Pingin kaya sebesar2nya,  berkuasa selama2nya, suka nyalah2kan orang seolah dia paling benar sendiri, adalah contoh2 kesadaran melangit.  dsb.

Tak banyak orang memiliki kesadaran mem- bumi,  merendah serendah2nya, memahami bahwa manusia apapun level identitasnya, mau orang berada apa tidak,  ia hanya teman seperjuangan dalam iman dan kemanusiaan,  equal.
Kebanyakan kesadaran ini muncul tatkala umur beranjak tua, tubuh sudah sakit2an, dan tiba2 tutur katanya bijak dan senang cerita kejayaan masa lalu dan demen banget menasehati ini itu. 

Di kesadaran manakah kalian semua saat ini? Sebab sebaik2 pijakan adalah kesadaran dimana anda ada di posisi nol (membumi) dan yang Maha ada di posisi satu.  Bukankah teknologi digital yang diciptakan manusia sekarang berbasis bilangan biner 0&1.


Kamis, 03 September 2020

Angka 4

Misteri Angka 4
Dalam budaya china angka 4 ini dihindari karena dibaca berarti mandek, mati, seperti halnya angka 13=1+3=4 .
Di alam angka 4 ini akrab karena melambangkan kedewasaan,  misal udang dipanen setelah 4 bulan,  pohon berbuah biasanya setelah 4 tahun, masa tanam padi hingga panen juga 4 bulan. Bahkan usia kehamilan pada manusia sekitar 40 minggu.  Nabi Muhammad menerima Wahyu pertama saat beliau berusia 40 tahun. 

Jadi, kehidupan manusia tidak lepas dari angka 4. Golden age saat 4 tahun,  baligh 12 tahun (4x3) saat remaja 16 tahun (4x4). Usia matang 40 tahun,  dan mulai "berbuah" saat usia 48 tahun(3x4x4).  Madeg pandita alias mulai berjarak dengan kehidupan materi 56 tahun (14x4). Syukur 2 di anugerahi bisa mencapai  usia emas 64 tahun ibarat pohon, selain mengayomi juga buahnya banyak memberi manfaat. 

Jadi kalau ada sahabat2 kita usia 48 tahun masih berbunga atau malah bertunas, bahkan diusia 56 tahun masih belum berbuah karena akar pohon nya masih mencari nutrisi kehidupan, saat usia 64 tahun mulai kelelahan ibarat pohon mulai layu.  Kita harus mengasihani mereka, sebab seumur hidupnya hanya dikejar pencarian tiada habisnya. 

Saat buah menjatuhkan benih,  benih akan terpendam di dalam tanah yang gelap,  saat pohon mulai gugur daunnya,  ia akan menjadi pupuk bagi benihnya.  Pohon akan menghilang diganti tunas baru dan begitu kehidupan dilanjutkan . 
Ketika jiwa2 kembali dia akan melihat benih akan tumbuh jadi pohon yang rindang dan berbuah lebat.  Ada beberapa pohon yang menangis dan menyesali tak sempat merindang dan berbuah.
Mirip bonsai indah dalam kekerdilan,  mahal dalam kecacatan. Semoga kita tidak seperti itu tretan…


Minggu, 30 Agustus 2020

Belajar pada angin

Hidup seperti angin
Bergerak dari yang tertinggi menuju kerendahan hati
Bergerak tanpa rencana, namun keikhlasan semata
Berjalan tanpa mencari,  namun memberi

Kamis, 27 Agustus 2020

Kolase

Kolase kehidupanmu
Tiba2 saja tersadar bahwa perjalanan hidup mirip membuat kolase foto sepanjang hidupmu.  Kita lahir mirip tembok putih,  dan kolase pertama di dinding itu digores orang tua dengan doa dan sebuah nama.  Selanjutnya mereka mengajarimu membuat kolasemu sendiri dengan harapan akan berakhir indah.  Mereka mengirim mu ke sekolah terbaik agar kamu bisa mahir menempeli dinding putih takdirmu dengan goresan gambar "cantik". Setelahnya dituntut bekerja dengan baik agar kolase mu juga baik. 

Sampai saat itu kamu mengejar yang disangka kebaikan dengan menempel gambar terbaikmu : rumah jabatan, mobil, pekerjaan, kelurga yang manis dan cantik.  Sesekali kamu meraung saat beberapa terhapus oleh "hujan" penderitaan,kesakitan dan kepedihan sehingga yang nampak hanya noktah hitam.  Semakin panjang dinding putihmu terhiasi noktah hitam dan semakin meraung dirimu,  tiba2 tersadar : dikotomi hitam putih adalah kolase indah
Dan kamu larut dapat melihat kebelakang, kolase gambarmu tidak melulu berwarna, ada gurat hitam,  kasar,  dan bopeng di dinding putih takdirmu.

Tiba2 hal yang seperti itu malah membuatmu tertegun,  dan tersadar bahwa apa yang diperoleh selama ini (materi,keinginan,pencarian yang kamu kumpulkan sepanjang hayatmu) hanya frame kanvas waktu yang pendek, bagian panjaaaaaang…dari dinding putih takdirmu. Sengatan spiritualmu berlanjut bahwa yang disangka kebaikan2 mu belum tentu mengindahkan kolase panjangmu. Akhirnya dirimu berjalan penuh beda,  kolasemu terjadi saat semuanya digambar di dinding kehidupanmu entah hitam,  berwarna,  suram,  terang, adalah bagian dirimu dan dinding itu,  kamu menyatu didalamnya dengan rasa ikhlas luar biasa. Saat disana,  hidup hanya berjalan dalam keindahan dan…Cinta


Selasa, 18 Agustus 2020

Ironi

Tahu orang yang saya "kagumi" itu siapa? Seorang yang pintar tapi pembohong 
Butuh mental kuat bahkan teramat kuat untuk hidup dalam dunia seperti itu.  Pintar itu anugerah namun pembohong itu musibah.  Bagaimana mungkin bisa hidup berdampingan di dunia berbeda kalau bukan orang yang bermental baja. 

Sepanjang perjalanan hidup terlalu sering saya menyaksikannya.  Entah kenapa Tuhan menyisakan orang2 seperti ini untuk dihadirkan, sebagai contoh,  cermin atau untuk pengingat, jika Dia sebenarnya dekat dengan kita, agar selalu meminta dalam doa untuk ditunjukkan kebenaran/jalan yang lurus. 

Lantas akan berakhir dimana orang2 seperti ini kelak ? Entahlah mereka mungkin menemui takdirnya sendiri,  seperti Firaun, Abu Lahab,  contohnya.

Apakah anda seperti orang yang bercirikan seperti diatas,  menggunakan kepintaran bukan untuk membantu sesama, namun malah sebaliknya? Salam takzim saya dari sang pendosa,  waktu kelak tidak meminta apa2 kecuali saat tiba di tenggat terdengar bisikan di telingamu : 
"yā ayyatuhan-nafsul-muṭma`innah irji'ī ilā rabbiki rāḍiyatam marḍiyyah"
(Hai jiwa yang tenang Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.)

Saat itu kamu berada di puncak ironi paling luar biasa, menangislah dalam sesal berkepanjangan, namun,,,, terlambat


Rabu, 12 Agustus 2020

Kisah para istri

KISAH NYATA PARA ISTRI 🧐🧐🧐

Beberapa pria sedang kumpul dan minum - minum kopi...

Tiba2 muncul satu ide yaitu masing2 dari mereka harus kirim pesan ke istri masing2 dengan isi:  ILOVE U ,
untuk melihat respon dari setiap istri pada usia yang berbeda-beda :

Istri  yg umur 20an balas WA ke suaminya :
"...I love U 2....❤️❤️❤️"

Istri yg umur 30an 😗 
"...hmmm...iya deehh....pulang bawa duit lho ya..💋💋💋....!!!"

Istri yg umur 40an 😗 "...hmmm..tumben..salah minum obat ya 🥴🥴🥴 .... ???"

Istri umur 50an:
"..WA-an sama siapa tuh huh 😡😡😡 .... jgn aneh2 ya...?!"

Istri umur 60an:
"..hmmm..stress lu ya karena  pensiun...??"

Istri umur 70an tidak balas pesan,  tapi langsung telpon ke anaknya :
 "kayak nya Bapak mu waktunya  tinggal bbrp hari lagi nih..."
 
🤣🤣🤣

Tambah utang

Tambah Utang
Seorang penasihat investasi dari Taiwan,  katakan namanya Mr.  Chen saat ditanya beberapa pengusaha dari Indonesia,  apa kiat nya agar Indonesia lepas dari jeratan krisis akibat kopid,  mengatakan dalam bahasa Indonesia patah-patah :
" intunisia isa genjot sektol pilikanan,  utamanya tamba utang"

Beberapa pengusaha saling menoleh,  sembari mbatin kok nambah hutang? 

Untung ada Broedin mantan teknisi tambak,  menerangkan : maksud Mr.  Chen adalah sektor perikanan utamanya tambak udang,,, 

"Oohhh,,,, itu maksudnya" serempak mereka menjawab.

Bayangkan panjang pantai Indonesia no. 2 setelah Kanada(kanada penghasil salmon no 1 dunia) tapi produksi udang Indonesia hanya no 5 dunia kalah sama Ekuador, thailand dan china. Meningkatkan produksi udang Indonesia cukup  menjanjikan dengan tambah utang…oops,,,maksudnya tambak udang,,,, iya kan Mr. Chen. Mr. Chen pun manggut2 setuju.
😁😁😁😁

Catatan: dalam dialek mandarin huruf D akan dibaca T